Daging Dan Sosis Babi

London – Pandemi virus Corona atau Covid-19 paling dirasakan oleh kelompok kurang mampu di berbagai belahan dunia. Tidak hanya harus melawan penyebaran Covid-19, mereka juga harus berjuang untuk mencapatkan makanan layak, di tengah kesulitan ekonomi yang ada. Kondisi ini menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian, baik dilakukan oleh pribadi, maupun oleh pemerintah, dengan memberikan bantuan makanan ke keluarga paling terdampak ini.

Salah satunya di Inggris, Pemerintah Negeri Ratu Elizabeth itu rutin  mengirim bahan makanan ke keluarga terdampak, termasuk keluarga Muslim. Namun, sayangnya pengiriman itu tidak selektif. Pasalnya pemerintan Inggris justru mengirimkan produk-produk daging babi termasuk kacang dan sosis kaleng serta sup lentil dan daging yang dilarang bagi umat Islam ke rumah-rumah Muslim yang paling berisiko terdampak covid-19.

Produk-produk dengan nilai kontrak sebesar 104 juta poundsterling itu dijalankan oleh perusahaan swasta.  Bakso kaleng dan pay ayam Fray Bentos termasuk dalam paket yang dikirim untuk orang-orang yang tak bisa keluar rumah karena virus Corona. Termasuk komunitas Muslim, Sikh, dan Yahudi yang kebanyakan hanya mengkonsumsi daging yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan dan tuntunan agama mereka.

Politisi dari partai Buruh, Imran Hussain mengkritik pengiriman paket-paket itu ke keluarga Muslim. Ia mengatakan konstituennya menjadi yang paling rentan. Menurut Imran mereka harus memilih antara makanan dan keyakinan agama atau etika mereka.

“Saya ingin penjelasan, bahwa ini tak bisa diterima dan sangat tak sensitif bagi komunitas agama kita. Dikirimkan produk-produk ini bukan hanya tak peka secara budaya dan moral, memaksa orang dalam posisi paling rentan memilih antara mengkompromikan keyakinan agama yang dianut dengan makanan, tetapi juga bentuk lain dari rasisme struktural dan yang dilembagakan dalam masyarakat di mana pandangan minoritas tak dianggap sama sekali atau tak cukup signifikan untuk intervensi,” kata Hussein seperti dilansir the Guardian, Jumat (19/6/2020).

Makanan itu dikirim pada orang-orang yang dianggap sangat rentan secara klinis karena kondisi kesehatan. Orang-orang itu tak bisa meninggalkan rumah dan tak dapat mengandalkan bantuan keluarga ataupun teman.

Ada lebih dari 3 juta kotak makanan atau 290 ribu makanan dalam sepekan telah dikirim Pemerintah Inggris berdasarkan kontrak dengan Pedagang Besar Brakes and Bidfood yang telah dimulai akhir Maret. Produk lain dalam paket tersebut yakni kopi, teh, biskuit, sereal, buah, kentang, pasta, saus pasta, ikan kaleng dan sayuran kaleng. Produk daging terdiri dari empat atau lima kaleng, atau porsi signifikan dari makanan mingguan seseorang.

Hussain diberitahu tentang masalah ini ketika sebuah kelompok masyarakat di daerah pemilihannya di Bradford East mengamati lusinan kaleng produk daging yang belum dibuka pekan ini.

Sementara itu Komunitas Sosial Bradford Moor Pass mengatakan mereka mengumpulkan lebih dari 40 kaleng daging dalam satu hari. Warga tak ingin mengeluh atau  tidak berterima kasih, tetapi juga tidak ingin barang-barang itu menjadi sia-sia.

Perwakilan Bradford Moor Pass mengatakan pihaknya menghubungi Bidfood yang mengirim kotak-kotak itu. Bradford Moor Pass pun memperoleh informasi bahwa produk makanan itu sama semua dan tak ada alternatif vegetarian atau makanan halal.

Pihak Bidfood menyatakan tugasnya hanya  mengepak dan mengirimkan kotak-kotak. Sementara terkait isi paket merupakan kewenangan pemerintah. Bidfood adalah salah satu pedagang grosir makanan terbesar di Inggris. Ia mendapat kontrak pemerintah senilai 104 juta poundsterling pada Maret bersama dengan distributor lainnya, Rem.