pancasila jaya
Pancasila

Pengamalan Pancasila Tak Bisa Lepas dari Jiwa Keagamaan, Tapi Pancasila Bukan Untuk Gantikan Kedudukan Agama

Jakarta – Pengamalan Pancasila tidak dapat dilepaskan dari semangat dan jiwa keagamaan. Pancasila juga bukan untuk menggantikan kedudukan agama.

“Pengamalan Pancasila dalam tindakan tidak dapat dilepaskan dari jiwa dan semangat keagamaan. Pancasila tanpa agama akan kehilangan makna. Pancasila bukan untuk meminggirkan dan menggantikan kedudukan agama yang dijunjung tinggi dalam perikehidupan bangsa dan masyarakat kita,” kata Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), M Fuad Nasar saat menjadi pembicara dalam serial webinar kebangsaan seperti dalam keterangan tertulis Kemenag, Rabu (9/6/2021).

Fuad menjelaskan, dalam pandangan umat beragama, khususnya umat Islam yang terwakili dua organisasi terbesar, NU dan Muhammadiyah, Pancasila adalah pilihan final dan terbaik karena merupakan perjanjian seluruh elemen bangsa.

Disebutkan bahwa dalam pemahaman Muhammadiyah, negara berdasarkan Pancasila merupakan ‘darul ahdi wa syahadah’. Sedangkan dalam pemahaman NU, negara berdasarkan Pancasila merupakan ‘mu’ahadah wathaniyah’ (kesepakatan kebangsaan).

Fuad juga menyitir istilah dari Wapres Ma’ruf Amin bahwa Indonesia ‘darul mitsaq’ (negara kesepakatan). Selain itu, Fuad menceritakan mengenai Perdana Menteri RI 1950-1951, M Natsir, yang menulis buku ‘Agama dan Negara dalam Perspektif Islam’. Dalam buku itu ditegaskan bahwa kesatuan antara Islam dan Pancasila terjadi pada tingkat ide.

“Pancasila akan hidup subur dalam pangkuan ajaran agama Islam. Kita dapat menjadi Muslim yang taat yang dengan riang gembira pula menyanyikan ‘Indonesia Tanah Airku’,” kata Fuad.

“Pancasila adalah dasar yang paling tepat bagi eksistensi negara kesatuan Republik Indonesia. Pancasila merupakan karya bersama milik bangsa,” sambungnya.

Fuad menegaskan Pancasila terbukti dapat mempersatukan rakyat Indonesia. Dia mengutip pernyataan Bung Karno.

“Pancasila, seperti dikatakan Bung Karno, merupakan suatu dasar yang dinamis dan terbukti benar-benar dapat mempersatukan rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Bagikan Artikel
Baca Juga:  Sebut Kata Kotor dan Tak Berakhlak Saat Maulid Nabi, Zuhairi Misrawi: Sungguh Ini Ajaran Abu Jahal

About redaksi