Penyuluh Agama Islam Emban Amanat Gaungkan Moderasi Islam di Masyarakat

Semarang –  Para penyuluh agama Islam di Indonesia mengemban amanat untuk menggaungkan moderasi Islam sekaligus membentengi umat Islam dari ancaman pengaruh radikalisme.  Bila para penyuluh agama Islam konsisten menggaungkan moderasi Islam, maka penyebaran radikalisme dan intoleransi bisa diredam.

“Kita mau diseret-seret untuk mengikuti irama gerakan radikal sehingga menggoyahkan suasana toleransi, Alhamdulillah kita masih punya kekuatan menolaknya. Dalam hal ini, peran penyuluh agama Islam sangat penting untuk membentengi masyarakat,”  kata Wakil Menteri Agama (Wamenag) H Zainut Tauhid saat memberikan pembinaan tentang ‘Moderasi Beragama Bagi Penyuluh Agama Islam’ Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (13/3/2020) lalu.

Menurut Zainut, saat ini umat Islam Indonesia  di bawah bimbingan para kiai menjadi motor gerakan Islam moderat, tidak hanya di tanah air tetapi juga sudah di dunia internasional.  Dalam hal ini, para penyuluh agama Islam sebagai bagian dari pemerintah harus merasa terpanggil untuk mengadvokasi masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh gerakan itu.

Mantan Ketua Umum PP IPNU dua periode ( 1988-1991 dan 1992- 1995 ) menambahkan, pembiakan benih radikalisme biasanya diawali dengan penyebarluasan narasi-narasi ujaran kebencian dan ungkapan intoleransi serta  menganggap pengamalan ajaran agama yang tidak sama dengan yang diinginkannya dianggap tidak benar.

Ia menegaskan bahwa gerakan penyebaran radikalisme ini sudah menyusup kemana-mana, termasuk ke jantung masyarakat dengan merebut atau menyalahgunakan fungsi-fungsi dakwah dan majelis taklim.

Karena itu, Zainut Tauhid meminta para penyuluh yang setiap saat berada di tengah-tengah masyarakat dan harus meluruskan kembali fungsi dakwah dan majelis-majelis taklim melalui peran yang melekat pada dirinya. 

Kepala Kanwil Kemenag Jateng Ahyani turut menambahkan, virus radikalisme saat ini sudah menyasar ke tengah-tengah masyarakat melalui berbagai cara dan media.

Baca Juga:  Kalangan Menengah Atas dan Milenial Sasaran Dakwah Yang Potensial

“Bahkan menyalahgunakan panggung media dakwah yang sebenarnya untuk menyampaikan ajaran Islam yang sejuk dan damai untuk menebar kebencian, mengembus-embuskan isu-isu intoleransi yang pada akhirnya mengganggu suasana toleransi dan kerukunan di masyarakat,” tuturnya. 

Menurutnya, gerakan itu sudah mengganggu moderasi beragama yang selama ini tercipta secara alamiah. Karena itu, para penyuluh agama Islam didorong untuk jemput bola, bersama masyarakat mencegah radikalisme yang dalam waktu bersamaan mempopulerkan moderasi Islam kepada masyarakat.  

“Setelah mengikuti pembinaan nantinya diharapkan dapat meningkatkan kinerja penyuluh agama dalam mengawal gerakan moderasi Islam di masyarakat,” pungkasnya

Bagikan Artikel
Best Automated Bot Traffic

About redaksi

Avatar