Perempuan Afghanistan menggelar protes menuntut hak pendidikan pekerjaan dan keamanan
Perempuan Afghanistan menggelar protes menuntut hak pendidikan pekerjaan dan keamanan

Perempuan Afghanistan Tuntut Hak Pendidikan, Pekerjaan, dan Keamanan Kepada Taliban

Herat – Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Kini, Taliban tengah menyiapkan transisi pemerintahan baru menggantikan pemerintahan sebelumnya dibawah Presiden Ashraf Ghani yang telah kabur ke luar negeri.

Berkuasanya kembali Taliban membuat banyak warga Afghanistan memilih melarikan diri ke luar negeri. Mereka takut dan khawatir Taliban akan kembali menerapkan hukum syariat yang ketat tanpa memperhatikan hak asasi manusia.

Selama masa kekuasaan pertama Taliban, sebelum digulingkan oleh pimpinan AS pada 2001, perempuan dan anak perempuan sebagian besar tidak mendapat pendidikan dan pekerjaan. Lalu, burqa menjadi wajib dikenakan di depan umum dan wanita tidak bisa meninggalkan rumah tanpa pendamping pria.

Hal itulah yang dikhawatirkan kaum perempuan Afghanistan. Mereka pun menggelar protes untuk menuntut hak-hak mereka kepada Taliban.

“Hak kami adalah mendapatkan pendidikan, pekerjaan, dan keamanan,” kata teriak kelompok yang terdiri dari sekitar 50 perempuan itu, sambil melambaikan plakat di jalan-jalan kota Herat, Afghanistan Barat dikutip dari Al Araby, Jumat (3/9/2021).

“Kami disini meminta hak kami. Kami bahkan siap mengenakan burqa jika mereka memberi tahu kami, tetapi kami ingin para wanita pergi ke sekolah dan bekerja,” kata Fereshta Taheri, salah satu demonstran.

Sementara itu, para demonstran lain di daerah Herat, Afghanistan mengatakan mereka berharap contoh mereka akan menginspirasi orang lain di seluruh negeri.

“Kami akan melanjutkan protes kami. Kami memulainya di Herat, itu akan segera meluas ke provinsi lain,” kata Basira Taheri salah satu demonstran.

Taliban yang merebut kekuasaan bulan lalu setelah kampanye militer kilat, sedang berdiskusi tentang pembentukan pemerintahan baru. Mereka telah berjanji kepemimpinan mereka akan inklusif tetapi banyak yang meragukan perempuan akan menemukan tempat di pemerintahan baru Afghanistan.

Baca Juga:  Incar ISIS-K, AS Luncurkan Serangan Drone Ke Kabul Hingga Tewaskan Sekeluarga 9 Orang

Taliban menjanjikan aturan yang lebih lembut dan perempuan akan diizinkan bekerja tetapi dalam batas-batas hukum syariah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Kepala BNPT di UIN Serang

Perguruan Tinggi Islam Berperan Penting Sebarkan Moderasi Beragama Kepada Mahasiswa

Serang – Perguruan Tinggi Islam berperan penting dalam menyebarkan moderasi beragama kepada para mahasiswa. Hal …

menko polhukam mahfud md memberikan keterangan kepada wartawan terkait

Buka Kongres IPNU dan IPPNU, Menko Mahfud MD: Minta Jaga Wasthiyah Islam

JAKARTA – Islam wasathiyah (moderat) menjadi salah satu jalan untuk menjaga kebersamaan setiap elemen bangsa, …