salima mazari
Salima Mazari

Perempuan Afghanistan Tak Percaya Janji Taliban Terhadap Hak-hak Mereka

Kabul – Para perempuan Afghanistan tidak percaya dengan janji Taliban terhadap hak-hak mereka, pasca kembali merebut tahta Afghanistan. Mereka yakin Taliban akan tetap memberlakukan aturan keras kepada kaum perempuan.

“Berdasarkan apa yang saya ketahui tentang mereka dan tindakan mereka di lapangan, saya khawatir hak-hak dasar perempuan dikorbankan,”  kata Roya Rahmani, wanita pertama yang menjabat sebagai duta besar Afghanistan untuk AS, dikutip Al Arabiya, Jumat (20/8/2021).

Sebelumnya, juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan akan terus meyakinkan masyarakat internasional mengenai pemerintahan barunya. Khususnya, ketika pihaknya tidak akan melakukan diskriminasi terhadap perempuan. Tetapi tentu saja aturan itu akan tetap dalam kerangka yang diyakin kelompok Taliban.

Royani menambahkan, apa yang ditawarkan Taliban kepada perempuan, jauh di bawah kewarganegaraan yang setara. Dia menekankan, di bawah kepemimpinan Taliban, perempuan akan diperlakukan sebagai ‘kelas bawah’ yang hanya dianggap cocok untuk peran tertentu.

Hal serupa juga diungkapkan Fawzia Koofi, mantan anggota parlemen Afghanistan dan perunding perdamaian. Dia mengaku tidak mengetahui bagaimana masa depan di Afghanistan saat diperintah oleh Taliban. Namun demikian, dirinya menegaskan tetap berada di tanah airnya tanpa perlu alasan untuk melarikan diri.

“Saya di Kabul bersama dua putri saya karena saya hanya merasa bahwa keberadaan saya di Kabul akan membantu menjaga moral tetap tinggi,” jelas dia.

Zarifa Ghafari yang menjadi wali kota wanita termuda di Afghanistan dan kerap mendapat ancaman pembunuhan juga mengungkapkan hal senada. Dia mengatakan akan menunggu saat-saat Taliban mengirim anggotanya dan membunuh dirinya.

“Saya duduk di sini menunggu mereka datang. Tidak ada yang membantu saya atau keluarga saya. Saya hanya duduk bersama mereka dan suami saya. Dan mereka akan datang untuk orang-orang seperti saya dan membunuh saya,” kata Ghafari.

Baca Juga:  Waspada Potensi Radikalisme dan  Terorisme Pasca Hancurnya ISIS dan Berkuasanya Taliban di Afghanistan

Tak sampai di sana, salah satu dari wanita yang mengangkat senjata melawan Taliban, Salima Mazari, dilaporkan telah ditangkap. Sebelumnya, dia memperkirakan, tidak akan ada tempat bagi wanita di bawah kepemimpinan Taliban.

“Di provinsi-provinsi yang dikuasai Taliban, tidak ada wanita lagi di sana, bahkan di kota-kota. Mereka semua dipenjara di rumah mereka,” ungkap dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …