penyebaran hoax
hoaxs

Tafsir Surat An-Nur Ayat 15 : 3 Cara Penyebaran Hoax yang Wajib Diwaspadai

Mudahnya mendapatkan berita atau informasi dewasa ini selain berdampak baik bagi kehidupan bermasyarakat, juga diketahui memiliki dampak buruk yang berbahaya. Munculnya dampak buruk itu jika seseorang tak memeriksa apakah berita yang ia konsumsi itu benar adanya atau hoax. Tentunya ketika seseorang mengkonsumsi berita hoax dan membagikannya kepada khalayak, maka itu juga bisa berpotensi membahayakan.

Betapapun, berita hoax biasanya bersifat fitnah dan provokatif. Oleh karenanya potensi berbahaya ini tak hanya menimpa dirinya dan orang-orang yang terprovokasi lainnya, juga bagi orang atau kelompok yang menjadi korban atas berita hoax. Ada banyak contoh berita hoax yang beredar di Indonesia, mulai dari berita meninggalnya artis atau tokoh, vaksin mengandung chip guna mengontrol orang yang divaksin dan terakhir yang menggemparkan ialah donasi 2 Triliun.

Orang-orang yang termakan hoax yang kemudian sadar, adakalanya mereka menyesali perbuatannya. Penyesalan itu pun seringkali tiada artinya jika mereka sudah menularkan ke banyak orang lainnya dan membuat korban berita hoax itu hancur kehidupannya. Oleh karenanya, supaya penyesalan tersebut tak terjadi, maka kita semua harus mempelajari Ayat 15 dari Q.S An-Nur. Karena ayat ini menggambarkan 3 cara penyebaran berita hoax di masyarakat. Allah berfirman :

إِذۡ تَلَقَّوۡنَهُۥ بِأَلۡسِنَتِكُمۡ وَتَقُولُونَ بِأَفۡوَاهِكُم مَّا لَيۡسَ لَكُم بِهِۦ عِلۡمٞ وَتَحۡسَبُونَهُۥ هَيِّنٗا وَهُوَ عِندَ ٱللَّهِ عَظِيمٞ ١٥

“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar”

Dari ayat di atas, setidaknya ada 3 cara penyebaran hoax yang umum di masyarakat,maupun di media yang wajib diwaspadai dan teliti, di antaranya ialah:

  1. Mereka menerima berita hoax itu dari mulut ke mulut (status sosial media), lalu memperbincangkannya dan dilanjutkan dengan ikut menyebarluaskan berita hoax tersebut.
  2. Mereka memperbincangkan berita hoax tanpa mengkonfirmasi kebenaran dan asal usul berita hoax itu.
  3. Menganggap sepele berita hoax itu seakan-akan tidak berarti baginya, padahal dampak berita hoax yang menyebar luas itu sangat bahaya kerusakannya.
Baca Juga:  Tafsir Al-Baqarah Ayat 8-10 : Siapa Orang Munafik? (1)

Setelah kita tahu cara atau alur berita hoax itu beredar, maka alangkah baiknya setiap ada berita atau informasi itu dicek kebenarannya. Apalagi di masa pandemi covid-19 ini yang banyak sekali kondisi, kebijakan atau berita yang tak jelas dan sulit dikonfirmasi. Jangan sampai terjadi kebebasan berekspresi dengan menyebarkan informasi itu melahirkan efek destruktif.

4 hal Mewaspadai Penyebaran Hoax

Maka kita sebagai orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, harus menjaga diri jangan sampai kita menjadi korban informasi hoax/bohong yang setelahnya kita meyakininya. Kemudian timbul kebencian untuk memerangi kelompok lain akibat percaya informasi hoax tersebut. Oleh karenanya, sebagai umat Islam, kita wajib memperhatikan beberapa hal ketika ada informasi yang cenderung mengandung fitnah, caci maki dan kebohongan. 4 hal yang harus diperhatikan itu yakni:

  1. Siapa pembawa berita itu, apakah orang tersebut kredibilitasnya tinggi dan layak untuk dipercaya atau tidak. Setelah tahu hal ini, kita dapat bertabayyun dan kroscek kebenaran beritanya.
  2. Kita tidak perlu turut serta memperbincangkan informasi tersebut apabila telah terindikasi hoaxnya. Karena berita bohong yang terus menerus dibicarakan akan menjadi dipercaya oleh masyarakat dan menutup fakta yang sebenarnya.
  3. Kita tak usah menyebarkan informasi yang diyakini melahirkan efek buruk terhadap masyarakat luas. Apalagi kalau berita itu ternyata hoax.
  4. Jangan anggap ringan efek buruk dari informasi hoax yang beredar di masyarakat. Karena efek negatifnya bisa diluar dugaan kita. Seperti perundungan, ancaman, pembunuhan,  maupun kerusuhan.

Terakhir, kita perlu ingat juga bahwa semua perbuatan sekecil apapun kita akan dipertanggungjawabkan kepada Allah kelak di akhirat. Maka, jangan sembarangan membuat dan membagi informasi kepada orang lain. Karena jika tak jujur dan hati-hati, adzab Allah akan menanti. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam QS An Nur : 11

Baca Juga:  Tafsir Ahkam Al Baqarah 183-187 (2) : Sakit dan Perjalanan yang Membolehkan Tidak Berpuasa

إِنَّ ٱلَّذِينَ جَآءُو بِٱلۡإِفۡكِ عُصۡبَةٞ مِّنكُمۡۚ لَا تَحۡسَبُوهُ شَرّٗا لَّكُمۖ بَلۡ هُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ لِكُلِّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُم مَّا ٱكۡتَسَبَ مِنَ ٱلۡإِثۡمِۚ وَٱلَّذِي تَوَلَّىٰ كِبۡرَهُۥ مِنۡهُمۡ لَهُۥ عَذَابٌ عَظِيمٞ ١١

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

lelah

Jangan Khawatir, 7 Lelah Inilah yang Disukai Allah

Pasti kita sudah familiar dengan kalimat “biar lelah asal lillah” atau “semoga lelah ini membawa …

makna jihad yang sesunguhnya

Menjernihkan Makna Jihad yang Sesungguhnya

Kita semua sepakat bahwa jihad merupakan ibadah yang bertujuan untuk menegakkan keadilan dan kedamaian. Bukan …