Dewasa ini susah sekali membedakan antara berita bohong dan fakta sebenarnya Informasi tidak lagi dicari tetapi menghampiri ruang kehidupan sosial sehari hari Perkembangan teknologi dan informasi melalui internet yang menciptakan ruang sosial baru bernama dunia maya semakin menambah tipisnya antara opini informasi fiksi non fiksi dan fakta Setelah menghadapi gelombang besar bernama berita bohong hoax Indonesia sebenarnya dalam era teknologi dan informasi telah mengalir sindrom post truth pasca kebenaran Pada pemilihan presiden tahun 2014 yang memecah dua kubu hingga hari ini hoaks menjadi santapan yang lumrah dan menjadi penegasan diri masing masing kubu Jika semuanya mulai tersadar bahaya hoaks yang kemudian dimomentumkan melalui tsunami kebohongan yang diciptakan oleh Ratna Sarumpaet sejatinya kini Indonesia pun masuk pada kondisi post truth seperti yang dialami dalam proses pada peristiwa terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dan keluarnya Inggris Raya dari Uni Eropa Brexit Pada kedua momen itu berita hoax hoaks bohong dengan sangat mudah disebarkan kepada masyarakat luas dan mempengaruhi opini publik Jika hoax lebih diartikan sebagai dis informasi atau penyesatan informasi post truth lebih berbahaya karena masyarakat lebih memilih percaya opini dari pada fakta Sederhananya masyarakat mengakses informasi tidak pada posisi mencari kebenaran tetapi lebih pada pembenaran sesuai keyakinan sentimen dan kepercayaannya Era post truth lebih berbahaya karena tiap kelompok mengkonstruksi kebenran menurut keyakinan masing masing dan menenggelamkan fakta yang ada Hal yang lebih menonjol adalah opini dan tafsir terhadap fakta dari pada fakta itu sendiri Masyarakat yang ditimpa tafsir tafsir itu akan mengolahnya menjadi informasi yang diyakini sebagai kebenaran Sisi lain masyarakat yang mempunyai kecenderungan pemihakan terhadap kelompok akan lebih memilih mencari pembenaran dari pada kebenaran Baca juga Sadar Bahaya Hoax MUI Sudah Keluarkan Fatwa Jauh Sebelum PilpresMedia sosial hari ini menjadi semacam ladang bagi mengalirnya narasi post truth dalam berbagai dimensi baik poliitk agama ekoomi budaya bahkan kolaborasi antara semua dimensi tersebut Lihatlah betapa pemberitaan tentang kejadian konflik di Negara lain ditafsirkan dengan opini masing masing kelompok Sehingga masyarakat menjadi malas mengecek sumber informasi yang valid dan lebih memilih komentar opini dan tafsir orang lain sebagai pegangan Dari Hoax Hingga Post TruthApa itu hoax Istilah hoax atau kabar bohong yang menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia merupakan kata yang merujuk pada informasi dan berita yang menyesatkan yang tidak didukung fakta Istilah ini diperkirakan muncul pada 1808 seperti dalam buku Lynda Walsh dalam buku Sins Againts Science Hoaks berasal dari kata hocus dari mantra hocus pocus mantra yang kerap dipakai oleh pesulap Sebagaimana Alexander Boese dalam museum of Hoaxes mencatat hoax pertama yang dipublikasikan adalah almanan palsu yang dibuat oleh Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709 Sederhananya hoax adalah narasi informasi yang dikarang sebagai kebohongan Lalu bagaimana dengan post truth Istilah ini pada 2016 ditempatkan oleh Oxford Dictionary sebagai word of the year Penetapan ini dilihat dari intensitas digunakannya istilah dalam beberapa tahun khususnya dari momentum pemilihan Amerika Serikat dan peristiwa brexit Penggunaan post truth sebenanrya sudah lama digunakan dan salah satu yang menggunakannya adalah Ralp Keyes dalam karyanya The Post Truth Era Dishonesty and Deception in Contemporary Life 2004 yang banyak membahas pernyataan para politisi Amerika Post truth didefinisikan sebagai kondisi di mana pikiran bahkan emosi pribadi lebih menentukan opini public ketimbang bukti faktual Orang akan menganggap sesuatu kebenaran karena sesuai dengan keinginannya atau sesuatu dianggap benar karena banyak orang memercayainya Sederhananya di era post truth orang akan lebih banyak mencari informasi sebagai pembenaran daripada kebenaran Hoaks yang menjadi viral akan dianggap sebagai kebenaran dan tidak perlu untuk diungkap faktanya Bahayanya masyarakat akan masuk pada kondisi kebohongan sebagai masalah yang ringan dan mudah Kata kunci bahwa fakta ditenggelamkan oleh opini dan tafsir masing masing kelompok terhadap fakta yang ada Kebenaran ditinggalkan oleh pembenaran Orang mencari informasi terhadap apa yang diyakini benar bukan mencari informasi untuk mengecek kebenaran suatu peristiwa Dalam kondisi tersebut sangat mudah orang meninggalkan klarifikasi dan cek kebenaran informasi Hoaks dalam Sejarah IslamDalam Islam fenomena hoaks dan post truth sebenarnya menjadi perbincangan klasik yang sangat diwaspadai Pada masa awal Islam pasca wafatnya Nabi banyak sekali beredar hadist hadist palsu hoax yang diciptakan sesuai kepentingan politik dan kekuasaan atau kepentingan tertentu Karena itulah ulama berjuang memangkas hoaks tersebut dengan dua metode sederhana yakni memeriksa mata rantai informasi sanad da isi informasi matan Sejak dulu potensi penyebaran informasi dan kabar menyesatkan memang sudah menggejala sehingga ulama menerapkan kehati hatian dan verifikasi tabayyun Dalam sejarah Islam misalnya Qur an merekam dua kejadian penting yang berkaitan dengan penyebaran hoaks adu domba dan provokasi yang menimpa Nabi dan umat Islam Ayat pertama Hai orang orang yang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu QS Al Hujurat 6 Kemudian ayat kedua Sesungguhnya orang orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu Tiap tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar QS An Nuur 11 Ayat pertama berkenaan dengan berita bohong yang menimpa Harits ibnu Dhirar al Khuza i yang dituduh tidak mau menyerahkan zakat Atas berita itu Rasullah marah dengan memerintah pasukannya untuk menemui Harist Tetapi terbukti berita itu bohong Ayat kedua berkenaan dengan tuduhan perselingkuhan Aisyah istri tercinta Rasul dengan shafwan yang dilakukan oleh Abdullah bin Ubay Rasul pun sempat marah dengan dilanda galau sebelum akhirnya datanglah ayat an Nisa tersebut Jika seorang Nabi pun pernah dilanda kabar bohong bagaimana kita umat Islam saat ini Nabi memiliki pengawasan langsung dari Allah yang selalu memberikan kejelasan bukti dan pelajaran sementara kita umat Islam selayaknya belajar dari bahaya hoaks fitnah dan provokasi khususnya di era post truth seperti saat ini Panduan Islam dalam Menerima Informasi di Era Post TruthSekali lagi di era post truth antara kebohongan dan kebenaran fiksi dan non fiksi antara tafsir opini dan peristiwa menjadi sangat kabur Masyarakat lebih memilih emosi daripada rasio lebih memilih opini dari pada fakta lebih memilih informasi untuk pembenaran daripada kebenaran Kondisi ini sangat berbahaya karena mudah memicu kecurigaan saling tuduh perpecahan antar sesame umat Islam maupun dengan umat lain Informasi yang begitu deras setiap hari tidak memberikan kesempatan bagi kita untuk menghela nafas sekedar mencari kebenaran Kehidupan maya kita disesaki dengan berbagai informasi dari berbagai sumber Karena itulah penting bagi umat Islam agar tidak mencerna terburu buru semua kabar dan informasi sebagai kebenaran Dalam dua kejadian yang dialami Nabi di atas ada beberapa pelajaran penting dalam menerima informasi di era post truth seperti saat ini Pertama periksalah atau verifikasi tabayyun Sebagaimana dalam ayat di atas jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu QS Al Hujurat 6 Budaya tabayyun harus dikembangkan dan kedepankan oleh umat Islam saat ini Jangan karena persoalan kabar konflik luar negeri yang menimpa sesama umat Islam kita menjadi buta terhadap fakta yang sebenarnya Kedua butuhnya bukti yang kredible bukan opini dan tafsir sendiri sendiri Dari pelajaran tuduhan perselingkuhan Aisyah Allah mengajarkan agar informasi harus diperkuat dengan saksi Mengapa mereka yang menuduh itu tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang orang yang dusta QS An Nur 13 Ketiga butuh kehati hatian jangan tergesa gesa Kata kunci dari ayat tal hujurat yang menerangkan pentingnya tabayyun adalah tidak boleh terburu buru dalam menerima kabar dan informasi Tidak terburu buru untuk membenarkan apalagi menyebarkan Dalam sebuah hadist Nabi menegaskan Sungguh yang membinasakan manusia adalah sifat tergesa gesa Andai manusia mencari kepastian terlebih dahulu maka tidak ada satupun yang binasa Keempat jangan menyebarkan kabar yang tidak pasti apalagi jelas kebohongannya Dalam terusan kisah Qur an tentang tuduhan persleingkuhan Aisyah Allah mengajarkan dalam ayat 15 An Nur untuk tidak menyebarkan dari mulut ke mulut sesuatu yang belum pasti Dalam ayat berikut Allah menegaskan Dan mengapa kamu tidak berkata di waktu mendengar berita bohong itu Sekali kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini Maha Suci Engkau Ya Tuhan kami ini adalah dusta yang besar QS An Nur 16 Pelajarannya adalah sebaiknya umat Islam tidak mempercayai berbagai berita yang belum diketahui tanpa proses tabayyun dan adanya saksi yang kredibel Kelima jauhilah purba sangka Sebenarnya di era post truth ini yang paling banyak bermain adalah purba sangka Ada dimensi pra pengetahuan yang berupa keberpihakan pra sangka dan keyakinan yang menyebabkan seseorang hanya mau menerima informasi sesuai yang diingkan Karena itulah Islam mengajarkan untuk selalu membuang pra sangka sebelum ada kepastian Purba sangka hanya akan melahirkan tuduhan pergunjingan dan mencari cari kesalahan orang lain Artinya Hai orang orang yang beriman jauhilah kebanyakan purbasangka kecurigaan karena sebagian dari purba sangka itu dosa dan janganlah mencari cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertakwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang QS Al Hujurat 49 12 Keenam jangan menyebarkan sesuatu yang tidak bermanfaat Dari Abi Hurairah ra dari Rasulullah saw beliau bersabda Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam HR Bukhari dan Muslim Bahaya lisan dan tulisan di era post truth ini sangat berbahaya Jangan sampai akibat perkataan dan tulisan kita justru akan menimbulkan keresahan ketegangan bahkan perpecahan di antara sesama muslim dan umat lainnya Di era di mana pendapat pribadi lebih dianggap penting dari fakta fakta sepert saat ini umat Islam harus berhati hati Jagalah lisan dan perkataan dan kedepankan tabayyun dan ukhuwah antar sesame Jauilah purba sangka karena itu awal dari kesalahan yang akan menikam akal dan rasio kita

Tinggalkan Balasan