ibadah
ilustrasi masjid tempat ibadah umat 210413191558 451

Bersemangatlah Dalam Beribadah (1): Tiada Kesukaran dalam Agama

Allah memerintahkan kita beribadah, pastilah itu bermanfaat dan baik untuk kita sendiri. Tak mungkin ada kesukaran, pembebanan atau bahkan keburukan di dalam ibadah-ibadah yang sudah disyariatkan kepada umat nabi Muhammad SAW. Sayangnya banyak dijumpai di sekitar kita, atau mungkin bahkan diri kita sendiri merasa terbebani dengan kewajiban ibadah agama Islam yang kita anut.

Perihal perasaan di atas membuat banyak orang malas-malasan menjalaninya dan bahkan meninggalkannya. Bisa diperhatikan secara seksama, bahwa kewajiban ibadah untuk orang Islam tak ada yang berat. Semuanya ringan dan bisa dikatakan mudah. Sebagaimana syariat shalat yang hanya lima kali dalam sehari. Yang diketahui sebelumnya umat nabi Muhammad SAW mendapatkan kewajiban lima puluh kali dalam sehari. Atas kemurahan Allah dan sayangnya nabi Muhammad kepada umatnya membuat syariat shalat diringankan seperti sekarang.

Lalu terkait kewajiban berdiri saat shalat, itu juga dimutlakkan bagi yang mampu saja. Bagi orang yang sedang sakit bisa dengan duduk dan bahkan berbaring. Zakat, puasa, haji dan ibadah lain pun jika hukumnya wajib dijalani, pasti ada ketentuan khusus bagi orang yang betul-betul tak mampu melaksanakannya seperti kebanyakan orang. Jika orang tak mampu secara fisik dan finansial, maka orang tersebut tak wajib haji. Begitu juga dengan orang yang diperkirakan tak memiliki kelebihan makanan di malam dan saat hari raya, maka ia tak wajib zakat fitrah.

Begitupun ketika kita melakukan perjalanan jauh, Allah memberikan keringanan pada kita berupa syariat Qoshor dan Jama’, pun juga kebolehan untuk tidak berpuasa saat bulan ramadlan.Selain mudah dan ringannya kewajiban, Allah pun sesungguhnya bisa mengampuni perbuatan kita jika kita terlanjur melakukan dosa dan maksiat. Syaratnya dengan bertaubat atau membayar kafarat tergantung dosa apa yang dilakukan. Allah SWT mengingatkan perihal ini di dalam al-Qur’an yang berbunyi:

Baca Juga:  Jadikan Sedekah sebagai Gaya Hidup

 

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِى الدِّيْنِ مِنْ حَرَجٍۗ

Dan Ia (Allah) tidak menjadikan kesukaran untukmu dalam agama. (Al-Hajj : 78)

 

Dengan keringanan dan kemudahan yang sudah disebutkan sebelumnya, sebenarnya tak ada lagi alasan untuk kita tak bersemangat dalam beribadah. Jika sampai ada orang yang meninggalkan ibadah-ibadah itu jelas ia menyia-nyiakan kesempatan dan merugi. Sebab kemurahan Allah sesungguhnya tak sampai disitu, karena Allah juga melipatkan gandakan pahala kebaikan kita dengan 10 kali lipat bahkan lebih, dan hanya menghitung keburukan kita dengan 1 kali lipat. Sebagaimana yang Allah terangkan dalam Al-Qur’an surat Al-An’am : 160

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَه عَشْرُ اَمْثَالِهَا ۚوَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰٓى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Barangsiapa berbuat kebaikan maka ia mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan maka ia dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (dizalimi).”

Tentu masih banyak lagi keringanan dan kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada kita yang tak bisa ditulis disini. Bahkan tak mungkin ada orang yang bisa secara detail menulis keringanan dan kemudahan Allah untuk kita beribadah. Belum menghitung kekuatan dan fasilitas yang Allah berikan kepada kita untuk beribadah. Dengan demikian secara logika, masih wajarkah jika keburukan kita lebih banyak daripada amal ibadah kita? Apakah kita tak malu pada Allah dan rasulNya, yang telah banyak memberikan kemurahan, kemudahan dan kekuatan sedangkan kita bermalas-malasan? tentu diri kitalah yang bisa menjawabnya.

Buang jauh-jauh pikiran sukar terhadap agama. Mulailah berfikir dengan tauhidan. Bua tapa kita diciptakan di dunia ini kalua tidak untuk menjalankan agama. Tanpa kemurahan dan anugerah Allah, kita tak bisa apa-apa. Maka mintalah selalu taufiq dan hidayah dari Allah agar selalu berada dalam kemudahan menjalankan agama. Jangan menjadi orang yang durhaka kepada Allah. Karena sungguh itu membuat Allah benci. Dan ketika itu terjadi siksa Allah sedang menanti

Baca Juga:  Antara Maghrib dan Isya', Ini Amalan yang Dianjurkan

 

 

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

ilustrasi masjid tempat ibadah umat

Bersemangatlah dalam Beribadah (2): Cara Menghindari Kemalasan

Dalam tulisan sebelumnya, sudah dijelaskan betapa Allah SWT menganugerahkan kemurahan dan kemudahan kepada kita untuk …

rakus

Kerakusan Menyebabkan Kehinaan dan Kerusakan Agama

Salah satu sifat buruk yang harus dihindari atau bahkan jangan sampai dipunyai seseorang adalah rakus. …