lafadz sayyidina
gelar sayyid bagi Nabi

Gelar Sayyid bagi Nabi Muhammad

Terkadang, kita terlalu bangga atau bahkan jumawa dengan sebuah  gelar, gelar sarjana ataupun  gelarnon sarjana tanpa ada upaya untuk memahami nilai-nilai esensial yang dikandungnya.

Suatu pengalaman baru saya dapatkan ketika bertemu seorang yang baru saat itu saya temui. Pengalaman yang membuat harus “berpikir keras” mengenai apa arti dari sebuah gelar sarjana. Suatu hal yang dalam keseharian kita mungkin sangat membanggakan gelar tersebut,

Gelar yang merupakan buah dari belajar selama bertahun-tahun. Dan juga mungkin merupakan suatu hal yang maknanya dalam keseharian sering kita abaikan. Ialah gelar “sayyidina” atau “sayyid” untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallama.

Ada yang mempersoalkannya sebagai bid’ah. Ada pula yang menyebutnya sebagai Bebasan Kromo Inggil atau Bahasa totokromo kepada Rasulullah. Lalu bagaimana sesungguhnya pengertian sayyid dan bahasan hukumnya? Benarkah bid’ah atau Bahasa totokromo dalam sebuah panggilan?

Makna Gelar Sayyid

Secara morfologis (sharfiyyah) kata “sayyidun”( سَيِّدٌ)  berasal dari “saywidun” (سَيْوِدٌ)  (wazan “fay’ilun”( فَيْعِلٌ) ) dengan fi’il madhi “Saada” (سَادَ). Huruf  واو diganti dengan huruf ياء  (1) lalu diidghamkan.

Kata Sayyid memiliki beberapa pengertian yang antara lain; Pertama,  orang yang memiliki banyak pengikut, Kedua, orang yang paling unggul diantara kaumnya, Ketiga,  orang yang menjadi rujukan dalam urusan-urusan penting masyarakat dan Keempat,  orang yang memiliki pribadi luhur dan bijak. Al-Munawwir, 67,  Hasyiyah al-Bujairamiy ‘Ala al-Khathib, 1/115

Selain itu dalam tradisi arab Sayyid merupakan panggilan seorang budak pada majikannya.

Rasulullah SAW adalah seseorang memiliki kepribadian luhur dan bijaksana. Beliau menjadi tempat curahan hati para umatnya, beliau melebihi raja bagi rakyatnya. Maka tidak berlebihan bila gelar Sayyidina (tuan kami) disematkan pada nama Rasulullah SAW. Justru sangat aneh bila ada orang yang berasumsi bahwa menyematkan gelar Sayyidina adalah haram. Apalagi menganggap-nya sebagai bid’ah yang dapat menyebabkan kekufuran seperti asumsi sebagian pihak dewasa ini, dengan dalih bahwa Nabi SAW sendiri melarang para sahabat memanggil-nya dengan sebutan Sayyid.(3).

Baca Juga:  Joget Tik Tok Dalam Sorotan Fikih

Tinjauan Hukum Penyematan Gelar Sayyid bagi Nabi Muhammad

1. Penyematan Gelar Sayyid Bagi Nabi Muhammad SAW

Para ulama telah sepakat (ijma’) atas keabsahan penyematan gelar Sayyid bagi Nabi Muhammad SAW. Bahkan menurut asy-Syarqawi kata Sayyid telah menjadi nama bagi Nabi Muhammad SAW. Beliau sendiri telah berulang kali menyebutkan gelar Sayyid di hadapan para sahabatnya.

Sabda Nabi:

أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ

Artinya : “Aku adalah Sayyid (Pemimpin) manusia di hari kiamat.” (HR. Muslim , 502).

انا سَيِّدُ وَلَدِ أَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ اْلقَبْرُ وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ أَنَا

Artinya : “Aku adalah Sayyid (Pemimpin) keturunan Nabi Adam di hari kiamat, orang pertama yang kuburannya terbuka, orang pertama yang memberi syafa’at  dan syafaatnya diterima.’ (HR. Ahmad, 10972).

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ أَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلَافَخْرَ وَبِيَدِيْ لِوَاءُ اْلحَمْدِ وَلَافَخْرَ وَمَامِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ أَدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلَّا تَحْتَ لِوَاءِيْ

Artinya : “Aku adalah Sayyid (Pemimpin) keturunan Nabi Adam di hari kiamat dan bukan kebanggaan bagiku, dan tiada sorang nabi pun di hari itu, Adam dan selainnya, melainkan di bawah benderaku.” (HR. at-Turmudzi, 3693)

Maksud sabda Nabi SAW di atas adalah mengisahkan nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepadanya dan agar umat Islam mengetahui derajat beliau disisiNya. Tidak ada seorang pun makhluk yang menyamai atau mengungguli keagungan derajat Nabi Muhammad SAW setelah derajat Allah Yang Maha Agung. Selain Allah SWT, semuanya dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW, baik didunia mau-pun diakhirat. Meskipun dalam Hadits-hadits di atas hanya disebutkan kepemimpinan Nabi SAW pada hari kiamat saja, bukan berarti bahwa diselain hari kiamat ada yang mengunggulinya. Namun lebih disebabkan pada hari kiamat kepemimpinan beliau sangat dibutuhkan oleh seluruh manusia.

Baca Juga:  Kemiskinan Baru di tengah Pandemi, Bolehkah Mendapatkan Zakat Fitrah? Ini Kriterianya dalam Islam

Tidakkah Allah SWT sendiri menyebut Nabi Yahya dengan gelar Sayyid?

فَنَادَتْهُ اْلمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّىْ فِىْ اْلمِحْرَابِ أَنَّ اللهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىْ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللهِ وَسَيِّدًا وَحَصُوْرًا وَنَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِيْنَ

“Kemudian para malaikat memanggilnya, ketika dia berdiri melaksanakan salat di mihrab, “Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan (sayyid), berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh” QS: Ali Imran:39.

Mengatakan haram atau malah bid’ah sebutan sayyidina kepada Nabi Muhammad, adalah perkataan atau tuduhan tak berdasar yang ‘serampangan’. Tamtsilnya begini, bagaimana menurutmu, jika ada seorang anak memanggil ayahnya dengan panggilan Namanya saja, misal memanggil ayahnya dengan panggilan Dhani, Juri, Roni. Tentunya, anak tersebut akan dinilai tak beradab. Hal ini persis dengan saat menyebut Muhammad tanpa sayyidina. Sungguh panggilan yang tidak totokromo jauh dari etika yang mulia.

Bagikan Artikel ini:

About Abdul Walid

Alumni Ma’had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo

Check Also

doa iftitah

Menyanggah Ustadz Adi Hidayat yang Berulah tentang Doa Iftitah

“iini wajjahtu itu, kalau Anda teliti kitab haditsnya, itu bukan doa iftitah, tapi doa setelah …

akhlak

Ciri Gagal Beragama : Mementingkan Iman dan Syariat, Mengabaikan Akhlak

Di negeri yang seratus persen menjalankan agama secara kontinu, namun ironis, Tindakan korupsi makin menjadi …