tafsir
tafsir

Ayat-ayat Toleransi (5): Surat At-Taubah Ayat 71, Pendidikan Sosial Sebagai Jembatan Toleransi

Tulisan ini membahas tentang aspek-aspek pendidikan sosial yang terkandung dalam Surat At-Taubah Ayat 71. Hal ini menjadi penting untuk dibahas, karena pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan social manusia, baik dalam kehidupan keluarga, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pendidikan sosial merupakan suatu hal yang krusial dalam kehidupan manusia yaitu hubungan manusia dengan manusia yang lain. Hubungan tersebut berupa hubungan dalam keluarga dan hubungan dalam masyarakat. Hubungan dalam masyarakat mencakup hubungan individu dengan individu, individu dengan kelompok organisasi, serta kelompok organisasi dengan kelompok organisasi yang lain. Dalam interaksi masyarakat inilah lahir berbagai budaya yang merupakan inti dari pendidikan social. Sebagaimana firman Allah S.W.T. dalam Surat Al-Hujurat: 13: “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersukusuku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Sehingga perkumpulan yang positif menghadirkan nilai-nilai kebaikan antar sesama manusia dan lingkungan seperti tolong menolong, saling mengingatkan, mengingatkan akan kebaikan dan mencegah perbuatan yang dilarang syariat Islam. Tanpa melalui proses kependidikan, manusia dapat menjadi makhluk yang serba diliputi oleh dorongan-dorongan nafsu jahat, ingkar dan kafir terhadap Tuhannya.

Menurut pandangan Islam, manusia adalah makhluk ciptaan Allah S.W.T., yang didalam dirinya diberi kelengkapankelengkapan psikologis dan fisik yang memiliki kecenderungan ke arah yang baik dan yang buruk. Oleh karena pentingnya peranan Pendidikan maka sebagai umat muslim dalam menjalani pendidikan ini, mesti berlandaskan dengan Al-Qur’an. Di karenakan Al-Qur’an merupakan sumber dari pendidikan.

Nilai-nilai pendidikan sosial perlu ditanamkan, karena nilai sosial berfungsi sebagai acuan bertindak, berpikir, dan petunjuk bagi setiap warganya untuk menyesuaikan diri dan menjungjung tinggi nilai sosial yang ada di lingkungan masyarakat tersebut. Nilai Pendidikan sosial sebagai pedoman hidup bagi masyarakat untuk hidup harmonis, disiplin, demokrasi dan bertanggung jawab. Sebaliknya tanpa nilainilai sosial suatu masyarakat tidak akan dapat kehidupan harmonis, disiplin, dan demokratis. Dengan demikian nilai-nilai sosial sangat penting pada kehidupan masyarakat. Dalam tulisan ini bertujuan menggali, membahas, dan mendalami lebih jauh tentang ayat-ayat yang terkait dengan pendidikan sosial yang terkandung dalam Surat At-Taubah Ayat 71.

Tafsir Surat At-Taubah Ayat 71

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Terdapat beberapa ulama tafsir yang mentafsirkan ayat ini, di antaranya disampaikan oleh Muhammad Nasib ar-Rifa‟i dalam tafsir Ibnu Katsir, beliau menafsirkan surat at-Taubah ayat 71 bahwa Allah menceritakan sifat-sifat kaum mukminin yang terpuji. Allah berfirman ”Dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka merupakan penolong bagi sebagian yang lain‟, yakni mereka saling menolong dan mendukung. Dalam hadits Shahih diungkapkan, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal mereka saling mencintai dan menyayangi adalah seperti tubuh yang satu. Jika salah satu organnya mengadu, maka organ tubuh lainnya memberi perhatian lewat demam dan tidak tidur”.

Kelanjutan dari firman Allah Ta’ala, “Mereka menyuruh kepada kema’rufan, mencegah dari kemunkaran.”. Firman Allah Ta’ala, “mendirikan sholat dan menunaikan zakat” berarti mereka taat kepada Allah dan berbuat ihsan kepada makhluk-Nya. “Dan mereka taat kepada Allah dan Rosul-Nya” dalam berbagai perintah maupun larangan yang di syariatkan oleh islam bagi setiap pemeluknya. “Mereka itu akan dirahmati oleh Allah”, yakni, Allah senantiasa merahmati orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut. “Sesungguhnya Allah Maha Perkasa”, Dia memuliakan orang yang menaati-Nya, “lagi Maha Bijaksana” senantiasa menebarkan sifat-sifat ini kepada setiap mukmin dan kaum munafikin. Sesungguhnya hikmah itu terdapat di dalam segala perbuatan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi.

Pendidikan Sosial yang Terkandung dalam Surat At-Taubah 71

Pertama, Tolong Menolong

Tolong Menolong dalam bahasa arab yakni Ta’awun, yang berasal dari bahasa Arab Ta’awana, Yata’awuna, Ta’awunan, yang artinya tolong-menolong, gotong-royong, bantu-membantu dengan sesama manusia. Tolong menolong (ta’awun) adalah salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan, karena tidak ada orang yang bisa menanggung beban hidup sendirian. Dengan semangat tolong-menolong, kesejahteraan dan kemaslahatan bisa merata di kalangan masyarakat. Karena itu, Allah S.W.T. memerintahkan hambanya agar saling menolong dalam kebaikan, serta melarang saling menolong dalam keburukan.

Kedua, Amar Makruf Nahi Mungkar

Amar makruf nahi munkar merupakan salah satu pilar ajaran Islam yang sangat fundamental. Amar makruf nahi munkar ibarat dua sisi dari satu keping mata uang yang sama. Amar ma’ruf mengandung anasir nahi munkar dan nahi munkar mengandung anasir amar ma’ruf. Amar ma’ruf mengandung arti memerintahkan orang untuk beriman kepada Allah S.W.T., dan Rasul-Nya dan melaksanakan syariat-Nya.

Nahi munkar mengandung arti mencegah dari kemusyrikan, mendustakan Nabi S.A.W., dan mencegah dari apa yang dilarang-Nya. Peran amar makruf nahi mungkar sangatlah penting dan menjadi pilar utama masyarakat Islam. Penegakan amar makruf nahi munkar yang dilakukan di masyarakat yang sesuai dengan etika dan tuntunan Islam yang benar akan mengantarkan kepada terwujudnya suatu kondisi yang mendorong manusia untuk berlomba-lomba dalam berbuat baik, dan saling menjaga serta melindungi dari segala bentuk keburukan. Bahkan meningkatkan kualitas hidup di berbagai aspek kehidupan manusia, ibadah, mualamah, politik, ekonomi, budaya, keamanan, ilmu pengetahuan, teknologi, industri, hasil bumi, kekayaan alam dan sektor kehidupan lainnya.

Peran penting amar makruf nahi munkar ini semakin jelas tertuang dalam beberapa ayat, antara lain: 1) Q.S. [3]: 104, yang berbicara tentang pintu gerbang keberuntungan; 2) Q.S. [3]: 110 yang berbicara tentang ciri umat terbaik; 3) Q.S. [3]: 114, yang berbicara tentang pembangunan akhlak terpuji; 4) Q.S. [7]: 157, yang berbicara tentang tugas mulia para nabi; 5) Q.S. [9]: 71, yang berbicara tentang penyebab turunnya rahmat; 6) Q.S. [22]: 41, yang berbicara tentang sifat-sifat orang mukmin. Sedangkan cara untuk melakukan amal makruf nahi mungkar tersebut, umat Islam dapat mengacu pada ayat: 1) Q.S. [32]: 17; 2) Q.S. [33]: 21; 3) Q.S. [68]: 4; 4) Q.S. [3]: 159; 5) Q.S. [16]: 125.

Ketiga, Solidaritas Sosial

Solidaritas sosial adalah perasaan emosional dan moral yang terbentuk pada hubungan antar individu atau kelompok berdasarkan rasa saling percaya, kesamaan tujuan dan cita-cita, adanya kesetiakawanan dan rasa sepenanggungan. Solidaritas sosial dapat terbentuk melalui ibadah salat. Berkumpul dalam barisan salat jamaah yang rapat dan rapi bukan hanya sarana untuk saling mengenal antara sesama muslim. Melainkan juga efektif dalam menyatukan hati dan menghilangkan kedengkian. Itulah wujud persatuan seperti yang disiratkan dalam al-Qur’an.

Keempat, Persaudaraan

Salah satu konsep terpenting dalam sistem sosial Islam adalah konsep Ukhuwwah (persaudaraan), baik persaudaraan seiman seagama (Ukhuwwah imaniyah), maupun saudara sesama umat manusia (Ukhuwwah basyariyah). Persaudaraan adalah ikatan kejiwaan yang mendalam tentang kasih sayang, kecintaan, dan penghormatan terhadap setiap orang yang diikat oleh perjanjianperjanjian akidah Islamiah, keimanan dan ketakwaan.

Persaudaraan yang benar ini melahirkan perasaan-perasaan mulia di dalam jiwa muslim, seperti saling tolongmenolong, mengutamakan orang lain, saling menyayangi, dan memberi maaf. Di samping itu juga dapat menjauhkan sikapsikap negatif, seperti menjauhi setiap hal yang membahayakan manusia di dalam diri, harta, dan kehormatan mereka. Islam telah menganjurkan persaudaraan ini di jalan Allah, dan telah menjelaskan segala permasalahan dan kelazimannya di dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Nabawi.

Betapa banyak nash yang mengulas secara tajam tentang persaudaraan, keunggulan kedudukan serta pengaruhnya dalam membangun kualitas masyarakat muslim. Sebagaimana telah dianjurkan untuk saling menguatkan dalam mencapai setiap urusan, dimana Allah S.W.T., telah menetapkan hubungan persaudaraan dalam keimanan, “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (QS. [49]: 10. Semua itu tanpa terkecuali, baik dari jenis, warna atau keturunan.

Bagikan Artikel ini:

About Ainun Helty

Avatar of Ainun Helty
Alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif hidayatullah.

Check Also

gagal menikah

Pasangan dari Sukabumi Gagal Menikah karena Pengantin Wanita Meminta Mahar Sertifikat Rumah, Lalu Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Mahar?

Beberapa hari lalu muncul berita Viral di sosial media, pasangan dari Sukabumi, Jawa Barat, gagal …

hari guru

Selamat Hari Guru Nasional : Kedudukan dan Sifat yang dimiliki Guru Menurut Ajaran Islam

Pada hari ini, tanggal 25 november 2022, diperingati sebagai hari guru nasional yang mana kita …