8 fungsi keluarga
8 fungsi keluarga

Momentum Menguatkan Kembali 8 Fungsi Keluarga di Masa Pandemi

Meningginya kasus Covid – 19 hingga menyentuh angka 30 ribu kasus baru per hari memaksa pemerintah Indonesia untuk menarik rem darurat. Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bersifat lebih ketat daripada PPKM Mikro. Dalam paket kebijakan ini ditegaskan bahwa kegiatan masyarakat di luar rumah dihentikan dan dibatasi, meliputi sector pekerjaan non esensial, perayaan dan kegiatan keagamaan maupun sosial budaya, perayaan pernikahan dan hajatan lainnya, serta aktifitas pembelajaran pun dilakukan secara daring untuk semua jenjang.

 
Langkah kebijakan ini penting dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19 menjadi semakin luas dan semakin tak terkendali. Menjaga diri dan keluarga dari wabah penyakit merupakan ikhtiar yang wajib hukumnya, sebab ikhtiar ini sesuai dengan salah satu tujuan syariah yakni “hifdzun nafs”. Hifdzun nafs berarti upaya yang bertujuan untuk melindungi diri dan jiwa kita dari hal hal yang merugikan dan mengancam jiwa seperti wabah penyakit, aneka jenis kejahatan dan kedzaliman.

Melalui kebijakan PPKM Darurat, Pemerintah Indonesia mendorong masyarakat untuk menjalankan aktifitas dari rumah. Rumah menjadi benteng pertahanan diri kita dan keluarga dari wabah yang merajalela. Dalam rumah, kita dan keluarga saling menguatkan dan menjaga satu sama lain agar bisa melewati masa sulit ini dengan bijak dan selamat. Oleh karena itu, penting kiranya untuk kita menguatkan kembali 8 fungsi keluarga.

Keluarga adalah rumah, bersama keluarga membuat hati kita nyaman dan tenteram. Di masa PPKM seperti saat ini, keluarga menjadi lingkaran terkecil tempat kita saling bergandengan tangan dan menjaga keselamatan. Dalam Al-qur’an, Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (Qur’an surat At-tahrim ayat 6).

Baca Juga:  Rumah Ibadah Ditutup Selama PPKM Darurat, JK: Salah Satu Cara Terbaik Lindungi Masyarakat dari Covid-19

Menurut Tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah / Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi, ayat di atas mengandung perintah agar setiap kita menjaga diri dengan menunaikan perintah Allah dan menjauhi laranganNya serta bertaubat dari perbuatan yang membuat Allah murka dan mengundang azab. Serta menjaga seluruh anggota keluarga, dengan cara mendidik, mengajarkan serta mengajak mereka untuk menunaikan perintah-perintah Allah. Seorang hamba tidak akan selamat hingga menunaikan perintah Allah terhadap dirinya sendiri dan orang-orang yang ada di bawah otoritasnya seperti pasangan hidup dan anak anak, serta yang lainnya yang berada di bawah tanggung jawabnya.

Dalam konteks pandemi seperti sekarang, menjaga diri dan mengupayakan keselamatan jiwa dan keluarga adalah kewajiban. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah r.a. berikut:

“Dari Siti Aisyah RA, ia berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW perihal tha‘un, lalu Rasulullah SAW memberitahukanku, dahulu, tha’un adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tetapi Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang beriman. Maka tiada seorang pun yang tertimpa tha’un, kemudian ia menahan diri di rumah dengan sabar serta mengharapkan ridha-Nya seraya menyadari bahwa tha’un tidak akan menimpanya selain telah menjadi ketentuan Allah untuknya, niscaya ia akan memperoleh ganjaran seperti pahala orang yang mati syahid,” (HR. Bukhari, Nasa’i dan Ahmad).

Penguatan 8 Fungsi Keluarga

Penguatan 8 fungsi keluarga menjadi penting khususnya dalam menghadapi masa kritis pandemi yang tak pasti kapan akan berakhir. Rumah tangga dan keluarga yang kokoh, saling mendukung, mengasihi dan menjaga satu sama lain adalah system dukungan dan pertahanan yang krusial. Sebab pandemic ini tidak hanya menyerang dari aspek kesehatan biologis. Pandemi ini juga berimbas pada berbagai aspek dalam hidup kita. Kesehatan spiritual, finansial, emosional dan psikologis juga rentan terhadap berbagai dampak susulan yang membuat siapa saja yang tak siap akan tumbang.

Baca Juga:  PPKM Darurat, Gus Mus Salurkan Hobi Memasak Makanan Zaman Firaun

Setiap fungsi dalam 8 fungsi keluarga mengandung nilai moral yang perlu dilatih sehingga menjadi kebiasaan pada setiap  anggota  keluarga. Kebiasaan yang terbentuk sejak dini akan membangun karakter setiap anggota keluarga dan menjadi system ketahanan diri yang tangguh khususnya dalam menghadapi masa genting seperti pandemic ini, Kedelapan fungsi keluarga tersebut antara lain fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, dan fungsi lingkungan.

(1) Fungsi agama adalah bagaimana seluruh anggota keluarga dapat melaksanakan ibadah dengan penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebagai mahkluk beriman tentunya kita diminta untuk tetap bersabar dan tabah menghadapi ujian dan cobaan ini, dengan tetap meningkatkan ibadah baik yang bersifat mahdlah maupun ghoiru mahdhah. Hikmah beribadah di rumah misalnya, suami, istri dan anak-anak bisa menjalankan sholat berjemaah di rumah, tadarus bersama serta dzikir secara istiqomah.

(2) Fungsi sosial budaya yaitu bagaimana keluarga dapat mengenalkan budaya Indonesia sebagai dasar-dasar nilai kehidupan seperti toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kerukunan, dan kebangsaan atau nasionalisme. Hal ini mengajak seluruh keluarga untuk saling membantu keluarga lainnya yang terkena dampat wabah covid 19. Selain itu, bentuk cinta tanah air kita dengan mematuhi arahan pemerintah untuk tetap berada dirumah.

(3) Fungsi cinta kasih yaitu keluarga diharapkan dapat membina cinta kasih yang ditandai dengan rasa dekat, akrab antara seluruh anggota keluarga sehingga timbul suasana aman, damai dan tenteram. Dengan arahan tetap dirumah, akan semakin memupuk rasa cinta kasih dan merekatkan hubungan diantara anggota keluarga, lebih banyak waktu untuk saling mengobrol dan bertukar pikiran, termasuk didalamnya menanamkan empati dan peduli dengan keluarga lainnya

(4) Fungsi perlindungan yaitu keluarga menjadi pelindung pertama dan utama dalam menyampaikan kebenaran dan keteladanan kepada anak. Keluarga harus mampu memberikan rasa aman terhadap paparan virus dan penyakit, juga mengajak anggota keluarga untuk tidak berada di lingkungan keramaian dan menjaga jarak aman dari orang yang sedang sakit atau diduga terkena virus atau penyakit.

Baca Juga:  Miras : Dosa Besar sebagai Pintu Dosa Besar Lainnya

(5) Fungsi reproduksi yaitu keluarga menjadi pengatur reproduksi sehat dan terencana sehingga anak-anak yang dilahirkan menjadi generasi penerus yang berkualitas. Memberikan edukasi kepada orang-orang yang rentan seperti balita, ibu hamil dan lansia untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imunitas dan mengurangi aktivitas diluar rumah.

(6) Fungsi sosialisasi dan pendidikan dimana orang tua berkewajiban mengasuh dan mendidik anak dengan cara memberikan bimbingan dalam pembentukan karakter sehingga menjadi sumber daya manusia yang ulet, kreatif, bertanggung jawab, dan berbudi luhur. Setiap keluarga memberikan pemahaman untuk menanamkan nilai dan norma berkomunikasi yang sehat, memastikan setiap anggota keluarga untuk menjalankan etika dan tata cara hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan dan etika ketika batuk.

(7) Fungsi ekonomi yaitu orang tua mengajarkan sikap hemat dan gemar menabung sejak dini serta menumbuhkan jiwa berwirausaha sejak masa kanak-kanak. Menanamkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat, kesehatan adalah harta yang tidak ternilai harganya, menyadari bahwa sehat itu murah dan biaya berobat itu mahal.

(8) Fungsi pemeliharaan lingkungan yaitu keluarga siap dan sanggup memelihara kelestarian lingkungan dengan menanamkan nilai-nilai disiplin dan perilaku hidup bersih sejak dini. Dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta bersama keluarga lainnya bergotong royong agar terhindar dari paparan virus dan penyakit.

Demikian 8 fungsi keluarga sebagaimana dilansir dari situs bkkbn. Momentum PPKM darurat ini menjadi waktu yang tepat bagi kita untuk menguatkan kembali 8 fungsi keluarga yang mungkin sebelumnya kurang terbangun dengan baik. Insya Allah dengan menguatkan kembali 8 fungsi keluarga ini, kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan dalam mengahapi masa darurat Covid 19, serta mendapatkan rahmat dan hidayah Allah dalam membangun keluarga yang Tangguh, Sakinah, mawaddah war rahmah.

Bagikan Artikel ini:

About Nuroniyah Afif

Avatar of Nuroniyah Afif

Check Also

anak terkonfirmasi covid-19

Anak Terkonfirmasi Covid-19, Jangan Panik! Berikut Ikhtiar Lahir dan Batin untuk Dilakukan

Grafik kenaikan kasus Covid – 19 di Indonesia belum menunjukkan tanda akan melandai. Covid – …

mendidik anak

Seni Menyayangi Anak Ala Nabi Muhammad

Salah satu hadits Nabi Muhammad tentang peran penting orang tua bagi anak anaknya yang sering …