Bendera LGBT
Bendera LGBT

Tangkap Mahasiswa Pelaku Pelecehan Kabah, Homoseksual Haram Dalam Islam

Istanbul – Otoritas Keamanan Turki menangkap mahasiswa pelaku pelecehan Kabah dengan meletakkan Kabah disamping bendera pelangi simbol LGBT dalam pameran di Universitas Bogazici. Penangkapan itu dilakukan beberapa waktu lalu dan sekarang sidang pengadilan tengah digelar buat para pelaku.

“Homoseksualitas terlarang dan haram dalam Islam,” bunyi pembelakaan Kementerian kehakiman Turki dalam pembelaannya di Mahkamah Konstitusi.

Dilansir di ahvalnews.com via laman republika.co.id, Kamis (19/8/2021) Kementerian berpendapat bahwa penangkapan itu sesuai dengan hukum.

Sebelumnya, tujuh mahasiswa dari Universitas Bogazici di Turki menghadiri sidang di Istanbul pada  Maret, dengan tuduhan secara terbuka menghina nilai-nilai agama melalui sebuah lukisan yang menggambarkan situs suci umat Islam Kakbah.

Lukisan tersebut menunjukkan sosok mitologis Shahmaran, Master of Snakes, ditumpangkan pada gambar Ka’bah, dengan bendera LGBT ditempatkan di sudut-sudut kanvas.

Gambar tersebut merupakan karya anonim untuk sebuah pameran yang diadakan para mahasiswa sebagai bagian dari protes terhadap penunjukan seorang loyalis partai yang berkuasa oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sebagai rektor Bogazici pada bulan Januari.

Selahattin Can Uguzes, salah satu mahasiswa yang ditahan selama pameran, mengajukan permohonan individu ke Mahkamah Konstitusi dengan alasan bahwa haknya atas kebebasan dan keamanan pribadi dilanggar. Kementerian Kehakiman mengatakan tuduhan Uguzes tidak berdasar.

“Keputusan tentang penahanan pemohon memiliki tujuan yang sah untuk melindungi hak-hak orang lain dan untuk melindungi ketertiban umum,” kata kementerian itu.

Dalam dakwaannya terhadap para mahasiswa, kepala jaksa penuntut umum Istanbul juga mencatat bahwa bendera LGBT adalah simbol homoseksualitas dan orientasi seksual lainnya yang dianggap terlarang dan haram dalam literatur agama Islam.

Namun Levent Piskin, salah satu pengacara mahasiswa tersebut, mengatakan dakwaan tersebut termasuk referensi hukum Syariah, dan dengan demikian melanggar konstitusi Turki yang menyatakan bahwa Turki adalah negara sekuler tanpa agama resmi.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Pangeran Sultan bin Salman, Manusia Pertama Baca Alquran di Ruang Angkasa

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ali Kalora

Pentolan Teroris Mujahidin Indonesia Timur Ali Kalora Tewas Ditembak Satgas Madago Raya

Palu – Setelah melakukan perburuan intensif, Satgas Madago Raya akhirnya berhasil menembak mati tokoh teroris …

Dr Adnan Anwar

Silaturahmi Nasional Penting Sebagai Sarana Tabayyun Dalam Menjaga NKRI

Jakarta – Dalam konteks berbangsa dan bernegara, persaudaraan tidak hanya dibangun atas dasar persamaan keyakinan, …