perhatian al-quran tentang orang berilmu
al Quran

Perhatian Al-Quran Terhadap Ilmu Pengetahuan dan Orang Berilmu

Di antara tujuan Syari’at Islam adalah menjaga akal sehingga manusia dapat belajar dan juga beribada kepada Allah SWT dengan mata hati, cahaya dan pemahaman yang benar.

Rasulullah SAW bersabda,

“Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah SWT maka Dia akan membuatnya faqih dalam agama. Dan ilmu itu hanya dapat diraihnya dengan belajar,” (HR. Bukhari).

Ilmu pengetahuan, ulama, dan para penuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Al-Qur’an telah menegaskan hal itu dalam banyak ayat.

Al-Qur’an banyak berisi ayat yang menunjukkan ketinggian ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu (Ulama).

Ilmu pengetahuan merupakan dasar bagi pemahaman yang benar atas akidah Islam, Syari’atnya dan bagaimana menerapkannya.

Sebagai pemuliaan terhadap ilmu pengetahuan, ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah ayat yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman,

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5).

Allah SWT juga bersumpah dengan salah satu perangkat ilmu yang paling penting, Allah SWT berfirman,

“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis, berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukan orang gila. Dia sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam: 1-4).

Banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang orang ilmu (ulama) dan kedudukan mereka di sisi Allah SWT. Di antaranya adalah firman Allah SWT,

“Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mentahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakal-lah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar: 9).

Baca Juga:  Jangan Berlebihan Mencintai Sesuatu, Ingatlah ! Latta & Uzza Jadi Sesembahan karena Cinta yang Berlebihan

Allah SWT juga berfirman,

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Ulama atau orang yang berilmu dinilai sebagai orang yang paling mengetahui, memahami, dan beriman terhadap apa yang diturunkan oleh Allah SWT.

Sejatinya, Allah SWT memerintahkan kepada manusia secara umum, dan para ulama secara khusus, untuk meneliti ciptaan Allah SWT di dunia ini, sehingga mereka makin bertambah keyakinannya terhadap kekuasaan Allah SWT.

Katakanlah, ‘Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, bagaimana Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut: 20).

Secara umum Al-Qur’an mendorong manusia untuk mencari ilmu dan terus menambahnya. Karena ilmu pengetahuan tidak ada batasnya.

Al-Qur’an banyak mengandung mukjizat ilmiah dalam banyak bidang, seperti kedokteran, astronomi, matematika, sosial, pertanian, geologi, dan masih banyak lainnya. Dan sebagian lagi masih menjadi misteri, yang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Namun demikian, kita tidak boleh melihat Al-Qur’an sebagai ilmu pengetahuan atau budaya, karena Al-Qur’an lebih tinggi dari semua itu. Al-Qur’an adalah kitab Allah SWT yang menjelaskan, menyeluruhm dan sempurna, sebagaimana difirmankan Allah SWT,

“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (QS. An_nahl: 89).

Pada kesimpulannya, secara realistis telah dibuktikan bahwa Al-Qur’an mempunyai peran besar dalam mengantarkan kita kepada kesuksesan.

Al-Qur’an memberikan kekuatan kemampuan daya pikir dan cara bicara, juga menenagkan jiwa sehingga mengerakkan kita untuk belajar dan menangkap ilmu pengetahuan.

Bagikan Artikel ini:

About Muhammad Hasan Izzurrahman

Avatar of Muhammad Hasan Izzurrahman

Check Also

islam radikal

Islam Radikal di Indonesia (2) : Memahami ideologi dan Corak Radikalisme

Berbicara Islam radikal, saya mencoba memulainya dengan pertanyaan apa warna ideologi yang khas dari sebuah …

islam radikal

Islam Radikal di Indonesia (1) : Memahami Istilah dan Menghindari Stigmatisasi

Munculnya gerakan keagamaan yang bersifat radikal merupakan fenomena penting yang turut mewarnai citra Islam kontemporer …