Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdul Latif Al Sheikh
Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdul Latif Al Sheikh

Picu Kontroversi, Menteri Urusan Islam Arab Saudi Tetap Keukeuh Dengan Pembatasan Toa

Jakarta – Keputusan pemerintah Kerajaan Arab Saudi membatasi penggunaan pengeras suara masjid atau toa ternyata memicu kontroversi. Kontroversi itu berupa pro dan kontra, yang menambah kegaduhan di tengah upaya pemerintah Kerajaan Arab Saudi memerangi penyebaran Covid-19.

Namun Menteri Urusan Islam Arab Saudi Abdullatif al-Sheikh tetap keukeuh dengan keputusan itu. Dikutip dari AFP, Selasa (1/6/2021), Abdullatif al-Sheikh menegaskan bahwa perintah membatasi volume pengeras suara masjid dipicu oleh keluhan warga bahwa volume keras menyebabkan gangguan pada anak-anak serta orang tua.

Dalam kebijakan utama yang diumumkan pekan lalu di Saudi, Kementerian Urusan Islam mengatakan pengeras suara masjid harus diatur tidak lebih dari sepertiga volume maksimumnya. Pengeras suara hanya untuk mengumandangkan azan dan iqomah, memicu reaksi di media sosial.

“Mereka yang ingin salat tidak perlu menunggu … azan imam,” kata Abdullatif al-Sheikh dalam sebuah video yang diterbitkan oleh televisi pemerintah.

“Mereka harus berada di masjid lebih dulu,” imbuhnya.

Abdullatif al-Sheikh mengatakan, beberapa saluran televisi juga menyiarkan doa dan pembacaan Alquran, dan dia pun menyarankan pengeras suara masjid untuk tujuan yang terbatas.

Di negara yang memiliki puluhan ribu masjid itu, banyak yang menyambut baik langkah untuk mengurangi tingkat desibel tersebut. Namun, keputusan itu juga menimbulkan kebencian di media sosial, dengan tagar yang menyerukan pelarangan musik keras di restoran dan kafe, banyak mendapat dukungan.

Abdullatif al-Sheikh mengatakan kritik terhadap kebijakan itu disebarkan oleh “musuh kerajaan” yang ingin membentuk opini publik.

Kebijakan pembatasan pengeras suara masjid itu adalah bagian dari gerakan liberalisasi besar-besaran dari penguasa de facto, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah mendorong era keterbukaan baru.

Bagikan Artikel ini:
Baca Juga:  Arab Saudi Masih Lockdown, Dubes Ungkap Suasana Lebaran di Arab Saudi dan Mesir

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

20210923170611

Taliban Akan Kembali Berlakukan Hukum Potong Tangan

KABUL – Pasca berhasil menguasai Afganistan, Taliban selalu menjadi perbincangan, berbagai spekulasi dan analisis diutarakan oleh …

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berbicara di depan Majelis Umum PBB

Turki di Garis Terdepan Perang Melawan Islamofobia

New York – Turki siap mengambil peran utama dalam berperang melawan Islamofobia di komunitas internasional. …