menata sandal kiayi
menata sandal kiayi

Ini Penjelasan Kebiasaan Santri Menata Sandal Kiainya

Berkah, secara sederhana artinya bertambahnya kebaikan. Tak dapat dipungkiri bahwa sesungguhnya yang memberikan keberkahan itu adalah Allah. Namun kadangkala, Allah tidak memberikan secara langsung kepada hambaNya, melainkan lewat perantara. Nah, perantara dalam hal ini adalah segala apa yang dikehendaki Allah.

Beberapa yang dikehendaki Allah untuk dititipi keberkahan adalah para nabi dan rasul, wali, ulama ataupun kiai. Oleh karenanya, mereka seringkali dimintai keberkahan oleh umatnya. Umat pun punya cara sendiri-sendiri mencari/meminta berkah dari mereka. Tak terkecuali kalangan santri.

Dikalangan santri atau pencari ilmu agama, salah satu cara agar bisa mendapatkan keberkahan yang Allah titipkan kepada kiainya yakni dengan menata sandal beliau. Selain menata sandal kiainya, para santri pun biasanya berlomba-lomba meminum sisa air dalam gelas kiainya dan menaruh sejadah di lantai yang akan dilalui kiainya.

Namun demikian, kebiasaan-kebiasaan para santri di atas oleh aliran wahabi dan orang-orang yang belum tahu namun sudah terprovokasi itu dianggapnya syirik atau menyekutukan Allah. Padahal sebaliknya, para santri semata-mata lakukan hal-hal di atas dasar ingin mendapatkan ridla Allah melalui ridla kiai. Jika sudah ridla, maka keberkahan akan selalu para santri rasakan dalam hidupnya.

Karena seperti yang kita tahu, ridla Allah itu tercermin dari ridla-nya orang tua dan guru. Logikanya, ridla itu didapat ketika kiai/ulama/wali/orang tua senang terhadap apa yang dilakukan oleh kita (santri). Contohnya yakni menata sandalnya beliau-beliau di atas. Tak mungkin mereka tak senang atau ridla, pasti mereka ridla dan mendoakan kebaikan kepada kita (santri).

Di zaman nabi SAW masih hidup, ternyata beliau pernah mendoakan keberkahan kepada salah satu sahabatnya. Sahabat itu bernama Salam. Ia mendapatkan kemuliaan tersebut karena selalu menata sandalnya nabi SAW dan beliau pun senang dan ridla kepadanya. Sahabat Salam kala itu  masihlah seorang bocah berumur belasan tahun

Baca Juga:  Surau di Minangkabau: Sejarah dan Kontribusinya dalam Penyebaran Islam

Salam selalu menyempatkan datang terlebih dulu ke Masjid sebelum Nabi SAW datang. Setelah nabi SAW masuk Masjid, Salman kemudian bergegas merapikan dan membalik posisi sandal Rasulullah. Hal itu dilakukan setiap hari sehingga membuat Rasulullah SAW penasaran untuk mengetahui siapa yang melakukan itu.

Suatu kali saat masuk Masjid, Rasulullah SAW sengaja bersembunyi untuk melihat siapa orang yang merapikan dan mengubah letak sandalnya. Saat itulah dilihatlah Salman yang melakukannya. Nabi Muhammad SAW lalu mendoakan Salman supaya menjadi orang yang alim dalam ilmu Fiqih. Setelah dewasa dikalangan ulama, Salman dikenal kemudian sebagai ahli Fiqh sesuai Nabi SAW doakan terhadapnya

Selain pernah dilakukan oleh seorang sahabat nabi SAW dulu, keutamaan menata sandal kiai/wali/ulama (pewaris nabi SAW) itu dikarenakan fungsi sandal yang penting. Sebagaimana menurut Habib Zain bin Ibrahim bin Smith dalam kitab “al-Fawaid al-Mukhtar Li Saliki Thoriq al-Akhirah.”

التبرُّكُ بالنَّعلين من الوليِّ أفضلُ منه بغيرهما لأنهما يَحمِلانِ الجُثَّةَ كلَّها . ( الفوائد المختارة : ٥٧٠ )

“Ngalap berkah melalui sandal seorang Wali labih utama dari pada dengan selainnya. Karena sandal di gunakan untuk membawa jasad seutuhnya.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa menata sandal kiai yang dilakukan oleh para santri itu tidak asal-asalan tanpa rujukan. Itu pun bukan syirik. Melainkan itu bernilai ibadah. Karena pada hakikatnya, yang para santri lakukan itu amal kebaikan yang diridlai oleh kiai/guru/orang tuanya Pasti setelahnya, Allah pun ridla dan memberikan keberkahan kepada para santri. Contoh baik menata sandal selain yang dilakukan sahabat Salam di atas yakni dua Kiai besar Indonesia yaitu KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari.

Kedua tokoh pendiri dua organisasi agama dan kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini lakukan hal tersebut saat bersama-sama berguru pada KH. Sholeh Darat Semarang. Hampir setiap hari, keduanya selalu berebutan dan bersaing untuk dapat menata sandal Kiainya. Sebagai ganjarannya, karena perbuatannya itu dimata Kiai keduanya dipandang sangat istimewa dan akhirnya menjadi santri-santri yang mendapatkan keberkahan ilmu yang didapat.

Bagikan Artikel ini:

About M. Alfiyan Dzulfikar

Avatar of M. Alfiyan Dzulfikar

Check Also

doa penutup

Inilah Doa atau Bacaan Penutup Acara yang Sering Dibaca Para Sahabat Rasulullah

  وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. …

lelah

Jangan Khawatir, 7 Lelah Inilah yang Disukai Allah

Pasti kita sudah familiar dengan kalimat “biar lelah asal lillah” atau “semoga lelah ini membawa …