anak anak dalam islam
anak anak dalam islam

Amalan dan Keutamaan Surat Al-Fatihah untuk Mewujudkan Anak Menjadi Penyejuk Hati

Allah swt mengelompokkan kedudukan anak di dunia ke dalam 4 jenis. Yakni, anak sebagai penyejuk hati, anak sebagai perhiasan dunia, anak sebagai ujian atau fitnah dan terakhir, dan anak sebagai musuh. Siapapun orang tua yang menginginkan kebaikan untuk anaknya, dalam hati menyimpan harap agar anak-anaknya tergolong dalam kelas yang pertama, yakni sebagai qurrota a’yun, kehadirannya membawa kesejukan dan manfaat bagi sekalian alam.

Dalam Al-qur’an, ayat yang menjelaskan tentang hal ini adalah Al-Furqan ayat 74:

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Dalam ayat di atas, harapan terhadap anak terilustrasikan dalam frasa “qurrota a’yun” yang secara harfiah bermakna penyejuk hati atau yang dalam tafsir Al-Wajiz karya Syaikh Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili juga dimaknai sebagai keturunan yang mendamaikan hati. Anak – anak yang tergolong dalam kelas ini adalah generasi yang taat kepada Allah swt, berilmu lagi beramal.

Mendidik anak menjadi generasi qurrota a’yun membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Anak-anak yang menjadi penyejuk hati tidak serta merta mewujud demikian adanya. Orang tua sebagai pengemban amanat dalam membesarkan dan mendidik putra putri, memiliki kontribusi yang signifikan. Sebagaimana pepatah yang mengatakan, buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

Anak yang menyejukkan hati karena ketaqwaannya kepada Allah swt dan keistiqamahannya di atas kebenaran, adalah anak anak yang terbiasa tumbuh dalam lingkungan yang seirama. Orang tua lah yang berperan dalam membentuk kebiasaan mulia itu.

Baca Juga:  Cara Ikhtiar dan Doa dalam Mencari Jodoh

Menerapkan pola asuh yang mengantar anak menjadi golongan qurrota a’yun dapat dimulai dengan rutin mendoakan dan mengirimkan hadiah surat Al-fatihah yang ditujukan khusus untuk anak anak kita. Mengirimkan doa dan bacaan surat Al-fatihah  khusus kepada anak merupakan rangkaian dari usaha spiritual yang dampaknya pun akan terasa pada aspek rohani sang anak. Sebagaimana dahaga lahir yang terobati setelah minum minuman yang segar, begitu pula dahaga batin sang anak akan hilang setelah mendapat siraman doa dan fatihah dari ayah dan ibunya.

Amalan Surat Al Fatihah untuk Anak

Ustadz Ahmad Ali MD menuliskan bahwa Al-Fâtihah itu multiguna, multifungsi. Setidaknya bisa diibaratkan kunci Inggris, simpel dan praktis. Dikatakan multiguna, karena al-Fâtihah adalah umm al-qur’ân dan umm al-kitâb (induk kitab suci Al-Qur’an), juga asâs al-qur’ân (fondasi Al-Qur’an), al-sab‘al-matsânî (tujuh ayat yang dibaca berulang kali dalam setiap shalat), al-qur’ân al-‘adhîm (surat yang mencakup tujuan Al-Qur’an, tauhid, nubuwwah, hari akhir, dan ibadah), al-syifâ’ (obat), serta al-shalâh (shalat/doa).

Amalan ini telah banyak dilakukan oleh para alim ulama dan terbukti manfaatnya, karena surat alfatihah sendiri memiliki keutamaan yang luar biasa. Beberapa tata cara khusus yang bisa kita ikuti dalam mendoakan putra putri menjadi generasi qurrota a’yun, dengan bersandar pada petunjuk para kyai, dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Amalan dari K.H Djamaluddin Ahmad Tambakberas Jombang
    (1) Hendaknya Ibu selalu berpuasa di hari wetonnya anak. Jika Ibu sedang berhalangan, maka diwakilkan kepada ayahnya.
    (2) Setelah melaksanakan salat qiyamullail membaca surat al Fatihah untuk anaknya sebanyak 41x, lalu dilanjutkan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Dilakukan minimal seminggu sekali. Jika tidak bisa, minimal satu bulan sekali.
  2. Amalan dari K.H Ulil Albab Arwani Amin pengasuh PP. Yanbu’ul Qur’an Kudus. Setelah melaksanakan shalat qiyamullail, siapkan air, lalu bacalah surah al Fatihah sebanyak 71x (khususon ila ruhi wa jasadiwa qolbi …. sebut nama anak).
    Lalu setelah salat subuh, bacalah bismillahirrahmanirrahim sebanyak 786x, kemudian tiupkan ke air yang sudah disiapkan. Setelah itu berikan kepada anak untuk di minum.
  3. Amalan dari almarhumah Ibu Nyai Hj. Ismah binti Abdullah Salam (garwo K.H Ulin Nuha Arwani Amin)
    Setiap selesai salat fardhu, orangtua mengirim bacaan surat al Fatihah untuk anaknya sebanyak 11x (khususon ila ruhi wa jasadi, wa qolbi …. sebut nama anak) (referensi: Siti Mariatul Mahfudho, PCINU Sudan).
Baca Juga:  Hikmah Isra’ Mi’raj: Optimalisasi Peran Masjid

Terkadang sebagai orang tua, kita menginginkan yang terbaik untuk anak dalam segala hal, namun belum mengerti bagaimana memulainya. Insya Allah dengan mendoakan anak dan secara rutin mengirimi hadiah bacaan alfatihah kepada anak, dapat memudahkan langkah kita sebagai orang tua untuk mengantar anak kita menjadi generasi yang membawa berkah bagi seluruh alam.

Bagikan Artikel ini:

About Nuroniyah Afif

Avatar of Nuroniyah Afif

Check Also

anak terkonfirmasi covid-19

Anak Terkonfirmasi Covid-19, Jangan Panik! Berikut Ikhtiar Lahir dan Batin untuk Dilakukan

Grafik kenaikan kasus Covid – 19 di Indonesia belum menunjukkan tanda akan melandai. Covid – …

8 fungsi keluarga

Momentum Menguatkan Kembali 8 Fungsi Keluarga di Masa Pandemi

Meningginya kasus Covid – 19 hingga menyentuh angka 30 ribu kasus baru per hari memaksa …