Eric Zemmour memaksa seorang Muslimah lepaskan jilbabnya
Eric Zemmour memaksa seorang Muslimah lepaskan jilbabnya

Politikus Sayap Kanan Prancis Paksa Wanita Muslim Lepas Jilbab Saat Wawancara

Paris – Politikus sayap kanan Prancis Eric Zemmour tengah mendapat sorotan dan protes keras dari umat Islam. Pasalnya, dalam sebuah video viral, Zemmour memaksa seorang wanita Muslim melepas jilbab. Paksaan itu terjadi saat Zemmour berinteraksi dengan Muslimah yang tinggal di kawasan Drancy pada sebuah wawancara. Zemmour menyebut Muslimah itu akan bebas bila jilbabnya dilepas.

Dilansir dari The New Arab, Senin (25/10/2021), wanita itu pada gilirannya meminta Zemmour untuk melepas dasinya, dengan alasan bahwa jilbabnya adalah pilihan pakaian pribadi yang sama.  Dia kemudian melanjutkan untuk melepas jilbabnya di depan kamera, dan bertanya kepada Zemmour:

“Saya akan melepasnya, apakah itu berarti Anda akan mulai menghormati saya?, ” kata Muslimah tersebut.

“Hijab bukan yang membuat agama, seperti memakai dasi tidak membuat Anda lebih pintar,” kata wanita itu.

Video itu disiarkan di saluran berita Prancis CNews, tempat sebelumnya ia menjadi jurnalis dan mengembangkan karir dan kepribadian kontroversial Eric Zemmour. Acara yang menjadikannya sebagai komentator di acara-acara populer dan mengubahnya menjadi salah satu karakter paling sentral di TV Prancis.

Zemmour belum menjadi kandidat yang diumumkan dalam pemilihan Prancis, tetapi beberapa jajak pendapat menilai dia dengan 16 persen niat memilih. Ini menjadikannya kandidat paling populer kedua setelah Presiden Emmanuel Macron dan tepat di depan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen.

Dalam buku Muslim Women’s Political Participation in France and Belgium, East-Daas menemukan, wanita Muslim di Prancis menghadapi rintangan dalam berpartisipasi dalam politik, seringkali karena afiliasi agama mereka. Hal ini semakin terlihat ketika akun tweeter resmi pemerintah yang terkait dengan Kementerian Dalam Negeri Prancis mengeluarkan sebelas kata-kata kasar yang menentang penggunaan kata Islamophobia untuk menggambarkan sentimen anti-Muslim.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Peneror Masjid Al Noor Christchurch Berhasil Ditangkap Polisi Selandia Baru

“Pemerintah Prancis menyangkal dan menolak istilah Islamofobia dan membangkitkan gagasan yang bisa dibilang jauh lebih samar tentang fungsi ‘Islamisme’ untuk menjelekkan dan membedakan Muslim Prancis di berbagai tingkatan,” kata East-Daas dikutip dari ihram.co.id.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Ustaz Adi Hidayat

UAH: Luangkan Waktu Bersama Bantu Ringankan Penderitaan Para Korban dan Keluarga

Jakarta – Tragedi Kanjuruhan menewaskan sedikitnya 125 orang usai kekalahan tuan rumah Arema Malang dari …

Tabur bunga Aremania kenang korban meninggal dunia Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan, Ulama Harus Ikut Menyinari Dunia Sepak Bola Indonesia dengan Nilai Agama

Surabaya – Para ulama sudah seharusnya hadir di berbagai lini, tidak sekadar melakukan istighatsah, dan …