marine le pen calon presiden prancis yang larang penggunaan hijab
marine le pen calon presiden prancis yang larang penggunaan hijab

Prancis Kembali Tuai Kecaman, Calon Presiden Marine Le Pen Akan Larang Pemakaian Hijab Jika Menang Pemilu!

Prancis – Prancis merupakan salah satu negara yang sangat familiar dengan agama Islam, bagaimana tidak sekitar 9 persen atau 5,7 juta jiwa penduduknya menjadi pemeluk agama Islam bahkan beberap atlet dunia yang berlabel mega bintang berasal dari Prancis, sebutlah Zinedine Zidane, Kariem Benzema, Frank Ribery dan beberap nama tenar lainya.

Meski memiliki penduduk muslim yang cukup besar namun isu islamofobia masih terus menjadi isu nasional, bahkan Prancis dibawah kepemimpinan Emanuele Macron telah menjalankan kebijakan yang cukup menyudutkan umat muslim di Prancis.

Baru-baru ini, Prancis kembali menuai kecaman dari umat Islam di dunia. Salah satu calon presiden Prancis, Marine Le Pen, berjanji akan melarang penggunaan hijab jika ia menang pada putaran kedua pemilihan umum pada 24 April mendatang.

Menurut Le Pen, kerudung adalah ‘seragam kelompok Islam radikal’. Dikutip dari Reuters dan beautynesia.id, Sabtu (23/4/22). Perempuan yang menjadi calon presiden berhaluan ekstrem kanan ini mengatakan bahwa hijab tidak bisa dilihat sebagai simbol kepercayaan seseorang. Dengan melarang penggunaan hijab, ini menjadi cara Le Pen dalam melawan ‘islamisme’.

Tidak hanya melarang penggunaan hijab, Le Pen bahkan berniat untuk menjatuhkan denda bagi warga Prancis yang memakai hijab di tempat publik. Larangan hijab ini nantinya dilakukan oleh polisi, sama seperti aturan penggunaan sabuk pengaman di mobil.

Salah satu sekutu dekat Le Pen, Wali Kota Perpignan, Louis Aliot, menuturkan perempuan itu akan “sedikit demi sedikit” menerapkan aturan melarang penggunaan hijab jika memenangkan pemilu.

Banyak pengacara, advokat, hingga aktivis menentang rencana pelarangan hijab Le Pen ini yang dinilai melanggar konstitusi Prancis. Sementara itu, pesaing Le Pen, Emannuel Macron, mengatakan bahwa rencana tersebut akan memicu ‘perang saudara’ di Prancis.

Baca Juga:  Sering Sudutkan Umat Islam, Macron: Larangan Jilbab Picu Perang Saudara di Prancis

“Apa yang Anda katakan sangat serius. Anda akan menyebabkan perang saudara. Saya mengatakan ini dengan tulus. Berapa banyak petugas polisi yang harus berlari di belakang perempuan untuk menegakkan larangan hijab?” ungkap Macron kepada Le Pen saat kampanye calon presiden, dikutip dari Metro UK.

Prancis telah memiliki sejarah panjang dalam membatasi apa yang boleh dikenakan perempuan Muslim, setelah melarang penggunaan hijab di sekolah-sekolah negeri pada tahun 2004. Pada tahun 2021 lalu, Prancis mengusulkan larangan penggunaan hijab untuk perempuan di bawah 18 tahun.

Tidak hanya itu, di awal 2022, Prancis juga melarang atlet menggunakan hijab dalam kompetisi olahraga. Peraturan tersebut langsung menuai protes dan kecaman netizen dunia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

KH Sholahuddin Al Aiyub

Radikalisme dan Liberalisme Distorsi Pemahaman Agama, Islam Wasathiyah Solusinya.

Jakarta – Radikalisme dan liberalism agama telah mendistorsi pemahaman agama. Karena itu, Islam wasathiyah menjadi …

maulid nabi

Khutbah Jumat – Hubbun Nabi

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …