Demo India UU Kewarganegaraan
Demo India UU Kewarganegaraan

Protes UU ‘Anti Muslim’, Demo Besar-besaran Landa India

Jakarta -Lebih dari 100 aktivis di India ikut melakukan aksi protes terhadap undang-undang baru terkait kewarganegaraan India yang anti-Muslim. Aksi protes tersebut sudah berlangsung setidaknya selama lima hari di New Delhi.

Penduduk setempat dan mahasiswa berkumpul di dekat Universitas Jamia Milia Islamia di Delhi tenggara untuk menyuarakan aspirasi mereka. Namun, aksi itu berubah menjadi bentrokan saat para demonstran membakar bus, mobil, dan sepeda motor.

Polisi pun menembakkan gas air mata untuk memukul mundur dan membubarkan para demonstran. Lebih dari 100 orang cedera dan telah dibawa ke rumah sakit setempat.

“Banyak dari mereka mengalami cedera patah tulang. Kami kehabisan plester untuk gips,” kata Inamul Hassan, seorang pejabat di Rumah Sakit Alshifa dilansir dari Reuters, Senin (16/12/2019).

Menurut seorang saksi mata, petugas menyerbu halaman kampus untuk menghadapi pengunjuk rasa yang melarikan diri ke universitas dan melemparkan batu ke arah polisi.

“Pemrotes dan polisi melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan untuk membubarkan ketika massa membakar bus. Jika massa damai maka akan dibubarkan juga secara damai,” kata Chinmoy Biswal, seorang perwira polisi senior di daerah itu.

Untuk diketahui, aksi protes terjadi karena Undang-Undang (UU) kewarganegaraan baru India yang berisi tawaran kewarganegaraan kepada imigran non-Muslim dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan jika mereka menghadapi persekusi agama.

Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan UU baru tersebut akan menyelamatkan minoritas agama seperti Hindu dan Kristen dari penganiayaan di negara tetangga Bangladesh, Pakistan dan Afghanistan dengan menawarkan mereka jalan menuju kewarganegaraan India.

Namun, warga negara India mengecam bahwa UU tersebut mendiskriminasi umat Islam dan melanggar konstitusi sekuler negara tersebut. Aksi protes telah terjadi di beberapa negara bagian timur India seperti Assam, Tripura dan Benggala Barat, di mana kebencian terhadap imigran Bangladesh telah berlangsung selama beberapa dekade.

Baca Juga:  Muslim Prancis Khawatir Islamofobia Dijadikan Macron Untuk Berkampanye

Sebagai langkah lanjutan dalam upaya menjaga hukum dan ketertiban, Pemerintah setempat juga memerintahkan semua sekolah di Delhi tenggara untuk tutup. Selain itu, Universitas Jamia Millia mengatakan bahwa kampus tutup lebih awal untuk liburan musim dingin.

Universitas Muslim Aligarh di negara bagian utara Uttar Pradesh juga mengumumkan bahwa mereka tutup lebih awal untuk istirahat setelah terjadi bentrok para mahasiswa dengan polisi Minggu.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Upacara peringatan HUT ke RI di Ponpes Ngruki

Ingin Hapus Stigma Radikal, Ponpes Ngruki Gelar Upacara HUT ke-77 RI

Solo – Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo akan menggelar upacara peringatan HUT RI, besok. Hal …

ustaz abu bakar baasyir mengikuti upacara hut ke ri di ponpes ngruki

77 Tahun Indonesia Merdeka Jadi Momentum Ponpes Al-Mukmin Ngruki dan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Gelar Upacara Bendera

Solo – Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki untuk pertama kalinya menggelar upacara peringatan HUT ke- 77 …