kesehatan puasa
kesehatan puasa

Puasa sebagai Obat segala Penyakit, Benarkah?

Dalam Sunan Ibnu Majah disebutkan satu hadis tentang pernyataan Nabi yang menegaskan kesehatan tubuh sebagai nikmat besar. Tubuh yang sehat merupakan nikmat yang tidak bisa dibandingkan dengan materi duniawi.

Rasulullah bersabda, “Bagi orang yang bertakwa, kesehatan lebih baik dari pada kekayaan”.

Puasa Ramadan bukan hanya ritual keagamaan yang menampung banyak keutamaan dan pahala, namun juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Secara medis, makan dan minum yang berlebihan bisa membahayakan lambung, menghancurkan hati, memberatkan kerja jantung, menyebabkan mengerasnya pembuluh darah dan kencing manis.

Dengan berpuasa, sistem pencernaan diistirahatkan. Pada saat perut kosong, pembakaran lemak terjadi lebih banyak, sehingga racun sisa makanan yang kebanyakan tersimpan dalam lemak menjadi hilang. Istirahatnya proses pencernaan merupakan detoksifikasi atau pembersihan racus dalam tubuh. Dan, hal ini berjalan efektif saat berpuasa.

Dipaparkan oleh Abdul Jawwad al Shawi dalam bukunya Terapi Puasa, Ibnu Sina, pakar kedokteran Islam sejak dulu, sebelum ilmu kedokteran berkembang seperti saat ini telah mengatakan bahwa puasa merupakan obat untuk segala penyakit.

Imam Izzuddin bin Abdissalam dalam Maqasid al Shaum menjelaskan, puasa bukan hanya ritual keagamaan belaka. Lebih dari itu, puasa memiliki segudang manfaat (untuk kesehatan) bagi yang menjalankannya.

Penjelasan di atas, semakin meneguhkan bahwa semua hukum Islam sesungguhnya tidak untuk memberatkan, apalagi menyiksa. Hukum sebagai taklif (pembebanan) terhadap orang mukallaf, sejatinya adalah manfaat untuk orang tersebut.

Begitu juga puasa, di samping perintah dengan ganjaran pahala tak terhingga, juga menjadi sarana turunnya nikmat sehat. Melalui puasa, Tuhan telah memberikan nikmat besar yang nilainya melebihi dunia dan seisinya. Yakni nikmat sehat.

Dalam Sunan Turmudzi disebutkan, Rasulullah memerintahkan supaya banyak meminta ‘afiyah (sehat), yaitu dilindungi dari segala penyakit dan bala. Nabi bersabda, “Mintalah ampunan dan ‘afiyah kepada Allah, sebab tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dari pada kesehatan setelah iman”.

Baca Juga:  Rumus Keluarga Surgawi (2) : Suami adalah Cermin Istri

Lebih lanjut Nabi mengatakan, “Barang siapa bangun pagi dalam keadaan aman dalam komunitasnya, sehat wal ‘afiat jasadnya, dan punya makanan sehari, maka seakan-akan dunia dikuasai olehnya”.

Karenanya, dengan puasa Ramadan sejatinya Allah telah memberikan sesuatu yang tak terhingga. Pahala berlipat yang tak pernah diberikan kepada umat sebelumnya dan kesehatan jasmani yang begitu berharga. Bila hal ini dipahami, tentu dalam menjalankan puasa akan terasa ringan, senang dan ikhlas.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …