pangeran al muhtadee billah bolkiah dari brunei 210609204955 785
pangeran al muhtadee billah bolkiah dari brunei 210609204955 785

Putra Mahkota Brunei Darussalam: Amalkan Isi Kandungan Alquran, Brunei Dijauhkan dari Corona

BANDAR SERI BEGAWAN —  Al-Quran selain menjadi pedoman tuntunan hidup manusia, Al-Quran juga sebagai obat dari segala penyakit bila diamalkan, ditengah wabah Covid- 19 yang masih belum dapat ditangani secara baik, mengamalkan Al-Quran selain untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik, juga untuk penawar virus Corona.

Putra Mahkota dan Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri Brunei Darussalam, Pangeran al-Muhtadee Billah Bolkiah, mengatakan bahwa keselamatan Brunei Darussalam dari wabah Covid- 19 adalah karena ibadah shalat dan sholawat yang dipraktekkan sesuai dengan apa yang terdapat dalam alquran.

“Alhamdulillah, Brunei Darussalam sangat mengutamakan dan meyakini sepenuhnya amalan shalat dan sholawat dalam Alquran dan as-Sunnah, selain melakukan upaya terpadu dalam penanggulangan wabah virus corona dengan mematuhi pedoman Kementerian Kesehatan,” kata dia saat upacara pembukaan Lomba Baca Alquran Tingkat Nasional 1442 Hijriyah/2021, dilansir dari laman Borneo Bulletin dan republika.co.id pada Rabu (9/6).

“Dengan pengamalan Alquran, zikrullah, dan sholawat yang dilakukan secara terus-menerus di mushala dan disiarkan di radio dan televisi sekaligus mengejar berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Brunei Darussalam telah dilindungi dan dijauhkan dari sebaran virus corona. Ini karena kita sebagai Muslim sepenuhnya percaya bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang bisa menyembuhkan penyakit,” lanjut dia.

Dia juga mengatakan, setiap manusia memiliki tanggung jawab mengembangkan kehidupan berpusat di sekitar keluarga, masyarakat, dan bangsa melalui kepercayaan, yang perlu dijalankan dalam memimpin kehidupan ini serta akhirat.

“Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memercayakan tugas kepada manusia untuk menjaga dunia dengan menciptakan dan memperluas populasi sesuai dengan perannya masing-masing sebagai penjaga, dan dalam mempertahankan peradaban manusia,” kata al-Muhtadee Billah.

Baca Juga:  Kebencian Tidak Dimulai Dengan Sebuah Aksi Teror Tapi lewat Sikap Diskriminasi

 “Sebagai pemelihara dan pengelola dunia, manusia perlu memenuhi tanggung jawabnya untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga menghasilkan manfaat yang dapat dinikmati, baik saat ini maupun generasi yang akan datang,” ujar al-Muhtadee Billah menambahkan.

Dia mengungkapkan, perlu adanya generasi muda untuk memimpin pembangunan negara melalui penghayatan terhadap ajaran-ajaran yang tertulis dan pesan yang menyentuh aspek kehidupan, spiritual, mental dan fisik, dalam hal hubungan antara pencipta dan manusia.

“Umat Islam perlu memikul tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan solidaritas umat, selain menjadi inspirasi serta sumber inovasi dan keseimbangan peradaban,” kata al-Muhtadee Billah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

mimbar masjid raya makassar dibakar orang tak dikenal dok istimewa

Kurang Ajar, Mimbar Masjid Raya Makassar Dibakar OTK, Pelaku Langsung Diburu Aparat

Makassar – Rumah ibadah Masjid mestinya dijaga secara bersama-sama, diramaikan dengan majlis ilmu dan bila …

020437300 1629024024 830 556

Ini 3 Ayat Alquran Isyaratkan Nasionalisme dan Cinta Tanah Air

Jakarta – Memahami teks-teks Alquran tidaklah mudah, dibutuhkan keilmuan yang mumpuni, bukan sekedar ilmu bahasa, …