Sabarimala Jayakanthan
Sabarimala Jayakanthan

Baca dan Pahami Kandungan Alquran, Aktivis HAM India Ucapkan Dua Kalimat Syahadat

New Delhi – Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) India, Sabarimala Jayakanthan memutuskan memeluk agama Islam (mualaf) setelah membaca dan memamahami kandungan kitab suci Alquran. Keputusan ini membuat India gempar. Pasalnya, pemerintah India dibawah PM Narendra Modi dari P Partai Bharatiya Janata tengah gencar kampanye Islamofobia. Itu dilakukan karena mereka takut dengan perkembangan Islam yang semakin besar di India.

Sabarimala Jayakanthan adalah seorang motivator dan aktivis sosial terkemuka di India Selatan. Bahkan seperti dilansir Global Village Space pada Kamis (28/4/2022) setelah memeluk Islam, Sabarimala langsung pergi ke Mekah untuk melaksanakan umroh bertepatan dengan bulan suci Ramadan.

Dalam sebuah video yang beredar luas di Media Sosial, Sabarimala membacakan dua kalimat syahadat sambil berdiri di Masjidil Haram. Bahkan setelah itu dia mengubah namanya menjadi Fatima Sabarimala.

“Saya mengubah nama saya menjadi Fatimah karena cinta dan hormat kepada putri Nabi Muhammad SAW,” jelasnya dalam sebuah video tersebut.

Dalam video lainnya, Sabrimala menjelaskan mengapa dirinya memutuskan untuk masuk Islam. Sabrimala mengungapkan bagaimana dirinya tertarik kepada Alquran.

“Saya bertanya pada diri sendiri mengapa ada begitu banyak kebencian terhadap Muslim di negara kita, dan saya mulai membaca Alquran, karena penasaran dan tanpa prasangka sebelumnya, dan kemudian saya tahu jawabannya. Sekarang saya mencintai Islam lebih dari diri saya sendiri,” katanya.

Sabrimala menceritakan tentang dirinya yang menggunakan nama Fatimah yang merupakan nama dari putri Nabi Muhammad SAW adalah untuk menghormati dan mencintai Nabi Muhammad SAW.

Sabrimala meminta umat Islam untuk memperkenalkan Alquran kepada dunia. Dia mempertanyakan mengapa banyak orang yang hanya menyembunyikan Alquran di rumah saja. Sabrimala pun mendorong agar dunia membaca Alquran.

Sabrimala telah memeluk Islam di tengah meningkatnya permusuhan dan penganiayaan terhadap Muslim di India.

Sebagaimana kata cendekiawan dan aktivis dunia Noam Chomsky, Islamofobia telah mengambil bentuk paling mematikan di India, mengubah sekitar 250 juta Muslim India menjadi minoritas yang teraniaya.

“Patologi Islamofobia berkembang di seluruh Barat,  Ini mengambil bentuk yang paling mematikan di India,” Chomsky, yang juga Profesor Emeritus di Massachusetts Institute of Technology (MIT), dalam pesan video di webinar yang diselenggarakan oleh Indian American Dewan Muslim (IAMC) sebuah organisasi advokasi yang berbasis di Washington.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Menkopolhukam Mahfud MD berikan kuliah umum di Universitas Ibrahimy Pondok Pesantren Salafiyah Safiiyah Situbondo

Waspada Radikalisme, Guru Ngaji Wajib Pegang Teguh Ajaran Agama dan Tak Terpancing Paham Radikal

Sumenep – Guru agama berperan penting dalam mencegah penyebaran radikalisme. Karena itu, guru agama atau …

amalan bulan rajab

Khutbah Jumat: Keberkahan Di Bulan Rajab

Khutbah I الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ …

escortescort