berdiri dalam shalat

Ada Bangkai Lalat dan Semut di Pakaian, Sahkah Shalat?

Seringkali terjadi setelah shalat ditemukan bangkai semut, lalat, atau binatang kecil yang lain di saku baju, saku celana atau menempel di pakaian. Hal ini membuat bingung, sebab bangkai hukumnya najis. Di antara syarat sahnya shalat adalah suci pakaian dan tempat. Oleh karena itu, shalat menjadi batal sebab pakaian najis ataupun membawa benda najis.

Lalu, bagaimana dengan bangkai hewan kecil seperti semut, lalat, dan binatang kecil yang ada di pakaian, apakah membatalkan shalat atau tidak?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada baiknya kita mengenal dulu najis beserta klasifikasinya. Syaikh Ba ‘Alawi dalam Bughyatu al Musytarsyidin menulis, ada empat kategori najis. Pertama, tidak dima’fu (ditolerir) secara mutlak. Kedua, najis yang dima’fu, yaitu najis yang tidak bisa dilihat. Ketiga, najis yang dima’fu ketika ada dipakain tapi tidak dima’fu ketika di air, yaitu darah yang sedikit karena mudah mensterilkan air dari darah tersebut. Dan keempat, najis yang dima’fu ketika berada di air tapi tidak dima’fu kalau ada di pakaian, yaitu bangkai hewan yang tidak mengalir darahnya, termasuk kotoran burung. Najis kategori terakhir ini membatalkan shalat.

Hewan yang tidak mengalir darahnya dalam keterangan di atas antara lain adalah semut, lalat, nyamuk, kupu-kupu dan hewan kecil yang lain. Dengan demikian, berdasar pada referensi karya Syaikh Ba ‘Alawi ini shalat dengan pakaian yang ada bangkai hewan-hewan kecil tersebut hukumnya batal.

Apakah ada pendapat yang lain?

Menurut Imam Ramli dalam Nihayatu al Muhtaj fi Syarhi al Minhaj menulis, dikecualikan dari najis adalah bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir dari tempat lukanya. Baik karena memang tidak ada darahnya sama sekali atau berdarah tapi tidak mengalir, seperti tokek, tawon, kumbang, lalat dan lain-lain. Sama hukumnya dengan lalat (qiyas) semua hewan kecil yang tidak mengalir darahnya (saat terluka).

Baca Juga:  Saat Shalat Ternyata Ada Lubang Kecil Pada Pakaian, Apakah Shalat Batal?

Syaikh Bakri Satha dalam kitabnya I’anatu al Thalibin mengutip pendapat Ibnu Hajar al ‘Asqalani menulis, seseorang yang shalat dengan membawa bangkai lalat yang susah dihindari shalatnya sah.

Secara tersirat pendapat ini hendak menyatakan bahwa bangkai lalat atau hewan sejenis yang darahnya tidak mengalir saat terluka yang secara tidak disengaja ada pada pakaian tidak membatalkan shalat. Tapi bila disengaja shalatnya batal.

Syaikh Bakri Satha dalam kitab yang sama mengutip pendapat Imam Qaffal menulis, mayoritas ulama menyatakan semua bangkai najis, termasuk bangkai binatang yang darahnya tidak mengalir. Namun menurut Imam Qaffal dan ulama yang mufakat dengannya bangkai lalat dan hewan sejenisnya hukumnya suci karena tidak ada darah yang berbau sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.

Mengikut pendapat ini, maka shalat dengan pakaian yang terdapat bangkai hewan kecil seperti pada pertanyaan di atas hukumnya sah secara mutlak. Baik disengaja atau tidak.

Dalam Fiqhu al Ibadat ‘ala Madhabi al Syafi’i disebutkan, bangkai hewan yang darahnya tidak mengalir (saat terluka) seperti lalat, tawon, semut, kumbang, nyamuk, kecoa dan lain-lain masuk kategori najis yang dima’fu (ditolerir). Kalangan ulama madhab Syafi’i berpendapat hewan yang tidak mengalir darahnya hukumnya najis tapi dima’fu. Statusnya sama dengan benda suci.

Ada tiga kesimpulan hukum dari uraian di atas. Pertama, shalat dengan pakaian yang terdapat bangkai hewan kecil yang darahnya tidak mengalir saat terluka shalatnya dihukumi batal. Kedua, shalat sah apabila hal itu tidak disengaja. Dan ketiga, sah secara mutlak, baik disengaja maupun tidak.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Avatar of Khotibul Umam
Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

kisah nabi

Ketika Nabi Melunakkan Hati Sahabat yang Cemburu karena Merasa Paling Islami

Alkisah, penaklukan Makkah atau lebih tren disebut “Fathu Mekah” berjalan tanpa aral lintang, nyaris tanpa …

petasan dari kertas al quran

Viral Petasan Berbahan Kertas Al-Qur’an, Catat Ini Hukumnya!

Tak berapa lama berselang, jagad maya dihebohkan oleh kasus petasan berbahan kertas Al-Qur’an. Respon publik …