lalat
lalat

Jika Seekor Lalat Hinggap di Air atau Makanan, Maka Celupkanlah Seluruh Badannya. Ada Apa dengan Lalat?

Rasulullah bersabda: “Jika seekor lalat masuk ke dalam bejana, maka celupkanlah seluruh badannya, lalu buanglah karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan di sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Bukhari).

Hadis di atas memberikan informasi kepada kita bahwa lalat mempunyai dua manfaat sekaligus; yakni sebagai pembawa penyakit sekaligus menjadi obat. Hal yang jamak terjadi ketika seekor lalat masuk dalam bejana atau sejenisnya, ternyata lalat selalu mengangkat salah satu sayapnya sebagai salah satu cara agar ia dapat langsung terbang.

Jadi, ketika suatu air atau makanan yang dihinggapi lalat, maka makanan atau barang tersebut akan terkontaminasi kuman-kuman yang dibawa lalat. Hal ini bisa terjadi karena ‘tabiat’ lalat adalah gemar hinggap pada barang busuk dan penuh dengan bakteri.

Ketika hal sebagaimana dijelaskan di atas terjadi, maka Rasulullah menganjurkan agar kita menceburkan semua tubuh lalat lalu membuang lalat tersebut. Yang demikian itu Nampak tidak masuk akal. Namun, ilmuan kontemporer, berdasarkan penelitian yang dilakukan, telah mengkonfirmasi bahwa anjuran Rasulullah ratusan bahkan ribuan tahun lalu itu benar adanya.

Mengapa salah satu sayap lalat mengandung obat? Sekali lagi, para ilmuan melakukan kajian dan penelitian atas anjuran Rasulullah untuk menemukan jawaban ilmiahnya. Kemudian ditemukan sebuah fakta bahwa ketika punggung lalat ditekan, maka pada tubuh lalat tersebut ada sekelompok bakteri yang bergerak ke kanan dan ke kiri.

Pada penelitian lanjutan, para ilmuan juga menemukan sebuah fakta bahwa bakteri yang bergerak itu adalah bakteri positif (baik) yang mampu mensterilkan dan membunuh bakteri jahat yang terdapat dalam tubuh lalat. Informasi ini banyak dibahas dalam literatur, salah satunya Rian Hidayat dalam buku yang berjudul: “Inspirasi Mengukir Prestasi Islami (2018).

Fakta di atas tentu saja membuat hati dan pikiran segenap kaum Muslimin khususnya tercengang. Betapa tidak. Ucapan Rasulullah di masa lampau yang jauh dari alat-alat modern seperti microskop dan lainnya, tetapi sudah mengetahui apa yang dikandung kedua sayap lalat. Hal ini sekaligus meneguhkan bahwa Rasulullah SAW benar-benar manusia pilihan (Kekasih Allah).

Selain itu, kenyataan di atas juga menegaskan bahwa hadis, bukanlah perkataan sahabat Nabi yang diada-adakan, sebagaimana tuduhan beberapa orientalis. Sebab, jika memang hadis bukanlah perkataan Nabi, tentu saja banyak hal yang janggal di dalamnya. Berhubung hadis adalah ucapan Rasulullah, maka tidak hanya benar dan mengandung manfaat, melainkan juga sesuai dengan isyarat ilmiah.

Tidak hanya sekedar hadis sebagaimana disebutkan dan menjadi sentral pembahasan artikel ini yang sesuai dengan kajian ilmiah kontemporer, melainkan masih ada banyak lagi. Buku Dr Zakir Naik yang berjudul: “The Miracle of Alquran and As-Sunnah (2015) juga mengupas banyak hal tentang aspek ilmiah Alquran dan hadis. kebenaran ilmiah terhadap hadis-hadis Rasulullah SAW. Misalnya, tentang bersin, berkah minyak zaitun, kurma kering, hujan adalah karunia sekaligus rahmat dari Allah, bulan terbelah, api di bawah laut, dan keistimewaan air zamzam.

Bagikan Artikel ini:

About Muh. Ulin Nuha, MA

Avatar of Muh. Ulin Nuha, MA

Check Also

jihad

Catat! Jihad dan Terorisme Itu Beda Jauh, Yuk Simak Penjelasannya

Kejadian aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar menyisakan duka yang mendalam bagi …

kunjungan paus

Adakah Nilai-nilai yang Bisa Dipetik dari Kunjungan Paus di Irak?

Paus Fransiskus sudah mengunjungi beberapa wilayah di Timur Tengah. Teranyar, Paus Fransiskus melakukan kunjungan bersejarah …