sedekah
sedekah

Ramadan Ladang Sedekah, Perhatikan 3 Hal yang Bisa Merusak Pahala Sedekahmu

Ramadan adalah bulan penuh berkah, ampunan dan pahala yang berlipat. Segala amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya dengan keistimewaan Ramadan. Karenanya umat Islam berlomba-lomba dalam kebaiakan baik ibadah spiritual hingga sosial. Salah satunya adalah sedekah dan infak.

Di bulan Ramadan, tingkat simpati dan empati seorang yang berpuasa semakin meningkat hingga sedekah pun mengalami peningkatan. Sedekah merupakan amalan utama dalam Islam, terlebih jika dilakukan pada bulan yang penuh rahmat seperti sekarang ini. Kita semua tahu bahwa, dengan bersedekah tidak akan mengurangi harta kita, melainkan Allah akan membalasnya berkali-kali lipat atas apa yang telah kita sedekahkan.

Allah akan memberikan pahala yang begitu besar kepada hambanya yang mau menafkahkan hartanya kejalan Allah. Namun, tahukah kalian bahwa, keutamaan sedekah dapat rusak karena beberapa hal? 

Dalam surat Al-Baqarah ayat 262, Allah berfirman, “Orang-orang yang menafkah hartanya di jalan Allah kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan tidak dengan menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”

Prof. Quraisy shihab menjelaskan bahwa, orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan kebaikan tanpa menyebut-nyebut pemberiannya, berbangga diri atau menyakiti si penerima, bagi mereka pahala besar yang telah dijanjikan Tuhan. Mereka tidak akan pernah takut dan sedih dalam menghadapi segala sesuatu di akhirat kelak.

Selain itu, ada tiga point penting dalam ayat tersebut yang memiliki potensi dalam merusak amal sedekah yang telah kita lakukan.

Pertama, menyebut-nyebut pemberian sedekah.

Dengan menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang ia beri sedekah, itu artinya dia memamerkan kelebihan dirinya kepada orang tersebut. Perbuatan ini berpotensi menyakiti hati orang lain, sikap ini mengindikasikan si pemberi merupakan seorang yang sombong.

Baca Juga:  Bagaimana Memberi Nama Anak yang Baik dan Islami

Jika mau berfikir lebih jauh, seharusnya si pemberi merasa orang fakir tersebut telah berjasa padanya, karena orang fakir itu telah menerima hak Allah darinya. Dan otomatis, si pemberi terbebas dari tanggungjawab, dan menjadi sebab bersihnya harta bendanya, dan menyelamatkan dari dosa karena tidak menunaikan zakat.

Kedua, menyakiti orang yang menerima sedekah.

Dengan merendahkan kehormatan orang yang menerima sedekah tersebut di depan orang banyak, otomatis membuat si penerima merasa sakit hati karena merasa dirinya di rendahkan. Meski pemberi telah memberikan sesuatu kepada orang yang di sedekahi, namun dengan perlakuan buruk yang ia lakukan maka pahala sedekah yang begitu besar akan habis tak bersisa.

Allah berfirman dalam surat al-Baqarah ayat 263, yang berbunyi, “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti.

Dalam ayat di atas disebutkan bahwa perkataan yang menentramkan hati dan sikap menutupi aib si fakir akan lebih baik dari sedekah yang disertai perkataan dan perbuatan yang menyakitkan. Allah tidak membutuhkan pemberian yang disertai sikap menyakiti. Dia akan memberikan rezeki yang baik kepada orang-orang fakir.

Ketiga, bersikap takabbur.

Sikap manusia yang menunjukkan kelebihan dirinya yang mampu bersedekah kepada orang lain. padahal sikap sombong yang seperti ini, yang dapat menghapus pahala atau keutamaan sedekah, karena secara tidak langsung ia merasa paling hebat dibanding orag lain.

Takabur atau sombong bisa merusak pahala sedekah sebesar apapun harta yang telah dikeluarkan. Takabur juga menjadi penghalangan seseorang untuk mendapatkan pahala kebaikan dari sedekah. Masih ingatkah bahkan takabur yang menyebabkan setan memiliki dosa besar terhadap Allah.

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

bulan muharram

Bulan Muharram : Sejarah Persatuan, Perpecahan dan Tragedi Politik dalam Islam

Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender hijriyah yang memiliki sejarah penuh makna. Banyak kejadian …

Haji

Tidak Bisa Haji dapat Pahala Haji : Ulama Besar Pun Kaget dengan Amalan Tukang Sol Sepatu Ini

Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi yang merupakan ulama terkenal di Makkah pada …