Seiring perjalanan waktu yang terus berputar, tiba saatnya bagi umat Islam untuk merenung dalam diri dan merefleksikan perjalanan spiritual mereka dalam menghadapi akhir tahun. Refleksi akhir tahun dalam Islam bukan hanya sekedar mengingat peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, tetapi juga merupakan momen introspeksi untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas spiritual.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengingatkan untuk senantiasa memperbaiki diri dari hari ke hari.
من كان يومه خيرا من امسه فهو رابح. ومن كان يومه مثل امسه فهو مغبون. ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون.( رواه الحاكم)
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka.” (HR. Al Hakim).
Selain itu, Rasulullah juga mengingatkan untuk mempergunakan umur dengan hal kebaikan.
Dalam sebuah hadis Nabi pun bersabda:
خير الناس من طال عمره وحسن عمله وشر الناس من طال عمره وساء عمله. (رواه طبرانى
“Sebaik-baik manusia orang yang panjang umurnya, dan baik perbuatannya. Dan sejelek-jelek manusia orang yang panjang umurnya, dan buruk kelakuannya.” (HR. Thabrani).
Menyambut Pergantian Tahun
Tawakkal: Kepercayaan Penuh kepada Allah
Refleksi akhir tahun mengajarkan umat Islam tentang tawakkal, yaitu kepercayaan sepenuhnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun telah merencanakan dan berusaha dengan sebaik-baiknya, manusia tetap menyadari bahwa keputusan akhir ada di tangan Allah. Menyikapi segala kejadian dalam hidup dengan sikap tawakkal membawa ketenangan dan keteguhan iman.
“Dan cukuplah Allah sebagai Penolong bagi orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (Q.S. Al-Imran: 173)
Syukur atas Nikmat-Nikmat Allah
Dalam refleksi akhir tahun, penting bagi umat Islam untuk memperhatikan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan selama setahun penuh. Menyadari nikmat-nikmat tersebut akan membawa umat Islam kepada sikap syukur yang merupakan salah satu bentuk ibadah. Syukur bukan hanya dinyatakan dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan yang sesuai dengan ridha Allah.
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu menyatakan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim: 7)
Mengoreksi Diri: Taubat dan Perbaikan Diri
Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk melihat kembali perbuatan dan tindakan yang telah dilakukan. Umat Islam diajak untuk melakukan muhasabah, yaitu mengkaji dan menilai amal perbuatan selama setahun ini. Jika ditemukan kesalahan, refleksi ini menjadi momen yang tepat untuk bertaubat dan berkomitmen untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang.
“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. An-Nur: 31)
Menetapkan Tujuan Spiritual
Setiap individu memiliki tujuan hidup, termasuk tujuan spiritual. Akhir tahun adalah momen yang baik untuk menetapkan tujuan-tujuan tersebut, baik itu terkait ibadah, akhlak, atau peningkatan ilmu agama. Dengan menetapkan tujuan spiritual, umat Islam memberikan arah yang jelas pada perjalanan hidupnya dan memotivasi diri untuk terus berusaha mencapainya.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Q.S. Adz-Dzariyat: 56)
Mendidik Diri dengan Ilmu Agama
Refleksi akhir tahun juga mengajak umat Islam untuk lebih mendalami ilmu agama. Menambah pengetahuan tentang ajaran Islam, memahami Al-Qur’an, dan meningkatkan pemahaman terhadap hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam adalah langkah-langkah penting untuk memperkukuh iman dan memperbaiki diri.
“Maka ketahuilah, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosaku) orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (Q.S. Muhammad: 19)
Doa dan Munajat: Berkomunikasi dengan Allah
Momen refleksi akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan munajat. Berbicara dengan Allah, merenungkan kebesaran-Nya, dan memohon petunjuk serta keberkahan untuk tahun yang akan datang adalah tindakan yang sangat dianjurkan dalam Islam.
“Maka ketahuilah, tidak ada Ilah yang berhak disembah melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosaku) orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat tinggalmu.” (Q.S. Muhammad: 19)
Dengan menjalankan refleksi akhir tahun, umat Muslim dapat mengalami pertumbuhan spiritual yang signifikan. Mereka dapat mengevaluasi diri, mengoreksi kesalahan, dan menetapkan tujuan-tujuan yang sesuai dengan ajaran Islam. Semoga refleksi ini menjadi langkah awal untuk mencapai kesempurnaan spiritual dan mendapatkan ridha Allah subhanahu wa ta’ala.
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah