Bom bunuh diri di Masjid di Afghanistan
Bom bunuh diri di Masjid di Afghanistan

Rentetan Bom Teroris Sasar Masjid di Afghanistan, Pemimpin Muslim Dunia Diminta Segera Bertindak

Jakarta – Pasca berkuasanya Taliban, Afghanistan tetap menjadi ladang subur aksi terorisme. Setidaknya tiga bom dahsyat meledak di Masjid di Afghanistan sepanjang bulan Oktober ini. Kelompok ISIS-Khorasan (ISIS-K) mengaku bertanggungjawab atas bom-bom ini.

Dengan fakta ini, para pemimpin Muslim di seluruh dunia dimina segerabertindak untuk mengantisipasi kemungkinan serangan bom susulan di masjid di Afghanistan.

Chief Operating Officer Global Peace Mission (GPM) Malaysia di Kabul, Syahrir Azfar Saleh mengatakan diperlukan tindakan untuk mencegah terulangnya insiden tragis ini.

“Lakukan sesuatu sebelum keadaan menjadi lebih buruk di mana kita akhirnya melihat perang yang tidak pernah berakhir di Afghanistan,” ujar Saleh dałam pernyataan itu, dilansir Bernama, Sabtu (16/10/2021).

Seperti diketahui, sebuah bom meledak di luar masjid Eid Gah di Kabul, Afghanistan, Minggu (3/10/2021) waktu setempat. Ledakan itu menyebabkan lima orang warga sipil tewas. Saat terjadi ledakan di dalam masjid tengah dilakukan peringatan kematian ibunda juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid.

Teror kedua berupa serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan, Jumat (8/10/2021). Bom ini meledak saat jamaah tengah khusu melaksanakan salat Jumat.  Sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan paling berdarah sejak pasukan Amerika Serikat (AS) meninggalkan negara itu. Kelompok teroris ISIS Khorasan (ISIS-K) mengklaim bertanggungjawab atas serangan ini.

Pengeboman dengan pola yang sama terjadi di masjid di Kandahar dengan lebih dari 23 orang tewas. Saleh mengatakan bahwa jika terlambat dalam mengambil tindakan, maka keadaan akan menjadi lebih buruk dan perang di Afghanistan tak akan pernah berakhir.

GPM dalam pernyataan penyesalannya atas insiden bom di Kunduz telah mendesak semua pihak yang berkonflik untuk membawa perbedaan mereka ke meja perundingan, dan menghindari tindakan yang membahayakan keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Subhanallah Bulan Sabit Penanda Masuk Bulan Syaban Muncul Hiasi Langit Madinah

Namun, insiden terbaru setelah seminggu menggunakan modus operandi yang sama menyerukan para pemimpin negara-negara Islam untuk membantu meringankan tekanan di Afghanistan yang diciptakan oleh mereka yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi rapuh di sana.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

undangan non muslim

Fikih Toleransi (6): Menghadiri Undangan Non Muslim

Toleransi yang sejatinya merupakan ajaran Islam mulai menipis, bahkan dianggap bukan ajaran Islam. Ini terjadi …

toleransi

Khutbah Jumat – Islam dan Toleransi

Khutbah Pertama اَلْحَمْدُ لله الَذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ وَهَدَانَا إلَى صِرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ صِرَاطِ الَذِيْنَ …