Salah satu masjid di kota Rotterdam Belanda
Salah satu masjid di kota Rotterdam Belanda

Diam-Diam Belanda Selidiki Masjid dan Institusi Muslim Gunakan Jasa Perusahaan Swasta

Rotterdam – Tidak hanya di Prancis, Belanda juga diam-diam melakukan penyelidikan terhadap masjid dan institusi Muslim. Penyelidikan itu dilakukan beberapa pemerintah kota di Belanda dengan menggunakan jasa perusahaan swasta.

Harian lokal di Belanda, NRC melaporkan, Sabtu (16/10/2021), setidaknya 10 kota di negara itu telah menyelidiki masjid, imam, pejabat asosiasi masjid, maupun orang-orang yang aktif di masyarakat. Adapun kotamadya yang terlibat dalam penyelidikan tersebut, antara lain Rotterdam, Delft, Almere, Huizen, Leidschendam-Voorburg, Zoetermeer, Veenendaal, dan Ede.

Selain kota-kota itu, Kota Utrecht disebut telah menghentikan penyelidikannya karena khawatir terhadap privasi dan metode penyelidikan.

Dilansir dari Anadolu Agency, Minggu (17/10/2021), laporan tersebut mengklaim NTA (Nuance door Training en Advies), sebuah perusahaan konsultan yang menginformasikan pemerintah tentang radikalisasi dibayar oleh koordinator nasional untuk keamanan dan kontraterorisme melalui pemerintah kota.

Sekitar 300 ribu euro atau Rp 4,8 miliar telah dihabiskan untuk penyelidikan rahasia ini. Karyawan NTA yang melakukan investigasi disebut menyamar sebagai anggota komunitas atau pengunjung dan bertemu banyak orang tanpa mengungkapkan identitas asli mereka.

Menurut harian itu, temuan tentang latar belakang imam dan administrator, seperti dari mana mereka berasal atau sekolah mereka akan diserahkan ke pemerintah kota sebagai “informasi rahasia” oleh NTA. Penyelidikan pemerintah terhadap radikalisasi ini dilakukan karena peran ISIS dalam perang saudara Suriah gagal. Pemerintah kota ingin mengukur masalah ini dengan penyelidikan terpisah.

NRC lantas melaporkan pemerintah kota ingin mendapatkan hasil yang lebih realistis dengan membuat masjid di wilayah mereka diawasi secara ketat. Mengutip profesor hukum konstitusional Ymre Schuurmans, harian itu menyebut penyelidikan semacam itu melanggar hukum. Pemerintah kota juga tidak dapat melakukan tindakan serupa melalui perusahaan swasta.

Baca Juga:  Sudah P21, Eks Sekjen FPI Munarman Segera Disidangkan

Kelompok Islam, SPIOR  menyatakan penyelidikan itu merusak kepercayaan komunitas Muslim terhadap pemerintah. Muslim Belanda mengkritik penyelidikan rahasia tersebut.

Kepala Organisasi Muslim Belanda untuk Hubungan Pemerintah Muhsin Koktas mengatakan mereka sangat kecewa dengan berita tersebut. Selama bertahun-tahun, Muslim telah berusaha menjadi warga negara yang baik di Belanda.

“Dengan tindakan itu, negara terus-menerus menggagalkan upaya kami. Karena alasan inilah, mereka alih-alih mendapatkan kepercayaan umat Islam, malah mereka kehilangan kami,” kata dia.

Ia juga menyebut tindakan yang diambil pemerintah kota menyebabkan diskriminasi di masyarakat. Ia akan menyampaikan kekhawatiran ini kepada lembaga negara yang berwenang, serta berkonsultasi tentang tindakan apa yang akan mereka ambil untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.

Seorang anggota parlemen Belanda kelahiran Turki dan anggota pendiri partai politik pro-migran Denk, Tunahan Kuzu, menggemakan pernyataan Koktas. Ia mengatakan situasi tersebut merusak kepercayaan umat Islam pada pemerintah Belanda.

“Ilegal bagi pemerintah kota untuk menyelidiki masjid dengan cara ini. Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan di parlemen untuk menghentikan praktik yang menempatkan pengawas di antara komunitas masjid ini,” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Pengumuman Muktamar ke NU kembali digelar ke jadwal awal Desember

PPKM Level 3 Nataru Batal, Muktamar ke-34 NU Digelar Sesuai Jadwal Semula

Jakarta – Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) akhirnya akan digelar sesuai jadwal semula, 23-25 Desember …

3 1

Mualaf Koh Asen, Hidayah Hadir Melalui Buku Seputar Alam Gaib

Jakarta — Allah SWT memberikan hidayah berupa Islam kepada siapa saja yang dikehendaki, karena Allah …