Memakai cadar di tempat umum resmi dilarang di Sri Lank scaled
Memakai cadar di tempat umum resmi dilarang di Sri Lank scaled

Resmi, Muslimah Dilarang Gunakan Cadar di Sri Lanka

Kolombo – Pemerintah Sri Lanka resmi melarang pemakaian cadar atau burqa oleh kaum Muslimah di tempat umum. Keputusan itu dikeluarkan setelah Kabinet Pemerintah Sri Lanka menyetujui usulan larangan cadar dengan dalih keamanan nasional dari ekstremisme agama.

Dalih pelarangan demi keamanan nasional ini menuai kritik dan komentar sejumlah pakar di Dewan Persatuan Bangsa Bangsa (PBB). Bahwa pelarangan cadar adalah pelanggaran HAM yang melanggar hukum internasional.

“Kabinet Sri Lanka menyetujui proposal yang saya ajukan,” kata Menteri Keamanan Publik Sri Lanka Sarath Weerasekera di halaman Facebook-nya dikutip dari di Al-Araby via laman Republika.co.id, Kamis (29/4/2021),

Setelah mendapat persetujuan dari kabinet, proposal larangan cadar itu akan dikirim ke Departemen Kejaksaan Agung dan harus disetujui oleh parlemen untuk menjadi undang-undang. Pemerintah memegang mayoritas di parlemen dan proposal tersebut dapat dengan mudah disahkan.

Weerasekara telah mencirikan bahwa kerudung yang menutupi tubuh dan wajah yang dikenakan oleh beberapa wanita Islam sebagai tanda ekstremisme agama. Ia bahkan mengatakan bahwa pelarangan ini bakal meningkatkan keamanan nasional negaranya.

Pemakaian niqab dan burqa dilarang sementara pada 2019 setelah serangan bom bunuh diri pada Minggu Paskah menewaskan lebih dari 260 orang. Dua kelompok ekstremis yang mencatut nama Islam telah berjanji setia kepada Negara Islam (ISIS), disalahkan atas serangan di enam lokasi ini. Yakni dua gereja Katolik Roma, satu gereja Protestan, dan tiga hotel teratas.

Bulan lalu, Duta Besar Pakistan Saad Khattak men-tweet bahwa larangan itu akan melukai perasaan umat Islam. Pelapor khusus PBB untuk kebebasan beragama atau berkeyakinan, Ahmed Shaheed, men-tweet bahwa larangan tersebut tidak akan sesuai dengan hukum internasional dan hak untuk kebebasan berekspresi beragama.

Baca Juga:  Lockdown Diperpanjang, Muslim Malaysia Sikapi Dengan Muhasabah

70 persen masyarakat Sri Lanka mayoritas beragama Budha, sedangkan kaum Muslim hanya 9 persen dari 22 juta penduduk Sri Lanka. Etnis minoritas Tamil, yang sebagian besar beragama Hindu, berjumlah sekitar 15 persen.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

umat muslim bersiap melakukan sholat berjamaah dengan menerapkan protokol

Fenomena Mana Dalilnya & Pentingnya Belajar Alquran Secara Baik

JAKARTA – Al-Quran bukan hanya sekedar kitab suci yang bertuliskan perintah dan larangan, namun juga …

Dana dikorupsi berjamaah pembangunan Masjid Raya Palembang mangkrak

Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya Dikorupsi Berjamaah, MUI: Di Luar Batas Moral dan Religiusitas

Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) baru saja menetapkan tiga tersangka baru korupsi …