Saat Rasulullah Harus Bersaing Pidato dengan Laki-laki Yahudi

0
798
rasul dan yahudi

Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari yang mengutip dari Said al-Khudri, ketika suatu hari Rasulullah berpidato di hadapan para sahabat tentang gambaran hari kiamat. Tiba-tiba ada orang Yahudi yang semula membuat ledekan kepada Rasulullah, namun berakhir pada tindakan yang amatiran. Padahal tujuannya tindakan itu dilakukan karena untuk beradu pidato dengan Rasul.

Diceritakan dalam suatu riwayat hadis, bermula saat Rasulullah menyampaikan pidatonya yang berisi gambaran tentang hari kiamat. Begini, “Keadaan bumi pada hari kiamat kelak bagaikan sepotong adonan roti yang dibolak-balikkan oleh Allah dengan kekuasaannya sebagai hidangan para penduduk surga. Selayaknya di antara kalian membalikkan adonan roti untuk bekal perjalanan,” tuturnya dengan suara yang kencang.

Namun tidak lama, sebelum pidato Rasulullah itu usai, ada orang Yahudi yang ikut dalam kerumunan para sahabat, memotong pidato itu dengan mengatakan, “Wahai Abal Qasim, semoga Dzat Maha Pengasih memberkatimu. Apakah engkau berkenan aku ceritakan dengan lebih detail maksud dari hidangan para penduduk surga pada hari kiamat nanti?”

Entah hal apa yang melatarbelakangi Rasul pada saat itu sehingga dengan singkat ia mengiyakan tawaran itu, dan ia pun memberhentikan pidatonya. Kemudian pidato diambil alih oleh laki-laki Yahudi itu. Sementara Rasulullah dan para sahabat bersiap untuk mendengarkan isi pidato yang hendak disampaikan oleh orang Yahudi tersebut, dengan harapan ada berita yang berbeda dari apa yang telah disampaikan Rasulullah.

Setelah laki-laki Yahudi itu menyampaikan pidatonya, justru suatu lelucon yang tampak. Laki-laki itu hanya mengulang apa yang telah disampaikan oleh Rasul sebelumnya. Saat berpidato laki-laki itu dengan lantang mengatakan, “Keadaan bumi pada hari kiamat seperti adonan roti yang dibolak-balikkan…. dan seterusnya seperti apa yang disampaikan Rasul.”

Baca Juga:  Kisah Asiyah: Istri Fir’an yang dijanjikan Surga Allah

Ketika mendengar lelucon itu, Rasul pun melihat ke arah para sahabatnya sembari tersenyum. Karena apa yang disampaikan oleh Yahudi itu sama sekali tidak ada bedanya dengan apa yang telah ia sampaikan di hadapan para sahabat sebelum orang Yahudi itu mengambil alih. Tetapi laki-laki Yahudi itu tetap percaya diri dan terus melanjutkan pidatonya. Sampai orang Yahudi itu menawarkan satu pertanyaan kepada Rasul, “Sekarang, maukah engkau aku beritahu tentang lauk-pauk mereka juga?”

Sebelum pertanyaan itu mendapatkan respon dari Rasul, laki-laki Yahudi itu melanjutkan pidatonya lagi untuk menjawab pertanyaannya sendiri. Lalu dia berujar, “Lauk pauk mereka adalah balam dan nun.” Sontak ucapan itu membuat sebagian sahabat yang sengaja memberikan celetukan sembari bertanya, “Jenis makanan apa itu?”

Dengan suara lantang pula, laki-laki Yahudi itu menjawab, “Itu adalah bison atau sejenis kerbau dan ikan nun, yang 70.000 orang akan memakan sepotong hati dari dua makanan itu,” ucapnya. Persaingan yang diawali ulah laki-laki Yahudi itu hanya berakhir pada tindakannya yang amatiran saja.

Namun ada yang lebih penting untuk diketahui, 70.000 orang yang dimaksud dalam hadis tersebut dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al-Asqolani dalam kitab Fath al-Bari, disebutkan bahwa 70.000 yang dimaksud adalah mereka yang dijanjikan masuk surga tanpa hisab terlebih dahulu. Dan mereka mendapatkan kenikmatan sebelum memasuki surga walaupun tidak menutup kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan 70.000 itu adalah jumlah yang tidak terbatas.

Tinggalkan Balasan