Bukan Sekedar Sapaan, Salam adalah Bentuk Dzikir

0
1193
salam

Mengucapkan salam memang terkesan sepele, tetapi sebenarnya salam mengandung arti yang cukup dalam. Salam adalah bentuk doa dan harapan. Salam juga berarti bentuk ekspresi kesopanan. Dan satu lagi salam tanpa kita sadari adalah bentuk dzikir.

As-Salam merupakan salah satu nama-nama Allah yang berarti Maha Pemberi perdamaian dan keselamatan. Nama Allah As-Salam juga termaktub dalam Qur’an :

“Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang Mengetahui yang gaib dan nyata, Dialah Yang Maha Pengasih (Ar Rahman) lagi Maha Penyayang (Ar Rahim). Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Maha Penguasa (Al Malik), Yang Mahasuci (Al Quddus), Yang Maha Sejahtera (As Salam) ….” (QS Al-Hasyr : 22).

Allah adalah sumber perdamaian, sumber kesejateraan dan pemberi rahmat dan kasih sayang kepada semesta alam. Mengucapkan Assalamu’alaikum adalah kalimat indah yang juga terkandung perwujudan as-salam.

Dalam riwayat Bukhari dari Anas R.a., Rasulullah s.a.w. bersabda : “Salam adalah termasuk salah satu dari nama-nama Allah yang diletakkan di dunia. Sebarkanlah salam di antara kalian!”.

Salam dengan demikian bukan sekedar perwujudan sapaan tetapi juga bentuk dzikir. Ketika seseorang mengucapkan salam tidak hanya ia mendoakan keselamatan, tetapi juga termaktub dalam hati berdzikir dengan menyebut nama Allah.

Jika dimaksudkan salam tidak hanya bentuk sapaan tetapi juga dzikir maka itu bagian dari praktek mengingat Allah dengan menyebut nama As-Salam. Allah Berfirman : “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (rnengingat) Allah, Atlah telah menyediakan untuk mereka anpunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-AbzAb: 35).

Selain itu, salam yang sering diucapkan oleh umat Islam sejatinya adalah salam yang diajarkan oleh Allah kepada manusia pertama, Nabi Adam. Kata Assallamu’alaikum adalah sebuah perkataan yang diucapkan Nabi Adam terhadap malaikat. Lalu Malaikat menjawabnya dengan Asallamulaikum wa rahmatullah.

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi beliau bersabda: “Setelah Allah menciptakan Adam, Dia berfirman: “Pergilah dan ucapkanlah salam kepada malaikat yang duduk-duduk itu, dan dengarkan baik-baik bacaan salam mereka kepadamu, sebab itu sebagai salam penghormatanmu dan juga anak cucu keturunanmu.” Adam lalu mengucapkan’Assalamu’alaikum”. Para malaikat menj awab’Assalamu’alaika warohmatullah. ” Mereka menambahnya dengan “Wa rahmatullah.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Karena itulah, sebarkan salam kepada saudaramu, tetanggamu, kepada yang muda, tua, miskin, laki-laki, perempuan, kepada orang yang dikenal dan tidak kenal, bahkan kepada yang berbeda agama sekalipun. Salam bukan sekedar bentuk sapaan tetapi juga bermakna dzikir kepada Allah. Menyebarkan salam sebanyak-banyaknya juga berarti menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya.