Silaturahmi PWNU Jatim dan PW Muhammadiyah
Silaturahmi PWNU Jatim dan PW Muhammadiyah

Sambut Seabad, NU Perkuat Ukhuwah dengan Muhammadiyah

Surabaya – Nahdlatul Ulama (NU) akan memperingati satu abad kelahirannya. Hari ulang tahun NU yang resmi ditetapkan berdasarkan kalender Hijriah, yakni 16 Rajab. Hal ini sesuai dengan keputusan Muktamar Ke-32 NU di Makassar Tahun 2010. NU dibentuk pada 16 Rajab 1344 H. 100 tahun NU akan jatuh pada awal Februari 2023 mendatang.

Menyambut HUT satu abad, jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memperkuat ukhuwah dengan bersilaturrahim ke Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya, Jumat (22/7/2022). Jajaran PWNU diterima langsung Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, KH Saad Ibrahim.

Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan ormas Islam moderat ini membahas isu-isu strategis dalam menghadapi kebangkitan Islam pada milenium kedua, khususnya bagi NU yang akan menapaki usia Satu Abad.

Wakil Ketua PWNU Jatim sekaligus Ketua Panitia Satu Abad NU Jatim, KH Abdus Salam Shohib menjelaskan, pihaknya mengadakan silaturahim terkait kegiatan Kick Off dalam rangkaian Peringatan Satu Abad NU, yang akan digelar di Tugu Pahlawan Surabaya pada 28 Juli 2022. Peringatan Satu Abad NU ini mengangkat tema “Harmoni, Kolaborsi dan Inovasi”.

Menurut Kiai Salam, panggilan akrabnya, selaras dengan tema dimaksud tentu NU tak akan berjalan sendirian dalam menyukseskan segala aktivitasnya di masyarakat.

“Maka dengan silaturrahim dengan jajaran pimpinan PW Muhammadiyah, akan menunjukkan wajah Islam yang selalu mengedepankan tali silaturahim dan ukhuwah atau persaudaraan,” ujar Kiai Salam dikutip dari Republika.co.id, Jumat (22/7/2022).

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang ini mengatakan, NU memang selalu mengedepankan tiga ukhuwah, yaitu Ukhuwah Wathoniyah (Persaudaraan sesama bangsa), Ukhuwah Islamiyah (Persaudaran sesama Islam) dan Ukhuwah Basyariah (Persaudaran sesama umat manusia. Tiga ukhuwah ini telah ditanamkan para pendiri NU sejak 1926.

“Alhamdulillah, pertemuan berlangsung gayeng dan sangat akrab. Antusiasme dalam mengukuhkan kerukunan dua ormas Islam moderat di Indonesia, akan menjadikan kekuatan dalam NKRI. Silaturahim semacam ini, telah menjadi bagian dari laku para pimpinan NU dan Muhammadiyah di masa lalu,” ucap Kiai Salam, yang juga cucu salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri.

Terkait acara Kick Off, Kiai Salam mengajak dukungan PW Muhammadiyah dan ormas Islam lainnya. Dia juga meminta agar PW Muhammadiyah menyiapkan narasi terkait peringatan Satu Abad NU nanti.

“Kami meminta ada narasi dari PW Muhammadiyah soal Satu Abad NU, saat hadir dalam acara Kick Off nanti,” katanya.

Ia menambahkan, adanya perbedaan antara NU dan Muhammadiyah merupakan keniscayaan. Namun, menurut dia, NU dan Muhammadiyah mempunyai komitmen bersama untuk mengukuhkan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan saling menghargai sesama Muslim.

Dalam pertemuan tersebut juga berhasil disepakati kesepahaman untuk melanjutkan pembicaraan tentang isu-isu strategis. Disadari pula, perlunya menjalin kerja sama menghadapi Kebangkitan Islam pada milenial kedua, antara NU dan Muhammadiyah.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

lagi pembakaran al quran kembali terjadi di denmark

Kutuk Dan Protes Keras Atas Pembakaran Al-Quran, Turki Panggil Duta Besar Denmark

Ankara – Kecaman dan reaksi keras terus bermunculan dari berbagai penjuru dunia terhadap aksi provokasi …

sejarah maulid nabi

Yazir Hasan Ustad Wahabi Sebut Maulid berasal dari Yahudi, Mari Pelajari Selengkapnya

Kasus Ustaz Wahabi bernama Yazir Hasan Al-Idis yang membid’ahkan dan menyesatkan perasayaan Maulid Nabi tengah …

escortescort