Tahun Baru Hijriah 1446 H telah tiba, tepat pada tanggal 8 Juli 2024 sesuai dengan hasil keputusan Lembaga Falakiyah PBNU Nomor: 046/LF-PBNU/VII/2024 berdasarkan Istikmal. ini menandakan awal lembaran baru bagi umat Islam. Bulan pertama dalam penanggalan Islam ini, Muharram, menjadi momen istimewa untuk melipatgandakan amalan dan meraih pahala berlimpah. Salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah puasa di awal bulan Muharram yang kita kenal dengan puasa Tasu’a dan ‘Asyura’, ulama menyebutnya dengan puasa Muharram.
Muharram adalah salah satu dari empat bulan mulia (Asyhurul Hurum) bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab, Muharram menyimpan keistimewaan tersendiri. Tak heran, Rasulullah SAW dalam beberapa haditsnya mengajak umat Islam untuk memperbanyak amalan di bulan ini, termasuk puasa. Tahukah, apa saja keistimewaan bulan Muharram dan kenapa umat islam dianjurkan puasa oleh Rasulullah saw.?
Keistimewaan Bulan Muharram
Ada beberapa keajaiban yang Allah berikan kepada para hamba pilihannya tepat pada tanggal 10 Muharram, hal ini menunjukkan betapa luar biasanya hari ‘Asyura’ disisi Allah swt. Mari kita renungkan dan perhatikan tiga hal berikut:
- 10 Muharram Nabi Yunus Dimuntahkan dari Perut Ikan
Nabi Yunus ditelan ikan paus sehingga ia harus bertahan di dalam perut ikan selama 40 hari dalam kegelapan yang nyata, yaitu gelapnya malam, gelapnya dasar lautan dan gelapnya perut ikan. Walhasil pada hari kesepuluh Muharram Nabi Yunus dimuntahkan dari perut ikan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya 87-88:
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88) وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
(87) Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, “Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim.” (88) Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. (QS Al-Anbiya : 87-88)
- 10 Muharram Nabi Ayyub Terbebas dari Penyakit
Nabi Ayyub adalah diuji dengan penyakit gatal-gatal diseluruh tubuhnya selama 7 tahun 7 bulan 7 hari. Baru setelah itu Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk menghentakkan kakinya ke tanah dan memancarlah air putih bersih dari perut bumi.
Selanjutnya Allah memerintahkan Nabi Ayyub untuk membasuh seluruh tubuhnya dengan air itu dan meminum airnya. Walhasil pada hari ke-10 Bulan Muharram Nabi Ayyub terbebas dari semua penyakit. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Shad Ayat 41 – 42:
وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (41) ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (42)
(41) Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan penderitaan dan bencana.” (42) (Allah berfirman), “Hentakkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” (QS Shad: 41-42)
- 10 Muharram Hari Diterimanya Taubat Nabi Adam
Pada hari kesepuluh Bulan Muharram taubat Nabi Adam diterima oleh Allah SWT. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 36 :
فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَى حِينٍ
“Lalu setan memperdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.” (QS Al-Baqarah : 36)
Mengapa Rasulullah saw. Menganjurkan Berpuasa Pada Bulan Muharram?
Ada beberapa hadits Nabi menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9,10 dan 11 Muharram, berikut beberapa dalil keabsahan anjuran tersebut beserta pahalanya:
- Puasa Paling Afdhal setelah Ramadhan
Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, beliau bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم(
“Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
Puasa sunah di bulan Muharram ini lebih utama dilakukan pada tanggal 9 Muharram (Tasu’a), 10 Muharram (‘Asyura), dan 11 Muharram. Namun, kalau hanya mencukupkan diri untuk puasa sehari, maka dianjurkan berpuasa di tanggal 10 Muharram.
- Puasa Sehari setara 30 hari puasa
Pahala puasa sunnah di bulan muraharram ini dilipatgandakan sama seperti berpuasa 30 hari per satu hari puasa. Itu artinya puasa satu hari saja di bulan Muharram pahalanya sama dengan berpuasa 30 hari diluar bulam Murahham selain Ramadhan tentunya, sebagaimana hadis Nabi dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَاَن لَهُ كَفَارَةً سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. )رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به(
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Orang yang berpuasa pada hari Arafah maka menjadi pelebur dosa dua tahun, dan orang yang berpuasa sehari dari bulan Muharram maka baginya pahala puasa setiap sehari setara dengan pahala 30 hari puasa’.” (HR at-Thabarani dalam al-Mu’jamus Shaghîr. Ini hadits gharîb namun sanadnya tidak bermasalah).
- Puasa Asyura pelebur dosa setahun
Pahala puasa pada tanggal 10 Muharram atau disebut hari ‘Asyura’ pahalanya bisa menghapus dosa selama setahun yang sudah lalu. Riwayat dari Abi Qatadah bahwa Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)
“Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim)
Mari jadikan Puasa Muharram sebagai momentum untuk meningkatkan ketaqwaan dan meraih pahala berlimpah. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan menjadikan bulan Muharram ini sebagai awal yang penuh barokah bagi kehidupan kita. Terakhir, Rasulullah saw. menganjurkan agar tidak hanya berpuasa pada tanggal 10 (‘Asyura’) saja tetapi harus dilengkapi dengan sehari sebelumnya, tanggal 9 (tasu’a) dan sesudahnya yaitu tanggal 11 Muharram. Hal ini bertujuan agar puasa umat islam tidak sama dengan yahudi. Rasullah saw. bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)
“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad)
Islam Kaffah Media Pembelajaran Islam Secara Kaffah