Sebarkan Hoaks dan Provokasi Komunal COVID-19, India Tangkap Politikus Islam

0
1253

New Delhi – Seorang legislator beragama Islam di kota Assam, India Timur, ditangkap polisi India. Aminul Islam, nama legislator itu, dituduh menyebarkan berita bohong (hoaks) dan membuat pernyataan provokatif, komunal, dan salah, terkait pandemi Corona. Ia menyatakan pemerintah India tengah melakukan konspirasi untuk melenyapkan umat Islam dengan berkedok pencegahan COVID-19.

Aminul Islam adalah Pemimpin Front Demokratik Bersatu Seluruh India. Polisi secara resmi menangkapnya setelah lebih dari 12 jam diinterogasi dan menemukan bukti yang cukup di kediamannya di Nagaon.

“Tidak seorang pun dari Nizamuddin Markaz yang dinyatakan positif mengidap virus Corona. Hanya satu orang yang mati karena penyakit lain,” kata Islam seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (7/4/2020).

Dalam sebuah pesan video, Islam juga menuduh bahwa Muslim telah menjadi sasaran dan disiksa di berbagai kamp yang didirikan oleh pemerintah negara bagian yang menawarkan fasilitas karantina. Langkah ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di negara itu, di mana kebanyakan dari mereka dari Jamaat Tabligh (26 dari 27 di negara bagian).

Pemerintah India telah mengeluarkan peringatan kepada orang-orang yang mengunjungi Markas Jamaat Tabligh di Nizamuddin, New Delhi dan gagal menyatakan diri mereka bebas virus Corona. Pemerintah mengatakan bahwa para peserta akan dikenakan dakwaan berdasarkan Undang-Undang Manajemen Bencana (DMA).

Menyusul laporan kasus yang terkait dengan pertemuan Jamaat Tabligh, masyarakat mulai menargetkan umat Muslim karena diduga menyebarkan COVID-19 di negara tersebut.

Pemimpin organisasi budaya Hindu Rashtriya Swayamsewak Sangh juga menyalahkan kepemimpinan Jamaat Tabligh karena memimpin acara keagamaan itu.

Awal bulan ini, Kementerian Informasi dan Teknologi India mengirimkan surat kepada raksasa jejaring sosial global seperti Facebook, TikTok, dan yang lainnya untuk menghapus konten provokatif yang mempunyai efek langsung dari platform mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.