melaksanakan shalat
shalat

Semua Nabi Melaksanakan Shalat

Shalat merupakan salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim di dunia. Seluruh umat Nabi Muhammad telah dibebankan (taklif) untuk melaksanakan shalat fardhu yang berjumlah lima waktu dalam satu hari yang dibawa Nabi setelah melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Dalam peristiwa itu, secara langsung Allah menyampaikan kewajiban Shalat lima waktu yang harus dijalankan oleh umat muslim.

Pertanyaannya, jika Nabi Muhammad adalah pelanjut para Nabi dan Rasul sebelumnya apakah Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad juga dibebankan kewajiban shalat?

Ternyata kewajiban shalat sudah ada sejak jaman Nabi Adam. Yang kita tahu dan kita imani bahwa Nabi Adam merupakan manusia pertama dan sekaligus menjadi Nabi pertama dalam menyampaikan risalah Allah. Bahkan shalat subuh pertama dilakukan oleh Nabi Adam. Kala itu, Beliau melihat kegelapan malam di bumi dan merasa ketakutan. Dalam bimbinganNya, saat cahaya fajar mulai tampak, Nabi Adam mengerjakan shalat sebanyak dua rakaat. Rakaat pertama sebagai rasa syukur atas keselamatan beliau dari kegelapan malam dan rakaat kedua sebagai rasa syukur atas kembalinya cahaya matahari di pagi hari.

Nabi Ibrahim sebagai bapak para Nabi dan menjadi rujukan hampir seluruh agama semitik juga melakukan ibadah shalat. Tertulis dalam firman-Nya, “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (Ibrahim: 40).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah supaya keturunannya selalu mengerjakan shalat. Begitu pula Nabi Musa juga melaksanakan shalat sebagaimana pernah terekam dalam perjumpaan Nabi Muhammad dengan Nabi Musa saat mendapatkan perintah shalat.

Bahkan tata cara ibadah umat Yahudi hingga kini bisa kita lihat tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh umat muslim. Dalam ibadahnya ada gerakan rukuk, sujud dan menyimpan  tangan di dada. Hanya bedanya orang Yahudi membaca ayat-ayat Taurat dan Talmud, sedangkan orang Islam baca al-Quran.

Baca Juga:  Shalatlah secara Kaffah, Bukan Sekedar Rutinitas Kewajiban Tanpa Makna

Jika Nabi adam merupakan nabi pertama yang menjalankan ibadah shalat subuh, Nabi Isa merupakan orang pertama yang menjalankan ibadah shalat magrib. Setiap rakaat dalam shalat Nabi Isa memiliki maksud yang berbeda. Rakaat pertama, bersyukur kepada Allah karena memaklumkan akan ketiadaan ke-Tuhanan pada dirinya. Rakaat kedua, bersyukur kepada Allah karena memaklumkan ketiadaan ke-Tuhanan pada diri ibunya (Maryam). Rakaat ketiga, untuk menetapkan ke-Tuhanan Allah Yang Maha Esa.

Dikisahkan dalam Quran, Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Kitab  dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” (Maryam: 30) “Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku dengan shalat dan zakat selama aku hidup.” (Maryam: 31).

Ayat di atas menjelaskan bahwa terdapat perintah untuk menyembah hanya kepada Allah. Tidak menjadikan sekutu bagi Allah dengan mengitikadkan bahwa Isa AS adalah putra Tuhan. Terdapat perintah mendirikan shalat, menunaikan zakat, serta perintah berbakti kepada kedua orang tua, terutama kepada ibu.

Tidak dipungkiri, shalat itu adalah pembeda antara kaum mukmin dan kafir serta merupakan pokok ibadah yang diperintahkan Allah SWT kepadanya. Selain itu umat yang menjaga shalat akan mudah baginya mengerjakan ibadah-ibadah lain dan amal-amal saleh.

Dari penjelasan di atas sudah bisa kita tarik kesimpulan bahwa ibadah shalat sebenarnya sudah dilakukan sejak nabi Adam turun ke bumi. Semua Nabi melakukan shalat. Ibadah shalat juga dikerjakan oleh orang-orang terdahulu, termasuk dalam ajaran agama terdahulu. Hanya saja disempurnakan pada jaman Nabi Muhammad yang merupakan Nabi yang pembawa risalah Allah yang terakhir kalinya.

Lalu, masih ragukan anda untuk rajin shalat?

Bagikan Artikel ini:

About Imam Santoso

Avatar of Imam Santoso

Check Also

memiliki keris

Muslim Memiliki Keris, Ada Masalah?

Ada pertanyaan yang sedikit lucu tetapi penting dijawab, bolehkah seorang muslim memiliki keris? Pertanyaan ini …

mahsa amini

Tragedi Mahsa Amini dan Cara Berislam Kita

Ternyata persoalan jilbab tidak hanya menjadi persoalan di Negara Indonesia saja. Pada tanggal 13 September …