sejarah kalender islam
sejarah kalender islam

Seputar Sejarah Kalender Hijriyah : Kenapa Islam Harus Mempunyai Kalender

Kalender Hijriyah memang tidak lumrah dipakai di Indonesia, bahkan mungkin mayoritas negara di dunia masyarakatnya lebih familiar dengan penanggalan Masehi. Fenomena bukan keumumam yang salah. Tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab hal ini adalah urusan duniawi hasil olah pengetahuan manusia. Bukan jantung ajaran agama.

Namun demikian, bagi umat Islam sendiri, kalender Hijriyah memiliki keistimewaan sebab digagas dan diberlakukan secara resmi di era awal Islam. Tepatnya pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Istimewa sebab semua peristiwa sejarah dan pelaksanaan ibadah yang berkait dengan waktu menggunakan kalender Hijriyah. Seperti sejarah perjuangan Nabi, perang membela kebenaran, ibadah haji, puasa, dan seterusnya menggunakan kalender Hijriyah.

Mengenai sejarah pembentukan kalender Hijriyah, Ibnu Hajar al ‘Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menulis secara lengkap dan runtut sejarah lahirnya kalender Hijriyah. Tulisnya, pada tahun ke tujuh belas Hijrah, tepat ketika jabatan Khalifah Umar bin Khattab berumur dua setengah tahun, seorang gubernur bawahannya, Abu Musa al Asy’ari mengirim surat kepadanya.

Dengan nada menyindir, dalam surat itu Abu Musa al Asy’ari mengadu kepada Khalifah tentang surat-surat yang dikirim kepadanya, banyak sekali, tapi tidak ada tanggalnya. Sehingga kebingungan untuk menentukan mana yang lebih dulu dan yang kemudian.

Oleh sebab itu ia mengusulkan kepada Khalifah Umar bin Khattab untuk membuat dan menerbitkan kalender sehingga para bawahannya tidak kebingungan untuk menjalankan perintah. Mereka menjadi tahu mana perintah yang harus didahulukan dan yang lebih akhir.

Umar bin Khattab kemudian mengumpulkan para petingginya untuk berdiskusi guna merumuskan satu kalender resmi. Hasilnya, satu rumusan kalender disepakati, namun mereka berselisih ketika menentukan awal tahun. Kapan tahun pertama dimulai?

Di antara para peserta ada yang mengusulkan dimulai pada saat Nabi resmi menjadi Rasul, yaitu saat menerima wahyu pertama kali. Adapula yang mengusulkan dimulai pada tahun kelahiran Nabi, tahun Gajah. Ada yang mengusulkan penanggalan tersebut dimulai pada tahun wafatnya Nabi. Dan, terakhir ada yang usul dimulai sejak hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah.

Atas saran dari dua sahabat senior sekaligus sahabat karib Khalifah, Utsman bin ‘Affan dan Ali bin Abi Thalib, Khalifah Umar memutuskan penanggalan yang baru saja selesai dibuat dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi ke Madinah. Dari nama hijrah inilah kalender tersebut kemudian diberi nama Hijriyah.

Setelah pijakan awal tahun disepakati, perdebatan kembali berlanjut soal bulan yang akan ditempatkan sebagai bulan awal tahun. Ada yang mengusulkan bulan pertama kalender Hijriyah adalah Rabi’ul Awwal, sebab pada bulan itu Nabi Hijrah. Namun hasil kesepakatan menentukan bukan Muharram sebagai deretan nomor wahid dalam kalender Hijriyah.

Inilah sejarah kalender Hijriyah yang ditulis oleh Ibnu Hajar al ‘Asqalani. Suatu kerja luar biasa yang hasilnya bisa dinikmati oleh segenap umat Islam. Sampai detik ini.

Bagikan Artikel ini:

About Khotibul Umam

Alumni Pondok Pesantren Sidogiri

Check Also

sirah nabi

Pesan Nabi Menyambut Ramadan

Bulan Ramadan, atau di Indonesia familiar dengan sebutan Bulan Puasa, merupakan anugerah yang diberikan Allah …

imam ahmad bin hanbal

Teladan Imam Ahmad bin Hanbal; Menasehati dengan Bijak, Bukan Menginjak

Sumpah, “demi masa”, manusia berada dalam kerugian. Begitulah Allah mengingatkan dalam al Qur’an. Kecuali mereka …