Jemaah umroh Indonesia akhirnya bisa berangkat
Jemaah umroh Indonesia akhirnya bisa berangkat

Setelah 2 Tahun, Akhirnya Jemaah Indonesia Bisa Umroh ke Mekah dan Madinah

Jakarta – Sepanjang pandemi Covid-19, praktis jemaah Indonesia tak bisa berangkat ibadah umroh ke kota suci Mekah dan Madinah. Artinya selama dua tahun jemaah Indonesia harus bersabar menunggu sampai pandemi Covid-19.

Penantian itu akhirnya berakhir. Sebanyak 419 jemaah umroh RI di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur (Jaktim), diberangkatkan setelah dua tahun tertunda karena pandemi Covid-19. Suasana haru menyelimuti keberangkatan jemaah.

Rasa syukur juga disampaikan Direktorat Jenderal Haji dan Umroh Kemenag Hilman Latief. Hilman menyebut bahwa kesempatan ini berkat kerja sama diplomasi yang dilakukan kementerian dan lembaga terkait.

“Akhir 2021, kita ingat Arab Saudi membuka kembali kedatangan jemaah umroh dari Indonesia. Kesempatan baik ini kita sambut dengan melakukan kesiapan di dalam internal Kemenag, koordinasi antara kementerian/lembaga serta diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi,” ujar Hilman saat melepas jemaah umroh.

Hilman mengimbau para jemaah untuk selalu menerapkan prokes. Jemaah pun diharuskan langsung melaksanakan karantina terlebih dahulu setiba di Arab Saudi.

“Banyak sekali tahapan dalam suksesnya pemberangkatan umroh ini. Karena itu, saya memberikan pesan kepada jemaah umroh untuk tetap menaati aturan yang berlaku di Tanah Air dan Arab Saudi,” tuturnya.

419 jemaah yang berangkat itu merupakan pada kloter pertama di tengah 59 ribu jemaah yang masih tertunda. Dia juga berpesan kepada jemaah untuk tetap disiplin agar jemaah lainnya bisa mendapatkan kesempatan ini.

“Banyak sekali tahapan dalam suksesnya pemberangkatan umroh ini. Karena itu, saya memberikan pesan kepada jemaah umroh untuk tetap menaati aturan yang berlaku di Tanah Air dan Arab Saudi,” ujarnya.

“Anda harus ingat, kedisiplinan Anda di Saudi nanti modal bagi kita bisa berangkatkan jemaah umroh selanjutnya,” sambungnya.

Hilman mengatakan keberangkatan umroh pada masa pandemi ini menimbulkan rasa khawatir, terlebih dengan adanya varian baru Omicron. Namun pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi hal-hal tersebut dengan melakukan karantina dan PCR.

“Kekhawatiran ada, sangat khawatir, Pak Menteri khawatir, saya khawatir, tapi kita tugasnya memitigasi dampaknya, kita mitigasi dengan prokes,” ujarnya.

“Mereka begitu mendarat akan dikarantina maksimal, di sana peraturan Saudi sudah ketat, pulangnya ada screening, ada karantina, PCR berkali-kali, dan itu mitigasi,” sambungnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

TGB Zainul Majdi

Agama Paling Sering Didzalimi Jelang Kontestasi Politik

Surabaya – Mahasiswa dan generasi muda diminta untuk menjaga toleransi dan tidak termakan isu agama …

KH Abun Bunyamin

Gagasan Sesat Fikir, Khilafah Hanya Cara Adu Domba Untuk Tujuan Politik

Purwakarta – Kelompok pengusung ideologi khilafah selalu memanfaatkan momentum untuk dan melancarkan propagandanya. Bahkan, kondisi …