menari masjid kuno di kota ani
menari masjid kuno di kota ani

Sisa Kejayaan Islam Berupa Masjid Kuno dengan menara berusia 1.000 Tahun Ditemukan di Ani, Armenia

Armenia – Eropa pada suatu masa telah menjadi salah satu tempat Islam tersebar dan menjadi kekuatan di belahan dunia. Warisan kebesaran pengaruh Islam hingga hari ini masih dapat ditemukan di banyak negara eropa, salah satunya di Armenia.

Sebuah menara masjid Minuchir Ani yang telah berusia 1000 tahun masih berdiri megah di Armenia. Di sana ada beberapa sisa ruang sholat masjid. Namun yang lebih penting menara adalah satu-satunya satu-satu cara pengingat mengenai pengaruh kekuatan singkat yang dialami banyak penguasa selama waktu mereka di wilayah Ani tersebut. Seperti dilansir dari laman ihram.co.id Senin (28/01/22).

Ani adalah kota metropolitan besar menurut standar abad ke-11 M. Dahulu kota ini memiliki populasi jauh di atas 100.000 orang. Wilayah ini adalah pusat Kerajaan Armenia yang kuat. Ani berada di tengah-tengah sejumlah jalur perdagangan, di zaman modern kota ini berada di Armenia dan Turki Timur. Meskipun lalu lintas memberikan keragaman dan kekayaan kota, namun soal itu juga membuatnya rentan terhadap serangan dan penaklukan bangsa lain.

Pada 1064, kekuatan Seljuk yang kuat menaklukkan kota dengan bantuan orang-orang dari Kaukasus. Membunuh dan memperbudak semua orang, pasukan Turki dengan santai menjual kota itu kepada dinasti Kurdi yang disebut Shaddadids.

Selama waktu ini, Ani berubah dari penduduk yang mayoritas Kristen dan Armenia menjadi kota dengan kehadiran Islam yang lebih kuat, dan sebuah masjid besar kemudian dibangun.

Sayangnya untuk penakluk Kurdi baru-baru ini, ada kerusuhan terus-menerus. Orang-orang Mongol dari timur akhirnya menjarah kota itu pada abad ke-13. Setelah pemerintahan Mongol dimulai, kota ini perlahan menurun dan telah ditinggalkan sejak pertengahan abad ke-18. Seiring dengan beberapa katedral dan bagian dari tembok kota, menara dari masjid adalah peninggalan kota yang paling terpelihara dengan baik.

Baca Juga:  Sampaikan Bela Sungkawa, Putra Mahkota Abu Dhabi: Kekerasan Tak Wakili Ajaran Nabi Muhammad

Meskipun tidak digunakan selama bertahun-tahun, ketika seorang arkeolog Rusia mulai menjelajahi situs tersebut pada awal abad ke-20, masjid itu sempat diberi kehidupan baru sebagai fasilitas penyimpanan artefak.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

muslim houston amerika serikat rayakan idul fitri dengan menggelar festival

Komunitas Muslim Houston bagikan Makan Gratis Tunawisma

JAKARTA – Islam adalah agama rahmatan lil’alamin, rahmat yang bukan saja untuk umat Islam namun …

ilustrasi logo nahdlatul ulama

Konbes NU 2022 Lahirkan 19 Peraturan untuk Perkuat Landasan Jam’iyah Optimalisasi Khidmah

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2022 …