tafsir
tafsir alquran

Tafsir Surat At-Taubah 122 : Pentingnya Kaderisasi Ulama

Kebodohan adalah sesuatu yang sangat dicela oleh agama. Perintah “bacalah” pada wahyu pertama yang turun kepada Nabi sesungguhnya berbicara tentang hal ini. Wejangan Tuhan yang memberitahukan bahwa kebodohan harus ditiadakan. Umat Islam harus sadar dan memiliki cakrawala berpikir pentingnya estafet penguasaan ilmu agama secara sempurna dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi.

Selain perintah “iqra” pada wahyu pertama, penegasan al Qur’an berikutnya tentang pentingnya kehadiran sebagian umat Islam yang menguasai ilmu agama secara sempurna termuat pada firman Allah, “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang), mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. (QS. al Taubah: 122).

Dr. Wahbah al Zuhaili dalam al Wajiz mengatakan, dengan ayat ini Allah memberitahu umat Islam akan maslahat yang tidak disadari saat itu karena umat Islam semuanya fokus pada jihad. Maslahat dari penguatan pemahaman keagamaan untuk diajarkan kepada muslim yang lain.

Di saat mayoritas umat Islam berangkat ke medan jihad, harus ada perwakilan kelompok dan suku yang belajar agama supaya memiliki pengetahuan keagamaan yang luas dan mendalam. Bahasa sekarang adalah kaderisasi ulama. Tujuannya, pada saat pasukan jihad kembali ke daerah masing-masing, para ulama ini bisa mengajari mereka ilmu agama.

Ayat di atas juga menjelaskan pentingnya belajar ilmu agama. Dan, tak kalah pentingnya juga mengajarkannya kepada umat Islam yang lain supaya mengerti agama Islam yang sebenarnya.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir al Sa’di dalam tafsirnya menjelaskan, ayat ini menunjukkan pentingnya ilmu agama dan menyebarkannya kepada umat Islam yang lain. Ilmu yang disampaikan oleh orang alim (ulama) memiliki keberkahan tersendiri berupa manfaat bagi dirinya dan manfaat kepada orang yang menerima.

Dengan demikian, penguatan literasi keagamaan melalui kaderisasi ulama telah diperintahkan al Qur’an sejak dulu. Kemudian dipertegas dalam beberapa hadis Nabi dengan pernyataan beliau yang menyatakan bahwa Allah tidak akan mencabut ilmu dari muka bumi melainkan hanya akan mematikan para ulama. Bila para ulama yang menguasai ilmu agama telah wafat maka secara otomatis ilmu yang dikuasainya juga hilang.

Tentunya bila semua ulama meninggal tanpa ada penggantinya, umat Islam akan berada pada situasi kebodohan. Bila demikian, sangat dikhawatirkan salah memahami agama. Akibatnya, akan ada penyesatan massal dan umat Islam tidak menyadari akan hal itu.

Bagikan Artikel ini:

About Faizatul Ummah

Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo dan Bendahara Umum divisi Politik, Hukum dan Advokasi di PC Fatayat NU KKR

Check Also

kopi sufi

Kopi dan Spiritualitas Para Sufi

Ulama dan Kopi apakah ada kaitan diantara mereka berdua? Kopi mengandung senyawa kimia bernama “Kafein”. …

doa bulan rajab

Meluruskan Tuduhan Palsu Hadits-hadits Keutamaan Bulan Rajab

Tahun Baru Masehi, 1 Januari 2025, bertepatan dengan tanggal 1 bulan Rajab 1446 H. Momen …