Muslim di kota Gurugram salat Jumat di lapangan sebelum diduduki nasionalis hindu sayap kanan
Muslim di kota Gurugram salat Jumat di lapangan sebelum diduduki nasionalis hindu sayap kanan

Tanah Lapang Tempat Salat Jumat Diduduki Umat Hindu, Muslim Kota Gurugram Tertindas

Gurugram  – Islamofobia di India sudah bukan cerita baru lagi. Setelah pekan kemarin, umat Muslim kota Gurugram atau Gurgaon, yang sedang salat Jumat di tanah lapang yang selama ini digunakan untuk Jumatan, diserang kelompok nasionalis sayap kanan Hindu, kini mereka bahkan tidak bisa salat Jumat. Pasalnya, tanah lapang itu diduduki kelompok nasionalis sayap kanan Hindu. Tidak hanya menduduki, mereka juga mendirikan tenda-tenda dan menggelar upacara Hindu.

Gurugram atau Gurgaoun adalah kota satelit di pinggiran New Delhi. Salah satu Muslim di Gurugram, Najis Mohammad mengaku tidak bisa salat Jumat.  Padahal selama ini, ia selalu salat Jumat di tanah lapang dekat toko tukang cukur itu.

“Hari ini, saya tidak yakin apakah saya bisa salat  di mana saja,” katanya dikutip di Aljazirah, Jumat (5/11/2021) dikutip dari laman republika.co.id.

Kelompok-kelompok Hindu sayap kanan disebut telah mendirikan tenda-tenda besar dan menyalakan api ritual untuk melakukan fungsi keagamaan di tanah yang sama di area Sektor 12A kota itu, tempat Nazim berdoa setiap hari Jumat.

Acara tersebut dihadiri sejumlah politisi dan pendeta Hindu, termasuk Kapil Mishra, yang tergabung dalam Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi. Mishra dituduh menghasut melakukan kekerasan agama di New Delhi tahun lalu, yang terburuk di kota itu dalam beberapa dekade. Dalam bentrokan tersebut, 53 orang yang kebanyakan dari mereka Muslim terbunuh.

Acara Jumat ini terjadi beberapa hari setelah pejabat di negara bagian Haryana, India utara, mencabut izin salat  Jumat, di delapan titik dari 37 tempat umum di Gurugram.

“Izin untuk salat di delapan tempat yang telah diidentifikasi sebelumnya telah dibatalkan. Jika muncul keberatan dari penduduk di tempat lain, izin untuk salat  juga akan dibatalkan di sana,” kata polisi Gurugram dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:  Kerusuhan Hindu-Islam Pecah di India, 17 Orang Tewas

Keputusan polisi itu muncul menyusul kampanye selama berpekan-pekan oleh kelompok-kelompok Hindu dan penduduk setempat, yang telah mengganggu salat Jumat di sekitar lokasi. Mereka memutar lagu-lagu religi di pengeras suara dan meneriakkan slogan-slogan kebencian.

Sebuah organisasi selaku payung kelompok Hindu, Sanyukt Hindu Sangharsh Samiti (Komite Perjuangan Bersama Hindu), bahkan mengeluarkan ultimatum kepada pihak berwenang. Mereka mengatakan akan bergerak sendiri menghentikan salat Jumat, jika Pemerintah Gurugram gagal melakukannya.

“Kami memberikan peringatan yang sopan. Kami tidak akan mengirimkan lebih banyak memorandum. Maka itu, akan menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjaga perdamaian, bukan milik kita,” tulis surat kabar Indian Express, mengutip pernyataan Presiden kelompok itu untuk wilayah Haryana, Mahavir Bhardwaj, pekan lalu.

Dia juga mengatakan, pihaknya siap menerima ‘lathis’ (pukulan menggunakan batang bambu tebal milik kepolisian India) maupun masuk penjara. Tak hanya itu, dia mengatakan tidak akan lari jika ditembak, tetapi kondisi yang ada disebut tidak akan ditoleransi.

Sebuah laporan oleh situs berita Scroll.in pada 2018 mengatakan ada 22 masjid di Gurugram. Menurut sensus 2011, kota ini memiliki penduduk 1,1 juta orang, di mana kurang dari 5 persennya adalah Muslim.

“Tidak ada masjid di dekat sini, tempat kami bisa pergi dan melaksanakan salat Jumat. Masjid terdekat berjarak hampir 4 kilometer,” kata Najis.

Dalam sebuah pernyataan pers oleh kelompok yang disebut Komunitas Muslim Gurugram, mengatakan telah memutuskan tidak melaksanakan salat Jumat di lapangan Sektor 12A, hanya untuk pekan ini.

Pembatalan kegiatan dilakukan karena kelompok penjaga mengorganisasi “Govardhan Puja” (doa) di tempat yang sama. “Salat akan dilakukan di 36 tempat lainnya, seperti yang terjadi sebelumnya. Ini adalah tugas pemerintah dan polisi untuk memastikan hukum dan ketertiban tetap terjaga,” kata mereka.

Baca Juga:  Gerakan Konsumen Global Ajak Masyarakat Boikot Delapan Produk Israel

Komunitas Muslim Gurugram disebut berdiri untuk perdamaian dan persahabatan. Mereka akan melakukan segala daya untuk memastikan kerukunan komunal berlaku di kota ini.

Anggota parlemen Asaduddin Owaisi mengatakan keputusan pemerintah Gurugram melarang salat Jumat di beberapa tempat merupakan pelanggaran Pasal 25 konstitusi India, yang menjamin kebebasan warga negara India untuk menganut, mempraktikkan, dan menyebarkan agama.

“Bagaimana mungkin mengamalkan agama saya atau melakukan salat  Jumat sepekan sekali selama 15 hingga 20 menit menyakiti siapa pun?” katanya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dir Cegah BNPT Brigjen R Ahmad Nurwakhid di Universitas Pembangunan Panca Budi

Doktrin Kelompok Radikal Selalu Benturkan Agama dan Budaya, Agama dan Pancasila

Medan – Radikalisme adalah paham yang menjiwai semua aksi terorisme. Mereka selalu mendoktrin, membenturkan agama …

ilustrasi al quran

Khutbah Jumat – Menjalani Kehidupan Dalam Tuntunan Agama

Khutbah I اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ …