hubungan suami istri
hubungan suami istri

Tata Cara Berhubungan Suami-Istri dalam Islam

Berhubungan badan antara suami dan istri merupakan salah satu cara melanggengkan rumah tangga. Karena itu Islam meletakkan persoalan ini menjadi salah satu bagian penting dalam relasi suami-istri. Jimak atau berhubungan badan bagian dari perintah dan ibadah dalam berkeluarga.

Menurut pendapat para ulama sebagaimana Ibnu Hazam bahwa seorang suami hendaknya menggauli istri sedikitnya satu bulan sekali bila ia mampu. Jikalau tidak maka ia telah durhaka kepada Allah SWT atau setidaknya setiap satu kali masa suci (haid). Hal ini sebagaimana firman Allah pada surah Al-Baqarah :

فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al-Baqarah : 222).

Namun, berhubungan badan tidak sembarangan. Dalam khazanah keilmuan terdapat beberapa kitab yang mengurai tata cara berhubungan dalam Islam. Salah satunya semisal kitab Qurratul uyun karangan Syeikh Muhammad al-Tahami bin Madani. Lalu bagaimana tata cara berhubungan yang baik dalam Islam. 

Mandi dan Berwudhu

Suami – istri sebelum melakukan hubungan badan (jimak) hendaklah mandi membersihkan badan terlebih dahulu. Karena setelah mandi akan menjadi lebih segar, wangi dan menambah gairah dalam bersetubuh.

Rasulullah ketika hendak akan berhubungan dengan istrinya selalu mandi membersihkan badannya terlebih dahulu. Ketika Rasulullah mendapatkan pertanyaan, mengapa harus mandi dahulu, beliau menjawab: Ini adalah lebih suci dan bersih. (HR. Abu Dawud)

Memilih Waktu Yang Tepat Untuk Bersetubuh

Suami – istri yang hendak akan melakukan bersetubuh hendaknya memperhatikan waktu yang tepat, jangan gegabah dengan tidak memperhatikan waktu dan tempat.

Imam Syafi’i berkata bahwa waktu yang baik untuk bersetubuh adalah malam Senin, malam Kamis dan malam Jumat, karena Rasulullah melakukan jimak pada malam-malam tersebut. Dan waktu yang ideal untuk melakukan persetubuhan adalah setelah sholat Isya’ atau sesudah Sholat Subuh serta waktu senggang lainya.

Untuk mendapatkan nuansa romantis agar gairah seksual semakin meningkat, sebisa mungkin diatur ruangannya yang rapi dan indah, lampu di temaramkan, memakai harum-haruman sehingga tercipta nuansa romantis.

Memberi Salam Dan Membaca Doa

Banyak pasangan suami – istri ketika hendak melakukan persetubuhan langsung saja melakukan hubungan tanpa mengucapkan salam dan membaca doa. Hal ini tentu akan mengurangi keberkahan dalam persetubuhan.

Hendaknya suami – istri melakukan apa yang di sunnahkan sebelum memulai bersetubuh mendahulukan kaki yang sebelah kanan, kemudian mengucapkan: “Assalamualaikum Yaa Babarrahmah” . artinya : “Keselamatan atas kamu wahai pintu rahmat”.

Lalu istri menjawab : “Waalaikum Salam Yaa Sayyidal Aminn”. Artinya : “Keselamatan atas kamu pula, hai tuan yang dipercaya”.

Selanjutnya mengerjakan shalat dua rakaat. Selain itu membaca surat al-Fatihah 3 kali, surat al-Ikhlas 3 kali, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. 3 kali setelah itu membaca do’a:

اللهم بارك لي في أهلي وبارك لأهلي في اللهم ارزقهم مني وارزقني منهم

وارزقني ألفهم ومودتهم وارزقهم ألفي ومودتي وحبب بعضنا

Ya Allah, limpahkanlah berkah-Mu kepadaku dan kepada keluargaku (istriku), berkahilah keluarga yang berada dalam tanggung jawabku. Ya Allah, limpahkanlah rezeki-Mu kepada mereka melalui tanganku dan limpahkanlah rezeki-Mu kepadaku melalui mereka. Limpahkanlah pula rezeki-Mu kepada mereka atas kerukunan serta kecintaan kami dan semoga Engkau menumbuhkan rasa cinta di antara kami.

Setelah sholat dan berdoa, kemudian suami menghadap istrinya dan memberi salam kepadanya, tangannya diletakkan di atas ubun-ubun istrinya, kemudian berdoa dengan do’a berikut:

اللهم إني أسألك خيرها وخير ما جبلتها عليه وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه

 Ya Allah, aku memohon kebaikan istriku kepada-Mu dan kebaikan tabiat yang telah Engkau tabiatkan kepadanya. Dan aku berlindung kepada Engkau dari kejelekan istriku dan kejelekan tabiat yang telah Engaku tabiatkan kepadanya.

Membuka Pakaian dan Satu Selimut dengan Istri

Salah satu etika dalam bersetubuh adalah suami tidak menyetubuhi istrinya masih menggunakan pakaian. Suami sebaiknya melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh, namun tidak lantas serta merta bertelanjang bulat. Tutupilah tubuh dengan satu selimut untuk berdua. Rasulullah bersabda:

Apabila salah seorang diantara kalian mendatangi (bersetubuh) dengan istrinya, maka hendaklah keduanya menutup (tubuh) dan jangan telanjang bulat seperti (persetubuhan) dua ekor keledai. (HR. Ibnu Majah)

Di hadis yang lain nabi bersabda :

Apabila salah seorang di antara kalian bersetubuh dengan istrinya hendaklah jangan langsung telanjang seperti telanjangnya dua ekor keledai. Dan hendaklah ia memulainya dengan bercumbu rayu dan ciuman. (HR. Ibnu Majah)

Bermesraan dan Bercumbu Rayu

Suami-istri yang hendak melakukan persenggamaan sebaiknya didahului dengan senda gurau, bermain-main, bermesraan dengan sesuatu yang diperbolehkan, misalnya meraba-raba payudara, merangkul, mengecup leher dari depan hingga belakang, mencium pipi, kening dan semua anggota tubuh istri.

Nabi bersabda :

Janganlah sekali-kali ada seorang di antara kalian yang bersenggama bersama istrinya, sebagaimana yang dilakukan oleh hewan. Sebaiknya di antara keduanya menggunakan suatu perantara. Ditanyakan kepada Nabi, “Apa yang dimaksud dengan perantara itu? “Nabi menjawab “Yaitu mencium dan bercakap-cakap dengan bahasa yang indah-indah”. (HR. al-Dailami)

Untuk mengawali, suami hendaknya mengulurkan tangan pada istrinya dan hendaklah sang istri menyambut uluran tangan suami sambil berdoa:

“Rodhitubillahi Rabba” artinya : Aku telah ridha Allah sebagai Tuhanku

Selanjutnya suami mencium ubun-ubun istri. Dan sertailah ciuman tersebut dengan menyebut Asma Allah sebagi berikut : “Ya Latif, Allah Nurin Syahida Nuru ala man Yasya’”  Artinya : wahai Dzat Yang Maha Halus, cahaya Allah di atas segala cahaya. Cahaya itu telah menerangi siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Kemudian ciumlah secara halus dan perlahan celah di antara dua buah dada istri, teruskan secara perlahan dan halus bergeser sedikit demi sedikit ke bawah tepat di ulu hatinya, lalu bacalah : “Ya Hayyu Ya Qoyyum” artinya : Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang berdiri pada dirinya sendiri.

Membaca Do’a Saat Memulai Jimak

Setelah melakukan mula’abah (foreplay) dilakukan, suami hendaknyalah membaca basmalah dan mengucapkan doa :

بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

Dengan menyebut nama Allah. Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan, dan jauhkanlah setan dari sesuatu yang telah Engkau rezekikan kepada kami.

Membaca Hamdalah dan Berdoa Ketika Ejakulasi

Setelah melalui serangkaian foreplay hingga jimak dan pada puncak kenikmatan orgasme, hendaklah berdoa dalam hati jangan menggerakkan bibir :

الحمد لله االذي خلق من الماء بشرا فجعله نسبا و صهرا وكان ربّك قديرا

Segala puji bagi Allah yang menjadikan manusia dari air (sperma), lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan keluarga. Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setelah kenikmatan orgasme yang dirasakan secara bersamaan, lalu berdoa’a :

اللهم ان كنت خلقت خلقا في بطن هذه المراة فكونه ذكرا وسمه احمد بحق محمد رب لاتذرني فردا وات خير الوارثين

Ya Allah, apabila Engkau menjadikan makhluk di dalam perut wanita ini, maka jadikanlah ia seorang laki-laki dan akan aku beri nama Ahmad atas hak Muhammad Saw. Ya Allah, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian, karena Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang mewariskan.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Check Also

Wahid Foundation rilis laporan Riset Pencapaian RAD PE 2021 2024 NU Online

Riset Wahid Foundation: Pencegahan Ekstremisme Berbasis Kekerasan di Daerah Masih Hadapi Tantangan Serius

Jakarta — Upaya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan di tingkat daerah masih menghadapi tantangan serius. Wahid …

Pramono Anung buka Rakorwil GP Ansor 2026 copy

Ansor dan Banser Dinilai Konsisten Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Jakarta — Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinilai konsisten dalam …