Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Selamat pagi, pertanyaan saya berangkat dari minimnya pembahasan tentang tata cara mandi junub diberbagai majelis pengajian, padahal mandi junub sangat penting menurut saya, mohon penjelasan bagaimana tata cara mandi junub disertai dalilnya.

Abdul Mahdi – Depok


Waalaikum Salam Warahmatullahi Wabarokatuh

Terimakasih atas pertanyaan bapak Mahdi, memang pembahasan tentang tata cara mandi junub di majelis agak jarang, di majelis lebih banyak dibahas tentang tauhid dllnya, baiklah pada kesempatan kali ini kita akan mengupas tentang tata cara mandi junub.

Mandi junub setelah terjadinya persenggamaan hukumnya wajib baik inzal  (keluarnya sperma) maupun tidak keluarnya sperma sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 6 :

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

Dan jika kamu junub, maka bersucilah (mandilah) kamu. (QS. Al-Maidah : 6)

Dalam salah satu hadis Rasulullah Saw. bersabda:

إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا ، فَقَدْ وَجَبَ الْغَسْلُ

Apabila ia duduk di antara empat cabang anggotanya (bersetubuh) maka wajib mandi. (HR. al-Bukhari Muslim)

Setelah kita mengetahui hukum dari mandi junub, lalu bagaimanakah tata cara mandi junub tersebut? Rasulullah sendiri pernah menjelaskan tentang tata cara mandi junub.

Rasulullah Saw. apabila hendak mandi setelah melakukan hubungan badan, maka beliau mulai dengan membasuh kedua (telapak) tangan, lalu menuangkan air dan membasuh tangan kanan lalu tangan kiri, mencuci kemaluanya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk melakukan shalat. (HR. al-Jamaah)

Lebih jelasnya mandi junub dilakukan sebagaimana berikut :

  •  Niat mandi junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Ta’ala.

  • Membaca Basmalah
  • Membasuh kedua tangan tiga kali dengan mendahulukan yang kanan lalu yang kiri
  • Membasuh/membersihkan kemaluan
  • Berwudhu sebelum mandi sebagaimana wudhu untuk melakukan shalat
  • Pembasuhan dilakukan dengan mendahulukan anggota tubuh yang kanan lalu yang sebelah kiri, kemudian membersihkan pusar, telinga bagian luar dan dalam, sela-sela jari
  • Menuangkan air di atas kepala sebanyak 3 kali sampai rata setiap kalinya, sambil memasukkan jari-jari tangan ke dalam rambut sehingga dapat sampai ke pangkal rambut dan lekuk-lekuknya tubuh
  • Mengalirkan air ke seluruh tubuh sampai rata dan membersihkannya
  • Membersihkan kedua kaki berikut sela-sela jemarinya.

Tata cara mandi junub tersebut sesuai dengan apa yang telah diterangkan oleh baginda Nabi Saw.

Rasulullah Saw. apabila hendak mandi setelah melakukan hubungan badan, maka beliau mulai dengan membasuh kedua tangan, lalu menuangkan air dan membasuh tangan kanan lalu tangan kiri, mencuci kemaluanya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhu untuk melakukan shalat, selanjutnya beliau mengambil air dan memasukkan jari-jari tanganya ke pangkal rambut. Sesudah air itu merata, beliau menuangkan (menyiram) air di atas kepalanya tiga kali siraman, kemudian menyiramkan air keseluruh tubuh, lalu mencuci kedua kakinya. (HR. Muslim)

Demikianlah penjelasan yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.