Gus Umar
Gus Umar

Teori Konspirasi Covid-19 Beredar, Tokoh NU: yang Tak Percaya, Coba Datangi RS Tanpa APD

Jakarta – Laju penularan Covid- 19 semakin tinggi pada pekan-pekan ini, sehingga pemerintah mengambil kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakata (PPKM) Darurat untuk menekan penularan agar tidak semakin parah. Namun sayangnya ditengah situasi krisis Covid- 19 masih banyak masyarakat yang tidak percaya adanya Covid- 19 bahkan mereka menganggapnya sebagai sebuah konspirasi kepentingan.

Pemerintah bersama Ormas kemasyarakatan telah bersama-sama mengeluarkan panduan agar masyarakat dapat terhindarkan dari virus Covid- 19. Namun provokasi tentang Covid- 19 merupakan hasil konspirasi masih bermunculan, hal inilah yang membuat tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar heran.

Lebih jauh, Tokoh NU itu pun menantang para pihak yang menyatakan Covid-19 itu konspirasi agar mendatangi rumah sakit rujukan lalu masuk ruangan pasien terinfeksi tanpa pakai APD.

Sebagai informasi, isu bila Covid-19 yang saat ini tengah mengganas di Indonesia merupakan sebuah konspirasi kembali jadi salah satu bahan perbincangan di jagat maya.

Dilansir dari laman Pikiran-Rakyat.com pada Rabu (07/08/21). Dugaan Covid-19 adalah konspirasi salah satunya dipicu atas merebaknya isu pasien (non Corona) yang berobat ke rumah sakit bakal dicovidkan.

Sebelumnya, Wakil Direktur Medis RS Muhammadiyah Lamongan dr Anas Mahfud sempat memberikan penjelasan merespons isu tersebut yang kini sedang santer.

Anas Mahfud menegaskan, bahwa setiap pasien (non Covid-19) yang datang berobat ke rumah sakit akan dicovidkan itu tuduhan yang tidak berdasar.

Menurut Wakil Direktur Medis RS Muhammadiyah Lamongan, kegaduhan (dicovidkan pihak rumah sakit) ini muncul akibat misinformasi yang terus bergulir di masyarakat.

Sementara itu, bila melihat data yang dirilis Kementerian Kesehatan per Senin, 5 Juli 2021 kemarin, kasus kematian akibat Covid-19 kembali melonjak.

Baca Juga:  Penanganan Covid-19 di Inggris Terganggu Teori Konspirasi Vaksin Haram

Dari data yang disajikan Kementerian Kesehatan itu, diketahui telah terjadi penambahan kasus hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir yakni sebanyak 558 jiwa.

Dengan adanya penambahan itu, total keseluruhan kasus kematian pasien karena infeksi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mencapai 61.140 jiwa.

Selain kasus kematian yang kembali meningkat, kasus harian positif Covid-19 di Indonesia pun melonjak tajam sebanyak 29.745 jiwa dibanding hari sebelumnya.

Secara akumulasi, Kementerian Kesehatan pun mencatat saat ini total kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 2.314.829 jiwa.

Kemudian, untuk pasien yang dinyatakan sembuh sesuai data hingga Senin, 5 Juli 2021, sebanyak 1.942.690 jiwa bertambah sebanyak 14.416 jiwa dari hari sebelumnya.

Selanjutnya, Kementerian Kesehatan juga mencatat total kasus aktif Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir yang saat ini mencapai 309.999 jiwa.

Dalam data itu juga disebutkan, saat ini sebanyak 79.808 kasus dalam kategori suspek, dan sudah sebanyak 110.115 spesimen yang telah dilakukan diagnosis.

Melalui cuitan di akun Twitter pribadinya yang di unggah, Selasa, 6 Juli 2021, Tokoh NU Gus Umar menumpahkan kekesalannya atas tudingan bila Covid-19 merupakan sebuah konspirasi.

Buat yang gak percaya Covid-19 dan masih provokasi orang kalau Covid-19 konspirasi. Coba kalian datangi RS Rujukan Covid-19 dan masuklah di dalam ruang pasien 1-3 jam tanpa APD,” tulis Tokoh NU itu di akun Twitter pribadinya @UmarChelsea75, dikutip Pikiran-Rakyat.com.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

kisah istri viral yang antar suami menikah lagi

Warganet Heboh, Viral Seorang Istri Antar Suami Menikah Lagi

Makassar – Poligami adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam agama, meski demikian masih terdapat banyak perbedaan …

Pengeras suara di Masjid

DMI Koordinasi Dengan Kemenag Terkait Aturan Penggunaan Pengeras Suara Masjid

Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam upaya mengatur …