Politisi India ditangkap polisi India setelah teriakkan anti Muslim
Politisi India ditangkap polisi India setelah teriakkan anti Muslim

Teriakan Slogan Anti-Muslim, 6 Politisi Partai Berkuasa di India Ditangkap

New Delhi – Enam orang pemimpin partai berkuasa di India, Bharatiya Janata (BJP) ditangkap polisi. Mereka ditangkap setelah meneriakkan kata-kata anti-Muslim dalam sebuah rapat umum akbar di New Delhi.

Salah satu pemimpin BJP yang ditangkap itu disinyalir adalah Pengacara Mahkamah Agung dan Mantan Juru Bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) Ashwini Kumar Upadhyay. Ia diduga menjadi bagian dari kelompok lebih dari 100 pemimpin sayap kanan Hindu yang menyerukan kekerasan terhadap Muslim selama demonstrasi .

“Semua terdakwa telah ditahan dalam operasi larut malam. Mereka telah diidentifikasi menggunakan rekaman acara tersebut,” kata perwira senior polisi New Delhi dikutip dari Arab News via laman republika.co.id, Kamis (12/8/2021).

Video demonstrasi itu beredar di media sosial sejak Minggu lalu. Dalam video itu pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan yang menghasut seperti “Ketika umat Islam akan dibunuh, mereka akan meneriakkan nama Lord Ram” dan “Jika Anda (Muslim) ingin tinggal di India, Anda harus mengucapkan Salam Lord Ram.” Sementara oknum lain menyerukan genosida massal terhadap Muslim.

Sebelumnya, Upadhyay mempertanyakan kebenaran rekaman yang melibatkan dirinya. Dia mengklaim sudah mengajukan pengaduan ke polisi Delhi untuk memeriksa video lebih lanjut.

“Jika video itu asli maka tindakan tegas harus diambil terhadap orang-orang yang terlibat di dalamnya,” ujar dia.

Juru BJP Sudesh Verma mengaku orang-orang yang terlibat dalam video itu bukan termasuk anggota BJP.

“Orang-orang sekuler mencoba membawa BJP agar sesuai dengan narasi mereka. Kami menentang kejahatan kebencian. Jika beberapa slogan-teriakan ujaran kebencian, tindakan tegas harus diambil,” ucap dia.

Video-video tersebut telah menyebabkan kemarahan di media sosial, termasuk Asosiasi Pengacara Seluruh India untuk Keadilan (AILAJ). Mereka mendesak Mahkamah Agung untuk mengambil tindakan terhadap kelompok itu atas seruan terbuka untuk genosida.

Baca Juga:  Austria Luncurkan Peta Islam, Serangan Anti-Muslim Meningkat di Wina

“Kejahatan tersebut merupakan serangan terhadap sekularisme dan nilai-nilai konstitusional lainnya,” kata AILAJ pada Selasa.

Selain itu mereka juga meminta semua profesional hukum untuk mengakui adanya bahaya besar yang sedang dihadapi di tangan organisasi mayoritas Hindutva.

Seruan terbuka kelompok itu untuk kekerasan adalah pengingat nyata dari rapat umum serupa tahun lalu ketika para pemimpin BJP menggunakan pidato provokatif dan pedas terhadap Muslim yang memprotes Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAA) yang kontroversial.

Ini menyebabkan pertikaian agama di Delhi Timur, lebih dari 50 orang yang sebagian besar Muslim tewas dan kehilangan harta bendanya.

Prof. Apoorvanand Jha dari Universitas Delhi mengatakan slogan-slogan yang diteriakkan pada Minggu itu adalah bagian dari serangkaian acara anti-Muslim di ibu kota. Dia mempertanyakan mengapa partai yang berkuasa membiarkan adanya agenda tersebut tanpa pengawasan. Menurut Jha, orang-orang semakin berani untuk mempraktikkan politik anti-Muslim.

“Slogan-slogan seperti itu diteriakkan cukup lama di seluruh India selama tujuh tahun terakhir tapi keberanian orang-orang itu untuk datang ke Jantar Mantar dan melakukan itu telah mengejutkan orang-orang. Mereka tahu orang-orang yang mempraktikkan politik anti-Muslim menduduki jabatan tinggi di Delhi dan tempat-tempat lain,” ucap dia.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Dana dikorupsi berjamaah pembangunan Masjid Raya Palembang mangkrak

Dana Pembangunan Masjid Sriwijaya Dikorupsi Berjamaah, MUI: Di Luar Batas Moral dan Religiusitas

Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel) baru saja menetapkan tiga tersangka baru korupsi …

000101500 1632234054 830 556

Isu Perpecahan Mencuat di Tubuh Petinggi Taliban, Berikut Laporan Aljazirah

KABUL – Taliban menguasai Afganistan setelah berhasil memasuki ibu kota dan menduduki istana kepresidenan di …