Terus Bergerak Lawan Corona, Arab Saudi Kini Tutup Ibukota Riyadh dan 2 Kota Suci Umat Muslim

0
1515

Riyadh – Pemerintah Arab Saudi terus melakukan langkah-langkah strategis dalam rangka melawan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Umrah ditangguhkan, masjid-masjid ditutup, pemberlakuan jam malam, dan paling akhir, otoritas Arab Saudi menutup ibu kota Riyadh dan dua kota tersuci bagi umat muslim, Mekah dan Madinah.

Penutupan tiga kota itu dilakukan setelah kematian kedua akibat virus Corona. Raja Salman sendiri yang memerintahkan penutupan tiga kota itu.

Seperti dilaporkan kantor berita Saudi Press Agency (SPA) dan dilansir AFP, Kamis (26/3/2020), otoritas Kerajaan Saudi melarang orang-orang masuk dan keluar dari ibu kota Riyadh, juga dari Mekah dan Madinah, untuk sementara waktu. Saudi juga melarang pergerakan di antar provinsi-provinsi di seluruh wilayahnya.

Langkah ini diumumkan saat Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan jumlah total kasus virus Corona di negara ini melonjak menjadi 900 kasus.

Sejauh ini dua orang meninggal dunia akibat virus Corona di wilayah Saudi. Korban meninggal kedua disebut sebagai seorang warga kota Mekah. Sebelumnya, korban meninggal pertama akibat virus Corona dilaporkan sebagai seorang warga Afghanistan di kota Madinah.

Dalam laporan terbaru, disebutt jam malam untuk kota Riyadh, Mekah dan Madinah, dimajukan menjadi mulai pukul 15.00 waktu setempat. SPA yang mengutip dekrit yang disetujui Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, menyebut langkah tersebut akan mulai berlaku pada Kamis (26/3/2020) waktu setempat.

Otoritas Saudi berencana memberlakukan jam malam selama 21 hari. Otoritas setempat juga memperingatkan bahwa setiap pelanggar dari jam malam akan didenda sebesar 10 ribu Riyal (Rp 43 juta) dan bisa dipenjara jika melakukan pelanggaran berkali-kali. Sebagai upaya mengurangi penyebaran virus Corona, otoritas Arab Saudi telah menutup bioskop, mal dan restoran, juga menghentikan sementara penerbangan internasional juga domestik dan menghentikan umroh untuk tahun ini.

Saudi juga menghentikan sementara ibadah salat berjamaah di seluruh masjid di wilayahnya, kecuali di Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.