ganja
ganja

Thailand Legalkan Ganja, Indonesia dan Islam Tetap Melarangnya!

Kebijakan pemerintah Thailand untuk melegalkan tanaman ganja sebagai tanaman rumah tangga sempat membuat heboh kalangan publik Indonesia. Pemerintah Thailand dinilai memiliki kebijakan yang mencengangkan untuk dilakukan dan diterapkan pada para warganya. Misalnya, mulai di bulan Juni 2022, Pemerintah Thailand akan membagikan sebanyak 1 juta tanaman secara gratis untuk warganya.

Mengenai keputusan tersebut, banyak Pejabat Thailand yang justru berharap bahwa industri ganja yang besar akan berkembang di negaranya, supaya bukan hanya mampu menghasilkan ratusan juta dolar secara langsung setiap tahun untuk pemasukan Negara namun juga mampu menarik wisatawan asing.

Pemerintah Indonesia sendiri dalam penggunaan ganja jelas dilarang secara umum. Disampaikan oleh Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia, Rianto Setiabudy yang dihadirkan sebagai ahli dari pihak pemerintah dalam sidang permohonan uji materiil terhadap Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, terkait penggunaan narkotika golongan 1 dalam hal ini ganja untuk kepentingan kesehatan.

Rianto bersikap kontra dengan para pemohon yang menginginkan agar ganja dapat dilegalkan untuk layanan kesehatan. Menurutnya, sikap konservatif lebih baik karena manfaat yang ditawarkan belum seimbang dengan risiko yang mungkin timbul karena penggunaan ganja sebagai obat. Pasalnya tanaman ganja juga merupakan tanaman psikotropika yang mengandung tetrahidrokanabinol (zat yang mempengaruhi cara kerja syaraf pusat manusia) dan kanabidiol.

Pada tahun 2020 PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) akhirnya menetapkan ganja sebagai tanaman yang memiliki manfaat medis. Memang jika tanaman ganja dioleh secara medis akan bisa menjadi obat. Dan perlu diketahui, tidak semua tanaman ganja dapat digunakan untuk medis. Jenis ganja yang dapat digunakan untuk obat medis antara lain, “Marinol dan Cesamet” untuk mengatasi mual dan kehilangan nafsu makan akibat kemoterapi dan pada pasien yang menderita AIDS. “Epidiolex” digunakan untuk anak-anak yang memiliki penyakit epilepsi. “Sativex” digunakan untuk mengatasi kanker payudara.

Baca Juga:  Ketika Nabi Mengajarkan Sahabat agar Tidak Menjadi “Sumbu Pendek”

Meski ganja memiliki beberapa manfaat di dunia medis, namun tidak sedikit juga efek negatif yang berdampak bagi tubuh manusia jika dikonsumsi berlebihan dan dalam waktu yang sangat panjang. Efek yang bisa ditimbulkan pada otak ialah halusinasi, delusi, rusaknya daya ingat, disorientasi dan linglung. Sementara efek yang lebih berbahaya ialah menggangu kesehatan mental mereka yang mengkonsumsi.

Bagi pengguna berat, mereka memiliki resiko terkena serangan jantung empat kali lebih tinggi dan osteoporosis. Selain itu, penggunaan ganja yang berlebihan dapat memperlemah sistem imun, mengganggu sistem peredaran darah, dan menyebabkan iritasi paru-paru yang mengakibatkan resiko kanker paru-paru meningkat.

Islam Menghukumi Ganja

Melihat fenomena ini, Islam memang tidak membahas secara spesifik terkait ganja dalam al-Qur’an. Tidak ada satu pun ayat yang menyebutkan terkait hukum menggunakan ganja. Namun di dalam al-Qur’an ada beberapa ayat yang menjelaskan untuk menjauhi hal-hal yang mendatangkan kemudharatan.

Dalam surat al-A’raaf ayat 157 yang berbunyi, “Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” dari ayat tersebut dapat diketahui bahwasanya segala sesuatu yang mendatangkan kemudharatan atau keburukan tidak boleh kita lakukan dan harus dihindari.

Dalam pandangan hukum Islam, tujuan syariat adalah ditetapkan untuk menjaga nyawa (hifdz nafs). Karena itulah, segala hal yang dapat membahayakan nyawa dilarang. Segala yang membuat mudharat dilarang dalam kaidah fikih disebutkan “adh-dhararu yuzal”. Bahkan dalam kaidah lain disebutkan bahwa mencegah kemudharatan didahulukan dari pada menarik manfaat. Meskipun ada manfaat yang bisa diambil dari ganja, tetapi mencegah keburukan dan kemudharatan harus didahulukan.

Di Indonesia sendiri pemberian obat yang memiliki kandungan ganja pada pasien epilepsi anak tidak diperlukan pada saat ini, mengingat obat yang sudah ada di Indonesia ini cukup memadai. Penelitian yang ada masih belum cukup untuk menilai efektivitas dan keamanan obat- obat ini. Artinya penggunaan ganja belum mencapai pada taraf dharurat.

Baca Juga:  Khilafatul Muslimin : Negara dalam Negara, Patutkah Didiamkan?

Dinilai dari segi agama Islam yang menilai hukum dengan kehati-hatian dan selalu memperhatikan maslahah dan mafsadat bagi umat muslim dalam kehidupan sehari-hari. Dapat disimpulkan bahwa mengkonsumsi ganja itu hukumnya haram, karena banyak memberikan mafsadat daripada maslahah.

 

Bagikan Artikel ini:

About Rufi Tauritsia

Avatar of Rufi Tauritsia

Check Also

ka'bah

Ka’bah sebagai Pusat Bumi dan Aktifitas Energi Manusia, Inilah Faktanya!

Ka’bah merupakan tempat paling sakral dan paling suci bagi umat muslim. Dalam menjalankan ibadah shalat, …

mandi bersama anak

Mandi Bersama Anak Menambah Keakraban, Tapi Tutup Auratmu!

Di Indonessia, banyak orang tua yang terbiasa mengajak anak-anak mereka yang masih kecil untuk mandi …