puasa 10 hari dzulhijjah

Tiga Hal yang Harus Diperbanyak agar Puasamu Tidak Sia-sia!

Ramadhan adalah bukan yang sangat istimewa. Banyak alasannya. Salah satunya sebagaimana Sebuah hadis agung yang diriwayatkan langsung oleh Nabi shallallahu’alaihi wasallam dari Rabb-nya, bahwa Dia berfirman:

“Setiap amalan manusia adalah untuknya, kecuali puasa. Sebab ia hanyalah untukku dan Akulah yang akan memberikan ganjaran padanya secara langsung.” (HR Bukhari dalam Shahihnya: 7/226).

Namun, dalam riwayat lain, Nabi mengingatkan kepada umatnya. “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thabrani).

Jadi, jangan sampai puasamu sia-sia. Oleh karena itu, mari jadikan puasa kita lebih bermakna dan berkualitas. Setidaknya tiga hal atau trik yang bisa kamu amalkan supaya Ramadhanmu berkualitas.

Pertama, memperbanyak doa.

Ramadhan juga disebut dengan istilah syahrul ijabah (bulan dikabulkannya setiap doa). Bahkan rentetan ayat tentang puasa terselip satu ayat yang berbicara tentang Allah itu dekat dan akan mengabulkan doa yang dipanjatkan oleh para hamba-Nya (QS. al-Baqarah: 186).

Rasulullah saw bersabda:

 ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ تُحْمَلُ عَلَى الْغَمَامِ، وَتُفْتَحُ لَهَا أَبْوَابُ السَّمَاوَاتِ، وَيَقُولُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: وَعِزَّتِي لَأَنْصُرَنَّكَ وَلَوْ بَعْدَ حِينٍ

Artinya: “Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit untuknya, lalu Allah berfirman: ‘Demi izzah-Ku, Aku akan menolongmu meski setelah beberapa waktu.” (HR Ahmad).

Karena ini pula, para sahabat Nabi selalu merindukan dan terus berdoa agar dipertemukan bulan Ramadhan lagi. Mu’alla bin al-Fadhl mengatakan,

كَانُوا ‌يَدْعُونَ ‌الله ‌سِتَّةَ ‌أَشْهُرِ ‌أَنْ ‌يُبَلِّغَهُمْ ‌رَمَضَانُ، ثُمَّ يَدْعُونَهُ سِتَّةَ أَشْهُرٍ أَنْ يَتَقَبَّلَهُ مِنْهُمْ.

Baca Juga:  Perbanyak Dzikir, Jangan Suka Nyinyir

“Sejak enam bulan sebelumnya, para salaf berdoa kepada Allah agar dipertemukan dengan Ramadhan. Demikian pula, selama enam bulan setelah Ramadhan berlalu, mereka juga berdoa agar ibadah Ramadhan diterima Allah.” (Mawarid adz-Dzam’an li ad-Durus az-Zaman, Abdul Aziz as-Salman, 1/338).

Kedua, memperbanyak tadarus Alquran.

Salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, yaitu pada bulan inilah, Alquran diturunkan.

Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). (QS. Al-Baqarah [2]:185).

Ayat ini seharusnya menjadikan kita giat untuk tadarus Alquran. Hal ini tentunya agar puasa atau Ramadhan kita berkelas. Terkait hal ini, kita bisa tengok hari-hari Imam Syafi’i selama bulan Ramadhan. M. Tholhah al Fayyadl dalam “Hari-hari Imam Syafi’i Selama Bulan ramadhan (2020), sebagaimana dikutip dari laman NU Online, menjelaskan bahwa khusus pada bulan Ramadhan, Imam Syafi’i memiliki sebuah pekerjaan ibadah yang sangat luar biasa. Rabi’ bin Sulaiman menceritakan, “Setiap datang bulan Ramadhan, Imam Syafi’i menyibukkan diri dengan membaca Al-Qur’an.

Biasanya Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali dalam satu malam, khusus bulan Ramadhan Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an setiap hari satu kali di siang hari dan satu kali di malam hari. Dalam satu bulan Ramadhan Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali khataman.”

Ketiga, memperbanyak dalam bersedekah.

Puasa adalah ibadah yang mempunyai dua dimensi sekaligus, yakni spiritual dan sosial. Untuk itu, kita juga perlu mempersiapkan aspek sosial ini, salah satunya dengan cara memperbanyak sedekah. Tiga dari empat poin di atas merupakan ibadah yang berdimensi spiritual. Sementara poin keempat adalah ibadah sosial.

Baca Juga:  Mempercayai Hari Sial adalah Bentuk Buruk Sangka Kepada Allah

Harus dimengerti bersama bahwa pada bulan Ramadhan, setiap muslim dianjurkan memperbanyak amal shalih seperti infaq, shadaqah dan ifthar (memberi bukaan). Karena itu, sebaiknya dibuat sebuah agenda maaliah (keuangan) yang mengalokasikan dana untuk shadaqah, infaq serta memberi ifhtar selama bulan ini.

Ibnu Abbas r.a berkata, ”Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan pada bulan Ramadhan.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat lain, Nabi bersabda: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” (HR. Tarmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5:192).

Demikian uraian tiga hal yang dapat menjadikan puasa seseorang berkelas. Semoga kita semua, yang menjalani ibadah puasa Ramadhan tahun ini, diberikan kelancaran dan keberkahan serta mampu menjadikan puasa kita berkelas. Aamiin.

Bagikan Artikel

About Muhammad Najib, S.Th.I., M.Ag

Penulis Buku Konsep Khilafah dalam Alquran Perspektif Ahmadiyah dan Hizb Tahrir