prinsip kesetaraan
prinsip perdamaian

Tiga Prinsip Perdamaian dalam Islam

Islam adalah agama perdamaian (din as-salam). Inilah tiga prinsip perdamaian dalam Islam.


Allah tidak menciptakan manusia secara seragam, tetap dalam bentuk dan latar belakang yang berbeda-beda baik suku, agama, bahasa, kultur, serta status sosial. Secara naluri manusia memang cenderung berkelompok. Di mana nantinya dalam setiap kelompok memiliki karakter yang unik.

Dalam al-Quran sebenarnya banyak sekali ayat-ayat yang mengisyaratkan perdamaian, karena Islam memang  agama untuk mewujudkan rahmatan lil alamin. Itulah visi perdamaian yang tidak hanya diperuntukkan pada umat muslim saja, namun juga perdamaian antar sesama manusianya.

Visi rahmat ini merupakan fondasi esensial dalam Islam. Rahmatan lil alamin selanjutnya diwujudkan dalam prinsip perdamaian dalam Islam. Karena itulah, sejatinya, Islam adalah perdamaian (din as-salam).

Perdamaian merupakan kunci pokok dalam menjalin hubungan antar umat manusia, sedangkan pertikaian adalah sumber mala petaka yang berdampak pada kerusakan sosial. Agama mulia ini sangat memperhatikan keselamatan dan perdamaian dan juga menyeru kepada umat manusia agar selalu hidup rukun dan damai dengan tidak mengikuti hawa nafsu dan godaan Syaitan.

Adapun prinsip perdamaian dalam Islam dapat dlihat dari beberapa ajaran sebagai berikut:

1. Persamaan Derajat

Dalam Islam persamaan derajat menjadi prinsip utama dalam hubungan dengan Tuhan maupun sosial. Tidak ada kasta dalam Islam. Tidak ada perbedaan antara golongan satu dengan golongan yang lainnya. Semuanya memiliki hak dan kewajiban yang sama. Allah berfirman dalam surat al-Hujarat ayat 13:

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dari ayat diatas di terangkan bahwa manusia diciptakan dari bapak bernama Adam dan ibu bernama Hawa. Manusia sebenarnya berasal dari sumber yang sama, jadi jangan pernah merasa dirinya lebih tinggi atau lebih rendah.

2. Larangan Melakukan Hal yang Dzalim

Kedzaliman merupakan hal yang dapat merusak stabilitas dalam setiap bangsa. Kedzaliman bisa terhadap diri sendiri maupun kepada orang lain. perbuatan dzalim dapat menjadi pengganggu hubungan sosial yang harmonis.

Segala bentuk kedzaliman diharamkan dalam Islam. Syirik adalah bentuk dzalim terhadap diri sendiri. Ia melupakan kebenaran dengan mencari sesuatu selain Allah.

 إِنَّ ٱلشّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezaliman yang berat”. (Q.S. Luqman [31]: 13).

Sementara dzalim dalam kehidupan sosial adalah perbuatan yang melampauai batas hak orang lain dan tidak berbuat adil di tengah manusia.

3. Sikap toleransi

Dalam Islam sikap toleransi sangat dianjurkan untuk menjaga perdamaian antar sesame mukmin ataupun kepada manusia yang memeluk agama lain. Karena sikap toleransi akan menjauhkan diri dari pertikaian dan konflik.

Dalam meyakini kebenaran agama tidak berarti harus melecehkan agama orang lain. Dalam memeluk agama sendiri bukan berarti harus memaksa orang lain untuk memeluk agama yang dipeluk.

Perbedaan adalah sunnatullah dan umat Islam hanya berikhtiyar untuk selalu berbuat baik dan menunjukkan jalan kebenaran tentang Islam. Dalam al-Qur’an sudah tegaskan bahwa bahwa pengetahuan tentang siapa yang benar-benar sesat adalah milik-Nya (QS. An-Nahl: 125). Bahkan, seorang Nabi pun hanya menyampaikan, sedangkan pengetahuan sejati hanya milik-Nya (QS. Al-Maidah: 99).

Karena itulah, toleransi adalah kunci ketiga menjaga perdamaian dalam Islam.

Bagikan Artikel ini:

About Adhitya Galuh Damayanti

Check Also

perjanjian hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah: Perdamaian itu Lebih Penting dari Sekedar Simbol Keagamaan

Kenapa Nabi rela “mengalah” tidak mencantumkan istilah-istilah keislaman dalam perjanjian damai Hudaibiyah? Pada tahun keenam …