Haji di tengah pandemi
Haji di tengah pandemi

Tinggal 1,5 Bulan, Pemerintah Indonesia Minta Arab Saudi Segera Umumkan Kepastian Haji

Jakarta- Pelaksanaan Ibadah Haji sudah tinggal sebulan setengah lagi. Tapi sejauh ini, pemerintah Arab Saudi belum memastikan pelaksanaan haji tahun ini. Pandemi Covid-19 yang masih ‘membara’ membuat Arab Saudi benar-benar berhati-hati dalam membuat kebijakan, terutama haji.

Kondisi itu membuat Pemerintah Indonesia meminta Arab Saudi segera memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 2021. Ini penting karena untuk mengirim jamaah haji dari Indonesia butuh proses yang cukup panjang.

“Pertama, pemerintah Saudi segera mengumumkan pelaksanaan haji. Kedua, terkait dengan haji pemerintah Indonesia bisa mengirimkan jamaah hajinya. Ketiga, untuk calon jamaah haji agar menunggu keputusan Arab saudi. Bagaimanapun keputusan nya harus ikhlas untuk kepentingan bersama,” ujar Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah Eko Hartono dikutip dari MNC Portal Indonesia, Senin (31/5/2021).

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diumumkan Haramain Sharifain melalui akun Twitter @hsharifain. Adapun 9 negara yang ditangguhkan yaitu; Argentina, Brasil, Mesir, India, Indonesia, Lebanon, Pakistan, Afrika Selatan, dan Turki.

Pemerintah Arab Saudi menyampaikan hal itu pada Minggu (30/5/2021) menyebutkan Indonesia masih termasuk dalam negara yang ditangguhkan jamaahnya masuk ke Arab Saudi mulai 29 Mei 2021 hingga menunggu informasi lebih lanjut. Sementara waktu ibadah haji kian dekat,

Dalam cuitan itu  Saudi  hanya mengizinkan 11 dari 20 negara yang bisa memasuki wilayah Saudi Arabia. Diantaranya Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Portugal, Britania, Swedia, Swiss, Perancis, dan Jepang.Sementara itu, tidak ada Indonesia dari daftar nama negara yang diperbolehkan datang ke Saudi tersebut.

“Sebenarnya penangguhan ini sebagai tidak lanjut dari pengumuman sebelumnya di tanggal 2 Februari 2021. Itu Saudi menangguhkan orang-orang yang berasal dari 20 negara termasuk Indonesia. Kemudian setelah di tahap evaluasi alasannya karena perkembangan covid-19 di berbagai negara terutama di 20 negara,” terang Eko.

Baca Juga:  Khutbah Jum'at - Santun dan Cerdas Beragama

“Sehingga saudi bilang sementara untuk 20 negara enggak boleh masuk. Penangguhan itu bukan bagi warga negaranya tapi siapapun yang berasal dari Indonesia. Misalnya ada orang Malaysia yang berangkat dari Indonesia langsung ke Saudi tidak boleh juga,” imbuhnya.

Setelah melakukan tahap evalusi kemudian tanggal 29 Mei 2021, selanjutnya tanggal 30 Mei 2021 itu, kata dia, membolehkan 11 negara untuk masuk. Namun, yang 9 masih ditangguhkan.

“Jadi ini kebijakan yang merupakan tindak lanjut dari sebelumnya. Indonesia termasuk ke negara yang ditangguhkan untuk masuk ke Saudi,” sambungnya.

Kendati demikian, Eko membantah bahwa status penangguhan tersebut tidak terkait dengan Ibadah Haji tahun ini. Sebab, kerajaan Saudi belum mengeluarkan panduan terkait Ibadah Haji.

“Memang dengan penagguhan ini karena berdekatan dekat Haji. Kita kemudian was-was jangan-jangan nanti kita enggak boleh Haji, Indonesia juga negara lainnya. Karena sembilan negara yang belum boleh masuk itu kebanyakan negara yang mengirimkan haji besar. Paling besar Indonesia, Pakistan, Mesir, Turki,” tuturnya.

Eko pun menjelaskan bahwa Arab Saudi terus melakukan persiapan. Namun, untuk keputusan resmi belum diumumkan. Salah satu persiapannya, para petugas yang terlibat dalam penanganan haji itu, kesehatan dan kementerian haji itu sendiri itu divaksin dulu. Kemudian mereka juga mengatur mengenai karantina, ada ketentuan mengenai persiapan haji seperti di karantina tiga hari, di vaksin petugasnya.

“Sampai sekarang memang belum ada jadi kita sedang menunggu. kemudian bagi para pengirim jamaah haji menjadi agak kewalahan juga karena waktunya mepet sekali,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, di tanggal 19 Juli 2021 akan jadi puncak haji, sementara sampai awal Juni tinggal 1,5 bulan lagi belum ada kepastian.

“Singapura sudah bilang tidak mengirim haji karena Covid-19 juga. Malaysia walaupun tidak di banned tapi dengan kasus yang melonjak itu mungkin juga enggak, berdasarkan informasi yang kita dengar mereka juga pesimis. Beberapa negara memang sudah memutuskan untuk tidak mengirimkan haji dan beberapa negara pesimis,” ungkapnya.

Bagikan Artikel ini:

About redaksi

Avatar of redaksi

Check Also

Hubungan suami istri

Heboh Anal Seks, KH Cholil Nafis: Haram Hukumnya!

Jakarta – Akhir-akhir ini heboh pemberitaan seorang wanita dan istri yang melaporkan suaminya yang juga …

umat muslim melaksanakan ibadah shalat idul fitri hijriah

Ini Alasan Aceh Disebut Serambi Makkah

JAKARTA – Orang-orang Indonesia sejak zaman Belanda telah melaksanakan ibadah haji, dahulu kala menggunakan kapal …