sahur
sahur

Tips agar Sahurmu Menjadi Berkah

Santap sahur merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan puasa Ramadhan. Sebagaimana hadist yang disampaikan oleh Anas bin Malik “Rasulullah Saw berkata: Makanlah sahur karena sungguh di dalamnya terdapat keberkahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Sahur tidak hanya bermanfaat untuk menguatkan badan kita ketika menjalankan puasa, tetapi juga terdapat keberkahan dari aktifitas sahur yang dilakukan.

Pertanyaannya keberkahan seperti apa yang akan didapatkan dari aktifitas sahur tersebut? Lalu, bagaimana meraih sahur yang memiliki makna berkah tersebut?

Memang tidak mudah, karena santap sahur memang membutuhkan kemauan dan tekad yang kuat. Dilihat dari waktunya kita harus mempersiapkan diri untuk bangun lebih awal yakni jam 03.00 di saat waktu biasanya kita sedang merasakan pulasnya tertidur.

Banyak kita temui beberapa orang yang melakukan ibadah puasa namun dia tidak sedang dekat dengan keluarga, seperti kehidupan anak kos. Kebanyakan dari mereka banyak yang memilih untuk tidak melakukan sahur, karena merasa harus terlebih dahulu keluar mencari makanan di luar rumah.

Tips 1: Sahur dengan kualitas makanan terbaik

Jangan pernah melakukan puasa tanpa bersahur. Sahur sebenarnya merupakan persiapan setiap muslim untuk berjuang di terik panas dan haus menjalani aktifitas sehrian. Karena itulah, sahur dengan kualitas yang baik.

Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma”. (HR Abu Daud dan HR Ibnu Hibban). Tentu tidak harus kurma jika tidak bisa menemukannya. Memang seperti yang kita ketahui bahwa kurma memiliki gula alami yang ketika diolah oleh tubuh makan akan berubah menjadi cadangan energi selama menjalani ibadah puasa. Jadi bagi mereka yang enggan mencari makanan sahur keluar rumah, kurma merupakan salah satu solusinya.

Baca Juga:  Hemat itu Perilaku Islami

Tentu pesan yang disampaikan oleh Rasulullah adalah makanan terbaik yang mampu memberikan cadangan energi yang cukup ketika menjalani ibadah puasa. Tidak sekedar kurma, makanan masyarakat Indonesia seperti nasi disertai dengan buah-buahan mampu memberikan energi air yang cukup selama menjalani puasa di siang hari. Intinya, bersahurlah dengan kualitas makanan yang baik!

Tips 2 : Sahurlah di Akhir Waktu

Selain makan sahur yang berkualitas, aktifitas yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Saw ketika berpuasa adalah mengakhirkan waktu sahur. Anas Ra meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit Ra, “Kami makan sahur bersama Rasulullah, kemudian beliau shalat, aku tanyakan (kata Anas): Berapa lama jarak antara adzan dan sahur? Rasulullah menjawab, “Kira-kira 50 ayat membaca Al Qur’an.” (HR Bukhari Muslim).

Dari hadist tersebut dapat diketahui bahwa Rasulullah melakukan sahur di setiap akhir waktu menjelang subuh. Bacaan 50 ayat bukanlah waktu yang lama. Dapat disimpulkan bahwa jarak antara makan sahur dan sholat subuh sekitar 15 hingga 30 menit. Sehingga waktu yang diambil untuk sahur tidak terlalu jauh dari adzan subuh.

Dengan menyantap makanan sahur di akhir waktu dapat mempersingkat waktu untuk menahan lapar. Pasalnya, pencernaan manusia dapat mencerna makanan dalam waktu 4 hingga 6 jam. Jadi, jika kita makan sahur ketika mendekati waktu subuh, maka waktu untuk menahan makanan akan semakin singkat karena semakin dekat dengan waktu magrib.

Tips 3 : Hati-hati dengan Akhir Waktu

Meskipun Rasulullah mengakhirkan waktu sahur, namun beliau tetap memperhatikan waktu dengan kehati-hatian. Sahur di akhir waktu menuntut kejelian apakah masih bisa bersahur atau sudah muncul fajar. Tentu saat ini sudah tidak terlalu sulit karena ada jadwal imsakiyah dan jam yang bisa memperkirakan waktu kita.

Baca Juga:  Ahli Ibadah yang Mudah Tertipu

Karena itulah, penting untuk memperhatikan waktu. Masyarakat muslim Indonesia disebut dengan istilah imsak atau menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa sebelum adzan shubuh.

Imsak ada karena adanya kekhawatiran ketika fajar telah menyingsing namun ternyata masih ada sebagian muslim yang masih menyantap makan sahurnya, karena ia meyakini bahwa belum tiba saat waktu subuh. Di waktu imsyak inilah kita umat muslim mulai bersiap-siap untuk menyudahi makanan dan minuman yang kita santap dan berhenti di saat adzan subuh dikumandangkan.

Tips 4 : Jangan Tidur Setelah Sahur

Jangan tidur usai santap sahur ataupun setelah shalat subuh. Karena, tidur setelah sahur harus diwaspadai karena berdampak buruk bagi tubuh terutama untuk sistem organ yang bertugas mencerna makanan.

Karenanya, selalu usahakan tetap aktif minimal tiga jam setelah kita menyantap hidangan sahur. Kita bisa mencoba untuk melakukan ibadah seperti mengaji dan membersihkan rumah di pagi hari. Jika dirasa akan mengurangi waktu tidur, maka gunakanlah waktu makan siang sewaktu bekerja untuk tidur dan dengan tidur siang kurang dari 60 menit juga bermanfaat untuk menyegarkan kembali tubuh kita, serta akan mampu meningkatkan energi kita untuk bekerja kembali.

Demikian tips yang bisa dicoba selama menjalani aktifitas sahur. Semoga sahurmu menjadi berkah dan puasamu diterima oleh Allah dan menikmati indahnya keberkahan bulan suci ini. Amin

Bagikan Artikel

About Ernawati